Zona Hijau dan Kuning Boleh Pembelajaran Tatap Muka

Hanya daerah zona hijau dan kuning yang boleh melaksanakan pembelajaran tatap muka. Hal itu disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Sahid, dalam acara Sosialisasi Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Semester Genap tahun ajaran 2020/2021 dimasa Pandemi Covid-19 dilingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, di aula PLHUT Kemenag Tuban, Selasa (26/01/2021).

Menurut Kakankemenag Tuban, Sahid, kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga dan masyarakat merupakan prioritas utama dalam menetapkan kebijakan pembelajaran.
“Tumbuh kembang peserta didik dan kondisi psikososial juga menjadi pertimbangan dalam pemenuhan layanan pendidikan selama masa pandemi,” ujarnya.

Ia menuturkan pemberian kewenangan penuh ada pada pemerintah daerah/kanwil/kantor Kemenag dalam penentuan pemberian izin pembelajaran tatap muka. “Pemberian izin dapat dilakukan secara serentak atau bertahab per wilayah kecamatan atau desa,” terangnya.

Penentuan kebijakan pembelajaran harus fokus pada daerah agar sesuai dengan konteks dan kebutuhan. Pemerintah daerah merupakan pihak yang paling mengetahui dan memahami kondisi, kebutuhan dan kapasitas kecamatan atau desa dan ini sangat bervariatif antara satu dengan lainnya. Pengambilan kebijakan pada suatu daerah harus melalui pertimbangan yang holistik dan selaras dengan pengambilan kebijakan pada sektor lain. Menurutnya pembelajaran daring tidak bisa di serap 100 persen, hanya 60 persen.

“Mulai Januari 2021 kebijakan pembelajaran tatap muka dimulai dari pemberian izin oleh Pemerintah Daerah dan tetap dilanjutkan dengan izin berjenjang dari satuan pendidikan dan orang tua,” ucap pria humble ini.
Ia berharap saat ini kualitas madrasah sudah hebat. Namun harus tetap diimbangi dengan peningkatan mutu.
Ia juga menyampaikan bahwa dana BOS Madrasah sekarang tidak turun melalui Kemenag Kabupaten. “Terkait BOS, sekarang langsung ditangani oleh pusat, tidak oleh Kemenag kabupaten karena untuk jalannya proses pembelajaran yg harus cepat,” sambungnya

Sementara itu, Plt. Kadi Pendidikan Madrasah Kemenag Tuban, Hadi Sarjono, mengatakan untuk pembelajaran tatap muka di kabupaten Tuban masih menunggu informasi dari pemerintah setempat. “Untuk itu perlu disiapkan cara pembelajaran yang efektif ditengah pandemi,” ujarnya di hadapan peserta yang terdiri dari perwakilan Kelompok Kerja Madrasah. (lai/irn)

Editor Laidia Maryati

Kakankemenag Tuban, Sahid
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

MAN 1 Tuban Peduli Bencana Alam Mamuju dan Kalsel

Kab.Tuban (MAN 1). Dalam beberapa pekan terakhir ini Indonesia sedang diuji oleh Allah SWT dengan bencana dimana-mana. Covid 19 yang sudah 10 bulan di negara kita ditambah lagi dengan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air Lines, gempa di Mamuju, Banjir di Kalimantan Selatan (dari 13 kabupaten/kota ada 10 kabupaten/kota yang terendam banjir, banjir bandang, tanah longsor).
Dengan adanya fenomena seperti ini, melalui tim ZIS keluarga besar MAN 1 Tuban terketuk untuk mengulurkan tangan bagi saudara-saudara kita yang sangat membutuhkan, khususnya di Mamuju dan Kalimantan Selatan.
Seperti yang dikatakan Kepala Madrasah, M. Badar, walaupun di tengah keprihatinan menghadapi pandemi covid-19 tidak mengurangi rasa kepedulian keluarga besar MAN 1 Tuban terhadap saudara-saudara kita yang telah ditimpa musibah bencana alam. Sesuai sabda Rasulullah SAW, “Khoirunnas Anfa’uhum Linnas, sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Thabrani dan Daruquthni). Atas dasar hadist tersebut, serta rasa kemanusiaan inilah, keluarga besar MAN 1 Tuban berhasil menghimpun donasi dari guru dan pegawai sejumlah Rp 6.246.600, yang disalurkan melalui Kantor Kemenag Kab.Tuban, Selasa (26/1/2021)
“Semoga dengan kita berbagi, Allah jauhkan kita semua dan keluarga dari segala macam musibah dan semoga Allah merahmati kita semua,” pungkasnya. (hms)

