Kemenag Tuban Perkuat Kurikulum Berbasis Cinta, Kepala Madrasah Didorong Jadi Agen Perubahan Karakter Siswa

<img src="https://kemenagtuban.com/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-17-at-09.32.55-4-150×150.jpeg" alt="" width="150" height="150" class="alignnone size-medium wp-image-20503" /

Kab. Tuban (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Umi Kulsum, menegaskan pentingnya penguatan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai upaya membangun karakter peserta didik yang kuat dan berakhlak mulia. Hal tersebut disampaikan saat memberikan sambutan dalam kegiatan Refleksi Penguatan Nilai KBC di Madrasah Kabupaten Tuban yang digelar di Aula Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Tuban, Rabu (17/6/2026). Dalam kegiatan tersebut, Umi Kulsum didampingi Plt. Kasi Pendidikan Madrasah, Lukman Hakim, serta Pengawas Madrasah, Syamsul Huda dan A. Basyar.

Umi Kulsum menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim Inovasi serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program KBC di lingkungan madrasah. “Kami menyampaikan terima kasih kepada Tim Inovasi dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penguatan Kurikulum Berbasis Cinta. Program ini diharapkan tidak berhenti pada madrasah binaan, tetapi dapat diperluas melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi,” ujarnya.

Menurutnya, tanggung jawab penguatan Kurikulum Berbasis Cinta tidak hanya terbatas pada 10 madrasah binaan. Program tersebut diharapkan mampu menjadi gerakan bersama yang diterapkan secara lebih luas untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pembentukan karakter peserta didik.

Ia juga menekankan peran strategis kepala madrasah dalam keberhasilan implementasi KBC. Pemahaman dan perubahan pola pikir para kepala madrasah dinilai menjadi langkah awal yang menentukan keberhasilan penerapan nilai-nilai cinta dalam proses pendidikan. “Perubahan harus dimulai dari kepala madrasah. Ketika kepala madrasah memahami dan menerapkan nilai-nilai KBC, maka semangat itu akan diteruskan kepada guru dan peserta didik sehingga mampu membentuk karakter yang kuat dan berakhlak mulia,” tegasnya.

Selain itu, Umi Kulsum mengingatkan pentingnya pengembangan program pendidikan pada jenjang MI dan sederajat. Ia juga mengajak orang tua dan pendidik untuk terus memberikan pendampingan kepada peserta didik, termasuk mereka yang telah kembali dari lingkungan pondok pesantren, agar kebiasaan baik yang telah terbentuk dapat terus terjaga.

Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan melalui penguatan karakter peserta didik. “Mari kita siapkan peran dan kontribusi terbaik untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan. Kurikulum Berbasis Cinta harus menjadi ikhtiar bersama dalam membentuk generasi yang berkarakter, berakhlak, dan siap menghadapi masa depan,” pungkasnya.

Sementara itu, Tim Inovasi Madrasah yang diwakili oleh Cahya menjelaskan, program penguatan Kurikulum Berbasis Cinta merupakan hasil kerja sama yang telah dimulai sejak akhir tahun 2025. Sebanyak 10 madrasah binaan menjadi lokasi implementasi program untuk melihat perkembangan, praktik baik, serta berbagai pembelajaran yang dapat diambil dalam penerapan KBC.

Kegiatan refleksi yang dilaksanakan saat ini merupakan evaluasi sementara yang berfokus pada peningkatan kesadaran dan perubahan pola pikir guru sebagai fondasi sebelum implementasi lebih luas kepada peserta didik. “Melalui kegiatan refleksi ini, kami berharap dapat merumuskan program lanjutan yang lebih terarah dan berorientasi pada penguatan karakter peserta didik, sehingga manfaat Kurikulum Berbasis Cinta dapat dirasakan secara nyata di lingkungan madrasah,” jelas Cahya.

Ikut mendampingi dua fasilitator daerah, 2 pengawas madrasah Kabupaten Tuban, Syamsul Huda dan A. Basyar. Melalui penguatan nilai-nilai KBC, Kementerian Agama Kabupaten Tuban berharap madrasah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya karakter, kepedulian, dan budaya cinta yang mampu membentuk generasi unggul di masa mendatang. (Rifa/Lai)

Editor: Laidia Maryati

Share :