
Kab. Tuban (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban Umi Kulsum, membuka kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang diselenggarakan di PDF Al Hidayah Laju Kidul, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Senin (8/6/2026). Kegiatan yang diikuti para santri ini bertujuan memberikan pemahaman dan pembekalan kepada remaja dalam mempersiapkan kehidupan berkeluarga secara matang dan bertanggung jawab.
Dalam sambutannya, Umi Kulsum menegaskan BRUS merupakan salah satu upaya preventif untuk menekan angka pernikahan usia dini, stunting, dan perceraian yang masih menjadi tantangan di tengah masyarakat. Menurutnya, para remaja perlu dibekali pemahaman tentang pentingnya kematangan usia, kesiapan mental, serta kemampuan ekonomi sebelum memasuki jenjang pernikahan. Ia juga menekankan bahwa pendidikan dan peningkatan kompetensi harus menjadi prioritas utama selama masa remaja.
“Anak-anak harus mempersiapkan diri sejak masih berada di pesantren dengan memperbanyak ilmu pengetahuan dan meningkatkan kompetensi. Pernikahan tidak boleh dilakukan terlalu dini karena berisiko terhadap kesehatan, pendidikan, dan ketahanan keluarga. Namun demikian, jangan sampai pula seseorang enggan menikah meskipun telah berkarier dan mapan. Semua harus dipersiapkan secara matang sesuai tuntunan agama dan ketentuan yang berlaku,” ujar Umi Kulsum.
Kegiatan BRUS kali ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang untuk memberikan wawasan yang komprehensif kepada peserta. Hadir sebagai narasumber Kepala Puskesmas Singgahan yang menyampaikan materi kesehatan reproduksi remaja dan pencegahan stunting, Penyuluh Keluarga Berencana (PLKB) yang membahas perencanaan kehidupan berkeluarga, Ketua PAC Fatayat NU Singgahan yang memberikan penguatan peran remaja dalam membangun keluarga berkualitas, serta Ketua LTM PCNU Tuban yang menyampaikan materi tentang kesiapan mental dan spiritual menuju keluarga sakinah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri dan remaja usia sekolah memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya mempersiapkan masa depan, mampu mengambil keputusan secara bijaksana, serta menjadi generasi yang sehat, berkualitas, dan siap mewujudkan keluarga yang harmonis dan sejahtera.
Kegiatan berlangsung dengan antusias dan diakhiri dengan sesi diskusi interaktif antara peserta dan para narasumber. (A’la/lai)
Editor: Laidia Maryati