Editor Laidia Maryati

MAN 1 Tuban Peduli Bencana Alam Mamuju dan Kalsel
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Silaturahmi ke PBNU, Menag Sampaikan Pesan Presiden tentang Kemandirian Pesantren

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas hari ini bersilaturahmi ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di bilangan Kramat Raya, Jakarta.

Menag dan sejumlah pejabat Kemenag tampak tiba di Kantor PBNU sekitar pukul 15.50 WIB dan langsung bertemu Ketua Umum PBNU Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj. Hadir juga para kiai dan pengurus badan/lembaga otonom di bawah PBNU.

Gus Yaqut memohon doa Kiai Said Aqil dan keluarga besar PBNU dalam mengemban amanah sebagai Menteri Agama dari Presiden Joko Widodo.

“Saya mohon doanya Kiai Said Aqil dan keluarga besar PBNU. Saya menyadari tantangan saya di Kemenag tidaklah mudah, baik yang datang dari dalam maupun dari luar. Presiden tidak memberi waktu panjang kepada saya, melainkan waktu yang pendek,” kata Gus Menteri di Jakarta, Selasa (26/01).

“Salah satu yang diinginkan Presiden itu bagaimana pesantren bisa mandiri secepatnya. Konsep pesantren mandiri itu harus selesai dalam waktu enam bulan. Sekali lagi saya mohon doa dari kyai dan kita semua,” sambungnya.

Menag pun berkisah ketika dirinya ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Agama, orang yang pertama diingatnya adalah Ketua PBNU KH Said Aqil Siradj.

“Malah saat sambutan pertama saya usai dilantik adalah apa yang disampaikan oleh KH Said Aqil Siradj, yaitu agama adalah inspirasi. Alhamdulillah, pernyataan Kiai Said yang saya sampaikan itu bahwa agama adalah inspirasi kini diimplementasikan Sekjen dan seluruh jajaran Kemenag, pusat, dan daerah. Sekali lagi, terima kasih saya diberi nasihat,” ujar Menag.

Kiai Said mengakui tugas Gus Yaqut sebagai Menteri Agama sangat berat. “Amanah yang diemban Menteri Agama sangat berat, terutama dalam mengembalikan agama yang universal dan menginspirasi,” katanya.

“Mari kita doakan Gus Yaqut dalam mengemban amanah dan membangun marwah Kemenag ke depan serta menjadi sentral kemanusiaan. Mudah-mudahan semua langkah Menag diberi karomah dan diberkahi oleh Allah, aamin,” sambung Kiai Said.

Tampak hadir mendampingi Menag, Sekjen Kemenag Nizar Ali, Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin, Dirjen Pendidikan Islam Ali Ramdhani, Direktur PD Pontren Waryono, dan sejumlah Stafsus Menag.

Humas

Silaturahmi ke PBNU, Menag Sampaikan Pesan Presiden tentang Kemandirian Pesantren
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Kemenag dan Pemda Tuban Uji Coba Alat Rukyatul Hilal

Awal tahun 2021 ini Kementerian Agama Kabupaten Tuban mempunyai alat yang memadai dan representatif untuk pelaksanaan Rukyatul Hilal. Alat rukyat ini merupakan bantuan hibah dari Pemerintah Kabupaten Tuban kepada Kemenag Tuban senilai 150 juta dan dilakukan uji coba di halaman Kantor Kemenag Tuban, Selasa, (26/01/2020). Acara ini dihadiri Kakankemenag Tuban, Kabag Kesra, beberapa Kasi, Pranata Humas, Tim dari UIN Walisongo Semarang dan Tim BHR Kabupaten Tuban.

