Kemenag Tuban Siapkan Pentasyarufan Ratusan Juta Lebih untuk 1000 Yatim, Sekaligus Sukseskan Program Nasional Rashdul Kiblat

Kab. Tuban (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban menggelar rapat koordinasi persiapan pentasyarufan dana yatim dalam rangka Lebaran Yatim di Aula Kemenag Tuban, Jumat (3/7/2026). Dana yang berhasil dihimpun dari iuran Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag Tuban sudah mencapai sekitar Rp80 juta lebih. Rapat dipimpin Kepala Kantor Kemenag Tuban dan diikuti para kepala seksi, kepala satuan kerja, pengawas madrasah, perwakilan guru DPK, pranata humas, serta penyuluh agama Islam.

Dana yang terkumpul tersebut rencananya akan ditasyarufkan kepada anak-anak yatim di madrasah yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Tuban sebagai bentuk kepedulian ASN Kemenag terhadap peserta didik yang membutuhkan. “Kami berharap seluruh rangkaian Lebaran Yatim dapat berjalan lancar sehingga amanah yang telah dihimpun dari ASN Kemenag Tuban benar-benar memberikan manfaat bagi anak-anak yatim di seluruh wilayah Kabupaten Tuban,” ujar Kepala Kantor Kemenag Tuban.

Ia merencanakan setiap yatim mendapatkan uang 150 ribu x 839 yatim, sehingga total 125. 850.000 rupiah. “Dan kami masih membuka kesempatan bagi ASN yang ingin mentasyarufkan sebagian rizkinya untuk yatim dengan target 1000 yatim,” imbuhnya.

Selain membahas persiapan Lebaran Yatim, rapat juga mengulas pelaksanaan program nasional Rashdul Kiblat. Seluruh satuan kerja dan lembaga di lingkungan Kemenag diinstruksikan untuk turut menyukseskan kegiatan pengukuran arah kiblat. Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Tuban, Mashari, menambahkan bahwa seluruh ASN di lingkungan Kemenag diminta segera mendaftarkan diri melalui admin sebagai peserta kegiatan sosialisasi dan pelaksanaan Rashdul Kiblat.

“Kami mengajak seluruh ASN, kepala KUA, satuan kerja, penyuluh, serta komunitas untuk bersama-sama menyukseskan program Rashdul Kiblat sebagai upaya memastikan arah kiblat masjid dan musala sesuai dengan kaidah yang benar,” kata Mashari. Pendaftaran dan sosialisasi kegiatan dijadwalkan berlangsung pada 1–8 Juli 2026. Sementara itu, puncak fenomena Rashdul Kiblat akan terjadi pada 15–16 Juli 2026, ketika matahari berada tepat di atas Ka’bah. Di Indonesia, momen tersebut dapat dimanfaatkan pada pukul 16.27 WIB untuk melakukan pengecekan atau kalibrasi arah kiblat secara akurat.

Rencananya, kegiatan ini akan melibatkan kepala KUA, satuan kerja, penyuluh agama, bidang BHR, serta berbagai komunitas terkait. Rashdul Kiblat merupakan fenomena astronomi saat matahari berada tepat di atas Ka’bah (titik zenit). Pada waktu tersebut, umat Islam dapat memanfaatkan arah bayangan benda yang berdiri tegak untuk menentukan atau mengkalibrasi arah kiblat dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi. (Rifa/Lai)

Editor:Laidia Maryati

Share :