Pengawas Madrasah Kemenag Tuban Dorong Guru Madrasah Tingkatkan Kompetensi Melalui Strategi Implementasi Kurikulum Merdeka

 

Kab. Tuban(Humas) — Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Ulfa Hayati Muzayanah, memberikan materi inspiratif tentang Strategi Implementasi Kurikulum Merdeka dan Metode Inovasi Pembelajaran Abad 21 dalam kegiatan Ngopi (Ngobrol Pendidikan Islam) yang digelar di Hotel Mahkota Tuban beberapa waktu lalu.

Kegiatan yang diikuti oleh lebih dari 400 guru madrasah ini merupakan bagian dari program peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru. Acara tersebut merupakan inisiasi Anggota Komisi VIII DPR RI, Haeny Relawati Rini Widiastuti, bekerja sama dengan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya.

Dalam paparannya, Ulfa menekankan pentingnya penerapan strategi pembelajaran yang berorientasi pada siswa. “Intinya, strategi implementasi Kurikulum Merdeka adalah dengan memprioritaskan Teaching at the Right Level melalui pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) untuk membekali siswa dengan kemampuan critical thinking, creativity, collaboration, dan communication,” ujarnya kepada Pranata Humas Kemenag Tuban, Laidia Maryati, Kamis (6/11/2025).

Lebih lanjut, Ulfa menjelaskan  pembelajaran mendalam berorientasi pada 8 dimensi profil lulusan dengan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menyenangkan. Kerangka pembelajarannya mencakup empat aspek utama, yakni pedagogis, kemitraan, lingkungan belajar, dan digital. Seluruh aspek tersebut dirancang untuk memberikan tiga pengalaman belajar kepada peserta didik, yaitu memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan.

“Untuk menerapkan pembelajaran yang mendalam, guru harus memiliki kesiapan kompetensi dan kepiawaian dalam mengajar. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar atau transfer of knowledge, tetapi juga sebagai muaddib yang menanamkan nilai-nilai karakter,” tambahnya.

Ulfa juga menegaskan bahwa guru abad 21 harus memenuhi beberapa kriteria, di antaranya visioner, kreatif, inovatif, berakhlak mulia, memiliki minat baca tinggi, literat dalam menulis karya ilmiah, melek teknologi informasi, serta mampu mengubah pembelajaran dari teacher-centered menjadi student-centered. Selain itu, guru juga diharapkan dapat menghargai keberagaman dalam proses pembelajaran.

Melalui kegiatan ini, diharapkan guru-guru madrasah di Tuban semakin siap menghadapi tantangan pendidikan masa kini, serta mampu menjadi pelaku utama dalam transformasi pendidikan menuju madrasah yang unggul dan berkarakter. (Lai)

Editor: Laidia Maryati

Share :