Kabag Kesra Pemerintah Kabupaten Tuban, Eko Yulianto mengapresiasi upaya Kemenag Tuban. “Upaya tahun lalu yang banyak liku-liku nya, alhamdulillah hari ini terlaksana, berkat kerja sama yang baik dan insyaallah bisa meningkatkan pelayanan rukyatul hilal. Proses tidak mengingkari hasil,” ujarnya.
Ia berharap pada pelaksanaan Rukyatul Hilal Awal Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah 1442 H/2021 M nanti sudah memakai alat yang cukup memadai.

Sementara itu, Kakankemenag Tuban, Sahid, dalam sambutannya menjelaskan tahun 2018 mulai sharing dengan Pemda Tuban. “Atas koordinasi yang baik kita dapat tanah di blok Cepu dan di bangun menara, dengan hibah sekitar 300 juta,”terangnya. Ia menambahkan karena pemakaian insidentil menara keropos dan Kemenag mengajukan lagi dana perawatan menara. Mengenai alat-alat ini, pria asli Gresik ini menuturkan selama ini sering meminjam alat, dan sekarang kita mempunyai alat sendiri. “Terimakasih kami ucapkan kepada Pemkab Tuban, mari kita tingkatkan kompetensi SDM utamanya Tim BHR, alat ini diinvestasikan, dirawat dan dijaga, semoga manfaat untuk semuanya,” tuturnya.
Penambahan alat ini merupakan progres yang cukup signifikan, karena dengan bertambahnya fasilitas, maka akan meningkat pula kualitas rukyat.
Dengan bertambahnya alat yang dimiliki, peserta rukyatul hilal baik dari unsur ormas atau pun masyarakat, bisa ikut menikmati prosesi rukyat yang berlangsung dengan ikut memakai alat-alatnya.

Sebagaimana yang kita ketahui bersama, bahwa Kantor Kemenag Tuban mempunyai agenda rutin tiap tahun untuk melaksanakan rukyatul hilal, yaitu awal Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah.
Menurut Ketua BHR Kabupaten Tuban, Mashari, Kemenag Tuban saat ini sudah mempunyai empat macam teleskop, mulai dari yang manual hingga yang motorik (bergerak secara otomatis). “Mulai dari yang sistem altazimut sampai yang ekuatorial. Ini satu paket yang sangat lengkap,” jelasnya.

Selain itu, juga memiliki sebuah fasilitas kamera yang bisa masuk ke dalam teleskopnya dan bisa disambungkan ke laptop atau biasa disebut dengan kamera CCD. Dengan demikian memungkinkan kita untuk merekam dan mengabadikan proses pelaksanaan rukyatul hilal. Ini sangat membantu untuk pengambilan data hilal dan mendokumentasikan gerak hilal dari detik ke detik. Ketika ada kesaksian hilal, hasil rekaman atau dokumentasi bisa menjadi bukti otentik dan empirik yang bisa diakui dan diuji secara sains, artinya dari hasil rukyatul hilal bisa menjadi basis data penentuan awal bulan Qamariyah untuk sidang isbat pemerintah di Kantor Kementerian Agama RI.
Karena ini tersambung ke laptop, sehingga bisa disaksikan secara live di LCD, dan memungkinkan bagi para perukyat untuk ikut menyaksikan hilal dan objek benda langit yang sedang dibidik oleh teleskop. (lai/irn)

Editor Laidia Maryati

Kakankemenag Tuban dan Kabag Kesra Uji Coba Alat Rukyatul Hilal
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Bertemu Uskup Agung Jakarta, Menag Diskusi Penguatan Moderasi Beragama

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Jumat (22/01) petang berkunjung ke Uskup Agung Jakarta Prof Ignatius Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo di Gereja Katedral Jakarta.

Silaturahim bersama Uskup Agung Jakarta ini merupakan kali pertama sejak Yaqut Cholil Qoumas dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Agama.

Menag dan rombongan tiba di pelataran Gereja Katedral sekitar pukul 17.10 WIB dan disambut langsung Uskup Agung Jakarta Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo.

