
Kab. Tuban(Humas)–Sebanyak 1.037 siswa serta 100 guru dan pegawai MAN 1 Tuban mengikuti kegiatan pembelajaran praktik manasik haji yang digelar di Lapangan Semen Gresik, Jl. Raya Bogorejo, Tuban, pada Senin (20/4/2026). Kegiatan dimulai sejak pukul 07.00 WIB dan seluruh peserta mengikuti rangkaian prosesi dari awal hingga akhir sesuai petunjuk yang disampaikan oleh pembimbing.
Kegiatan ini dirancang menyerupai pelaksanaan ibadah haji yang sesungguhnya, mulai dari niat ihram, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, lempar jumrah, hingga tawaf dan sa’i. Para siswa tampak mengenakan pakaian ihram dan mengikuti setiap tahapan dengan penuh kesungguhan, menciptakan suasana yang khidmat sekaligus edukatif.
Kegiatan resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Umi Kulsum. Dalam sambutannya, ia menyampaikan tiga harapan utama. Pertama, kegiatan ini tidak hanya menjadi pembelajaran tentang tata cara berangkat haji, tetapi juga mengandung makna spiritual yang mendalam. “Anak-anak tidak hanya sekadar belajar di kelas, tetapi melalui praktik ini diharapkan terjadi pemantapan materi yang sesungguhnya,” ujarnya.
Kedua, ia menekankan pentingnya pembelajaran disiplin bagi seluruh siswa melalui prosesi manasik yang penuh dengan aturan dan ketertiban. Menurutnya, nilai-nilai kedisiplinan yang diterapkan dalam manasik dapat membentuk karakter siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Ketiga, kegiatan ini bertujuan membangun kecerdasan spiritual peserta didik. “Saya berharap putra-putri MAN 1 Tuban menjadi generasi yang luar biasa, tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara spiritual dan disiplin,” tutup Umi Kulsum.
Plt. Kepala MAN 1 Tuban, Moch. Mustain, yang turut mendampingi jalannya kegiatan, menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta serta dukungan penuh dari Kemenag Kabupaten Tuban. Ia juga menegaskan, kegiatan manasik haji ini merupakan bagian dari pembelajaran praktik keagamaan yang rutin dilaksanakan sebagai upaya membentuk karakter religius siswa.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pengalaman nyata kepada siswa agar mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan ibadah dengan benar dan penuh kesadaran,” ungkapnya.
Selama kegiatan berlangsung, para pembimbing secara aktif memberikan arahan dan koreksi kepada peserta untuk memastikan setiap tahapan dilakukan sesuai tuntunan. Selain itu, panitia juga menyiapkan skenario dan perlengkapan yang mendukung suasana manasik agar semakin mendekati kondisi sebenarnya.
Praktik manasik haji berlangsung lancar, tertib, dan khidmat hingga selesai. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan bekal pengetahuan sekaligus pengalaman berharga bagi siswa dalam memahami dan menghayati makna ibadah haji secara utuh. (Humas)
Editor: Laidia Maryati