“Kunjungan silaturahim ini sudah lama saya rencanakan. Namun, karena padatnya kegiatan dan acara di Kemenag, sehingga baru sekarang bisa terwujud. Saya senang sekali bisa masuk ke sini. Sebelumnya saya hanya bisa melihat dari luar,” kata Menag mengawali perjumpaan dengan Uskup Agung Suharyo Hardjoatmodjo.

Pertemuan dua tokoh ini mendiskusikan masalah penguatan moderasi beragama. Menag menegaskan bahwa penguatan moderasi beragama sebagai salah satu prioritasnya.

“Visi kebangsaan dan moderasi beragama menjadi prioritas kami,” ujar Gus Menteri, sapaan akrab Menag.

Menurut Gus Menteri, dukungan dari umat Katolik Indonesia sangat dibutuhkan dalam upaya mengemban tugas di Kementerian Agama. Apalagi, Gus Menteri berkomitmen untuk menjadikan Kemenag sebagai milik semua umat.

“Kami tengah membangun cita-cita peradaban manusia ke arah yang lebih baik dari masing-masing agama dan kami mohon bimbingannya,” tutur Gus Menteri.

“Tatanan ke depan hubungan antarumat beragama semoga bisa semakin baik,” sambungnya.

Mewakili Keuskupan Agung Jakarta dan umat Katolik, Uskup Agung Suharyo Hardjoatmodjo menyampaikan terima kasih kepada Menag atas kunjungannya ke Gereja Katedral.

“Kami gembira saat Njenengan ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Agama Republik Indonesia. Sebagai umat, kami mendokan semoga pelayanan yang Bapak Menteri Agama dan jajaran diberkati Tuhan sesuai dengan cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia,” ujar Suharyo Hardjoatmodjo.

Usai saling menyapa, Uskup Agung Jakarta Suharyo Hardjoatmodjo pun mengajak Menag Yaqut untuk meninjau dari dekat Gereja Katedral. Sambil menyusuri Katedral, Uskup Agung Jakarta Suharyo Hardjoatmodjo menyatakan gereja dengan kapasitas 800 jemaat itu kini hanya bisa diisi oleh 160 jemaat dalam menjalani peribadatan atau sekitar 20 persen, akibat pandemi Covid-19.

Di altar utama Gereja Katedral terpampang sebuah tulisan 2021, Tahun Refleksi, Semakin Mengasihi, Semakin Terlibat, Semakin Berkat. Ornamen-ornamen bergaya Neo Gotik yang dibangun oleh arsitek M.J Hulswit ini menambah keindahan bagian dalam Gereja Katedral.

Uskup Agung Suharyo Hardjoatmodjo mengatakan lukisan-lukisan di dinding gereja menjelaskan tentang peristiwa jalan salib yang pernah dialami Yesus Kristus.

Ia menambahkan, keuskupan Agung Jakarta membawahi 37 keuskupan dari Medan hingga Merauke. Sejak tahun 2000, semua uskupnya adalah orang Indonesia di mana tahun sebelumnya ada yang berasal dari Belanda.

“Banyak teman-teman saya di Eropa yang ingin mengenal Islam di Indonesia, khususnya NU dan Muhammadiyah. Menurut mereka, Islam di Indonesia itu berbeda dengan sebagian negara di Timur Tengah,” tandasnya.

Humas

Bertemu Uskup Agung Jakarta, Menag Diskusi Penguatan Moderasi Beragama
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Ribuan Pasien Covid-19 Jalani Isolasi Terpusat di Asrama Haji

Kementerian Agama menyiapkan asrama haji di seluruh provinsi sebagai alternatif pilihan tempat karantina/isolasi terpusat bagi pasien Covid-19. Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Oman Fathurahman mengatakan bahwa hal ini sebagai bagian dari bentuk peran aktif Kemenag dalam upaya pencegahan penyebaran dan penanggulangan Covid-19.

Menurut Oman, Kementerian Agama telah memberikan persetujuan penggunaan asrama haji sebagai pilihan karantina sejak 1 April 2020. Sejak saat itu, sudah ribuan pasien yang menjalani proses karantina di asrama haji.

“Untuk saat ini tercatat ada 677 pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi di beberapa asrama haji di Indonesia,” terang Oman di Jakarta, Kamis (21/01).

“Mereka ada yang orang tanpa gejala atau OTG, dan ada juga orang dalam pemantauan atau ODP,” lanjutnya.

Dijelaskan Oman, selama sepuluh hari penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), angka kasus positif Covid-19 terus melonjak. Berdasarkan data Satgas Covid-19, terhitung sejak PPKM diterapkan pada 11 hingga 20 Januari 2021, total kasus positif yang teridentifikasi mencapai 111.922. Artinya, rata-rata penambahan dalam sehari berkisar 11.192 kasus. “Kami berharap penyiapan asrama haji sebagai tempat isolasi terpusat atau karantina bisa ikut membantu pemerintah dalam penanggulangan penyebaran Covid-19,” harapnya.

Asrama Haji yang saat ini sedang melayani atau ditempati pasien isolasi antara lain Asrama Haji Pondok Gede, Surabaya, Padang, Yogyakarta, Manado Sulawesi Utara, Semarang, Palu, dan Lampung. Untuk Asrama Haji lainnya, ada yang sudah selesai melayani isolasi, dan tetap siap jika dibutuhkan kembali sebagai tempat karantina. Total ada 1.245 kamar yang tersedia untuk seluruh asrama haji.

“Untuk Asrama haji Pondok Gede, selain gedung tempat isolasi yang ditempati pasien ada juga satu gedung yang dipinjamkan sementara kepada Rumah Sakit Haji untuk digunakan sebagai tempat perawatan pasien Covid-19,” tutur Oman.

“Untuk Asrama Haji Bekasi, saat ini sedang disiapkan bersama Pemprov Jawa Barat untuk dijadikan Rumah Sakit Darurat sementara dalam penangan pasien Covid-19,” sambungnya.

Oman menegaskan bahwa sampai saat ini Asrama Haji masih terus disiapkan untuk menjadi tempat karantina/isolasi terpusat percepatan penanganan Covid-19.

Humas

Ribuan Pasien Covid-19 Jalani Isolasi Terpusat di Asrama Haji
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Sinergitas Kemenag dan Pemda Tuban dalam Giat Sosialisasi Juknis Munaqosyah

Kementerian Agama bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Tuban bersinergi dalam giat Sosialisasi Juknis Munaqosyah Tahun 2021, di gedung Korpri, Kamis, (21/01/2021), yang di hadiri oleh Kakankemenag Tuban, Kabag Kesra, Pengurus LPTQ Kabupaten Tuban, Ketua Pokjaluh Kemenag Tuban, Ketua LPTQ kecamatan se kabupaten Tuban, LPI dan
perwakilan pengurus metode bacaan, dengan mengedepankan protokol kesehatan.

Kakankemenag Tuban, Sahid, mewakili Sekda Pemkab Tuban dalam sambutannya menyampaikan para pemuda Islam sekarang ini banyak yang tidak fasih dalam membaca Al-Qur’an. “Untuk mengatasi hal itu harus mengintensifkan belajar membaca Al-Qur’an seperti di TPQ, Pesantren maupun madrasah,” ujarnya. Hal ini sesuai sesuai dengan visi Bupati Tuban yaitu terwujudnya masyarakat Tuban yang lebih religius, maju, bersih dan sejahtera serta peraturan Bupati no 5 tahun 2018 tentang gerakan mengaji dan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa (membentuk generasi yang Qur’ani dan berakhlak mulia).
“Untuk mengetahui dan mengukur tingkat keberhasilan santri selama mengikuti proses pembelajaran perlu diadakan evaluasi/ujian/munaqosyah,” jelasnya.
Disamping itu setelah dilaksanakan munaqosyah ini bisa membuat anak-anak generasi bangsa lebih senang untuk mengaji dan belajar Al Qur’an serta mampu dan bisa baca tulis Al Qur’an, bisa mengerjakan sholat dan do’a sehari2 dengan benar sesuai dengan syariat islam.

Kakankemenag juga mengingatkan kepada yang hadir untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan mengulas tentang arti Covid-19.
“Covid-19, angka 1 itu Ketuhanan, artinya mari kita kembali mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, Allah Sang Khalik. Sedangkan angka 9 bisa di rujuk ke Surat At-taubah yang artinya bertaubat kepada Sang Khalik atas kesalahan yang kita perbuat. Angka 19 merupakan jumlah huruf dalam kalimat bismillahirrahmanirrahim, ” jelasnya. Pria asal kota Pudak ini juga sedikit menyinggung tentang SE Gubernur Jawa Timur no 474 tanggal 18 Januari 2021 tentang Pencegahan Perkawinan Anak dan
SE Bupati Tuban nomor 367
terkait pembatasan kegiatan untuk pengendalian penyebaran Covid-19.

Sementara itu, Kabag Kesra Pemkab Tuban, Eko Yulianto, menyampaikan petunjuk teknis penyelenggaraan munaqosyah TPQ disaat pandemi. “Kondisi pandemi Covid-19 yang masih belum berakhir dan belum dapat dipastikan kapan berakhirnya, mengharuskan menerapkan protokol kesehatan secara ketat sehingga penyelenggaraan munaqosyah santri TPQ tahun 2021 juga dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
“Tujuan dari giat ini adalah menyiapkan anak didik agar menjadi generasi yang Qur’ani, dengan indikator mencintai Al-Qur’an, komitmen dengan Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai bacaan dan pedoman hidup sehari-hari,” ujarnya.

Pelaksanaan munaqosyah dilaksanakan di masing-masing kecamatan secara serentak se-kabupaten Tuban dengan menerapkan protokol kesehatan, diantaranya acara simbolis pembukaan dan penutupan ditiadakan, dalam satu hari pelaksanaan peserta terbatas minimal 110 maksimal 120 dibagi menjadi dua majelis dengan tempat yang berbeda, setiap majelis munaqosyah hanya dihadiri 3 munaqis kabupaten, 2 orang petugas kecamatan, 1 orang panitia kecamatan dan 1 orang operator kecamatan, dalam 1 majelis munaqosyah disediakan 3 ruangan kelas dan yang boleh masuk maksimal 5 orang (1 Munaqis, 1 Panitia dan 3 Peserta), peserta yang belum masuk ruangan disediakan kursi tunggu diluar dengan jarak minimal 1 meter, Munaqis, Panitia dan Peserta wajib memakai masker, sering mencuci tangan dan menjaga jarak, pengantar tidak diperbolehkan masuk area majelis dan menunggu di luar, melarang pedagang apapun di area majelis, pelaksanaan di kecamatan di mulai serentak tanggal 15 Pebruari 2021. (lai/irn)

Editor Laidia Maryati

Sambutan Kakankemenag Tuban dalam Giat Sosialisasi Juknis Munaqosyah
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Sinergitas Kemenag dan Pemda Tuban dalam Giat Sosialisasi Juknis Munaqosyah

Kementerian Agama bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Tuban bersinergi dalam giat Sosialisasi Juknis Munaqosyah Tahun 2021, di gedung Korpri, Kamis, (21/01/2021), yang di hadiri oleh Kakankemenag Tuban, Kabag Kesra, Pengurus LPTQ Kabupaten Tuban, Ketua Pokjaluh Kemenag Tuban, Ketua LPTQ kecamatan se kabupaten Tuban, LPI dan
perwakilan pengurus metode bacaan, dengan mengedepankan protokol kesehatan.

Kakankemenag Tuban, Sahid, mewakili Sekda Pemkab Tuban dalam sambutannya menyampaikan para pemuda Islam sekarang ini banyak yang tidak fasih dalam membaca Al-Qur’an. “Untuk mengatasi hal itu harus mengintensifkan belajar membaca Al-Qur’an seperti di TPQ, Pesantren maupun madrasah,” ujarnya. Hal ini sesuai sesuai dengan visi Bupati Tuban yaitu terwujudnya masyarakat Tuban yang lebih religius, maju, bersih dan sejahtera serta peraturan Bupati no 5 tahun 2018 tentang gerakan mengaji dan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa (membentuk generasi yang Qur’ani dan berakhlak mulia).
“Untuk mengetahui dan mengukur tingkat keberhasilan santri selama mengikuti proses pembelajaran perlu diadakan evaluasi/ujian/munaqosyah,” jelasnya.
Disamping itu setelah dilaksanakan munaqosyah ini bisa membuat anak-anak generasi bangsa lebih senang untuk mengaji dan belajar Al Qur’an serta mampu dan bisa baca tulis Al Qur’an, bisa mengerjakan sholat dan do’a sehari2 dengan benar sesuai dengan syariat islam.

Kakankemenag juga mengingatkan kepada yang hadir untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan mengulas tentang arti Covid-19.
“Covid-19, angka 1 itu Ketuhanan, artinya mari kita kembali mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, Allah Sang Khalik. Sedangkan angka 9 bisa di rujuk ke Surat At-taubah yang artinya bertaubat kepada Sang Khalik atas kesalahan yang kita perbuat. Angka 19 merupakan jumlah huruf dalam kalimat bismillahirrahmanirrahim,” jelasnya. Pria asal kota Pudak ini juga sedikit menyinggung tentang SE Gubernur Jawa Timur no 474 tanggal 18 Januari 2021 tentang Pencegahan Perkawinan Anak dan
SE Bupati Tuban nomor 367
terkait pembatasan kegiatan untuk pengendalian penyebaran Covid-19.

Sementara itu, Kabag Kesra Pemkab Tuban, Eko Yulianto, menyampaikan petunjuk teknis penyelenggaraan munaqosyah TPQ disaat pandemi. “Kondisi pandemi Covid-19 yang masih belum berakhir dan belum dapat dipastikan kapan berakhirnya, mengharuskan menerapkan protokol kesehatan secara ketat sehingga penyelenggaraan munaqosyah santri TPQ tahun 2021 juga dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
“Tujuan dari giat ini adalah menyiapkan anak didik agar menjadi generasi yang Qur’ani, dengan indikator mencintai Al-Qur’an, komitmen dengan Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai bacaan dan pedoman hidup sehari-hari,” ujarnya.

Pelaksanaan munaqosyah dilaksanakan di masing-masing kecamatan secara serentak se-kabupaten Tuban dengan menerapkan protokol kesehatan, diantaranya acara simbolis pembukaan dan penutupan ditiadakan, dalam satu hari pelaksanaan peserta terbatas minimal 110 maksimal 120 dibagi menjadi dua majelis dengan tempat yang berbeda, setiap majelis munaqosyah hanya dihadiri 3 munaqis kabupaten, 2 orang petugas kecamatan, 1 orang panitia kecamatan dan 1 orang operator kecamatan, dalam 1 majelis munaqosyah disediakan 3 ruangan kelas dan yang boleh masuk maksimal 5 orang (1 Munaqis, 1 Panitia dan 3 Peserta), peserta yang belum masuk ruangan disediakan kursi tunggu diluar dengan jarak minimal 1 meter, Munaqis, Panitia dan Peserta wajib memakai masker, sering mencuci tangan dan menjaga jarak, pengantar tidak diperbolehkan masuk area majelis dan menunggu di luar, melarang pedagang apapun di area majelis, pelaksanaan di kecamatan di mulai serentak tanggal 15 Pebruari 2021. (lai/irn)

Editor Laidia Maryati

Sambutan Kakankemenag Tuban dalam Giat Sosialisasi Juknis Munaqosyah
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Kakankemenag Tuban Kukuhkan Pengurus Guru DPK

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban mengukuhkan Pengurus Guru DPK Periode 2020-2023, Kamis (21/01/2021) di gedung PLHUT sekaligus menggelar Sosialisasi Penilaian Kinerja Guru (PKG) dan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) bagi guru. Hadir juga dalam kegiatan ini seluruh pengurus dan perwakilan guru DPK se Kabupaten Tuban.

Usai melantik pengurus, Kakankemenag Tuban, Sahid, dalam sambutannya menyampaikan sebuah organisasi harus ada pimpinan dan ada yang dipimpin. “Yang tidak kalah penting adalah komitmen kerja sama, kekompakan untuk melaksanakan program dan bekal termasuk dana untuk menjalankan program,” jelasnya.

Menurut pria humble ini, ada 4 kompetensi yang harus dikuasai yakni kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional. “Selama ini yang menjadi kendala adalah publikasi ilmiah sehingga dalam kenaikan pangkat sering tersendat,”ujarnya. Beliau juga berpesan untuk semangat dalam menulis dan semangat menjalankan tupoksi. “Siapa yang aktif maka mereka akan berhasil. Mari kita bermuhasabah, lakukan tugas kita sesuai tupoksi karena tanggungjawab tidak hanya pada manusia tetapi juga pada Allah SWT,” imbuhnya. Pria dua anak ini mengajak untuk memahami regulasi-regulasi baru agar pelaksanaan tugas sesuai dengan regulasi. Seperti masa pandemi ini, guru tetap mengajar melalui daring dan luring serta melakukan tugas dengan baik. Terakhir beliau berpesan kuasai tupoksi guru dan kalau bisa bertugas melampaui tupoksi yang ada.

Tidak lupa beliau mengingatkan kewaspadaan terhadap pandemi Covid-19 yang masih berlangsung dan tetap melakukan 3 M (pakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak). Beliau mengajak kepada semua yang hadir untuk ikut peduli dengan saudara setanah air yang sedang tertimpa bencana dengan menyisihkan sebagian rezeki. “Mari kita ikut berempati terhadap keadaan yang terjadi ini, Kemenag Tuban harus ikut peduli meringankan beban saudara kita yang terkena musibah,” lanjutnya.

Setelah pengukuhan dan Pembinaan oleh Kakankemenag Tuban acara dilanjutkan dengan Sosialisasi Penilaian Kinerja Guru (PKG) oleh Pengawas, Ulfa Hayati Muzayanah dan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) bagi guru oleh Koordinator Kepegawaian, Imam Syafi’i. (lai)

Editor Laidia Maryati

Kakankemenag Tuban Kukuhkan Pengurus Guru DPK
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

HAB Kemenag, KUA Palang Santuni Yatim

Dalam rangka HAB Kemenag ke 75
Kua Palang mengadakan acara santunan kepada 25 yatim dan piatu, Rabu, (20/01/2021) di aula KUA setempat. Hadir dalam giat tersebut Kepala Kantor Kemenag Tuban, Camat Palang, 8 penyuluh dan 19 P3N.

Dalam sambutanya Kakankemenag Tuban, Sahid menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas penyelenggaraan kegiatan ini, dan patut bersyukur atas keadaan sekarang ini. “Alhamdulillah kita harus perbanyak rasa syukur bisa berbagi dengan anak yatim dan mengembangkan kegiatan sosial ini,” ujarnya.

Selain itu KUA Palang dinilai mempunyai ciri khusus, setiap kegiatan HAB Kemenag, KUA Palang membuat kegiatan sendiri. Ia berharap kedepan KUA yang lain bisa mengikuti giat seperti ini. Pria asli Gresik ini menambah tema HAB Kemenag kali ini adalah ” Indonesia Rukun”, bukan tanpa dasar, disinyalir akhir-akhir ini banyak terjadi pergeseran seluruh lapisan masyarakat baik dari efek pilkada atau lainya. “Sesuai harapan Menag, Kemenag harus lebih baik dan harus lebih baik lagi.

Terakhir beliau berpesan kepada Penyuluh dan P3N sebagai tokoh masyarakat agar ikut mensosialisasikan SE Gubernur tentang Pencegahan Perkawinan Anak. “Mohon untuk disampaikan ke masyarakat melalui majlis ta’lim dan kelompok pengajian atau melalui khutbah Jum’at, terkait hal tersebut,” imbuhnya.
Seluruh lapisan masyarakat agar mematuhi Undang Undang Perkawinan bahwa usia perkawinan laki-laki dan perempuan minimal 19 tahun. Beliau juga menyinggung SE Bupati Tuban tentang pembatasan kegiatan masyarakat. (Ros)

Editor Laidia Maryati

Kakankemenag Tuban ikut menyantuni Yatim di KUA Palang
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar