
Kab. Tuban (Humas) — Kementerian Agama Kabupaten Tuban melalui Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam menggelar kegiatan Bimbingan Keluarga Sakinah Maslahat sebagai upaya memperkuat ketahanan keluarga di tengah dinamika sosial masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (12/5/2026) di KUA Revitalisasi Kecamatan Tuban.
Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Umi Kulsum. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peran Kementerian Agama dalam pembinaan sosial keagamaan sekaligus penguatan pendidikan keagamaan di tengah masyarakat. Menurutnya, keluarga merupakan pondasi utama dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, religius, dan berakhlak mulia. Karena itu, konsep keluarga sakinah maslahat harus terus diperkuat dan ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Untuk mewujudkan masyarakat yang harmonis dan berakhlak, perlu dibangun keluarga yang maslahat. Nilai maslahat itu tidak berhenti pada keluarga inti saja, tetapi juga harus dapat ditularkan kepada keluarga terdekat hingga lingkungan masyarakat,” jelasnya.Dalam arahannya, Umi Kulsum juga menekankan pentingnya membangun kesadaran bersama bahwa keluarga sakinah maslahat harus menjadi tujuan utama dalam kehidupan berkeluarga. Hal itu dapat diwujudkan melalui penguatan nilai-nilai agama, komunikasi yang sehat, serta tanggung jawab antaranggota keluarga.
Sementara itu, Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Tuban, Mashari, menjelaskan, dalam kegiatan tersebut turut diperkenalkan inovasi layanan “Pelangi Biru” yang merupakan kolaborasi antara Kementerian Agama Kabupaten Tuban dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).
“Inovasi ini memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam mempermudah layanan administrasi keagamaan dan kependudukan secara lebih cepat, efektif, dan terintegrasi,” ujarnya usai acara.
Mashari juga menyoroti masih tingginya angka pernikahan usia dini dan perceraian di Kabupaten Tuban. Untuk itu, pihaknya terus memperkuat sinergi lintas sektor bersama Aisyiyah, Muslimat NU, Dinas Sosial, serta Dinas Pendidikan guna melakukan edukasi, pendampingan, dan penguatan ketahanan keluarga di masyarakat.
Tak hanya membahas ketahanan keluarga, kegiatan ini juga menekankan pentingnya penguatan ekoteologi sebagai implementasi nilai-nilai keagamaan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Salah satu gagasan yang disampaikan adalah gerakan “menanam pohon cinta” oleh pasangan suami istri sebagai simbol komitmen, kasih sayang, sekaligus ketahanan keluarga. Program tersebut diharapkan dapat dikembangkan bersama berbagai stakeholder melalui penanaman pohon di sejumlah lokasi di Kabupaten Tuban.
Gerakan ini diyakini tidak hanya memperkuat nilai-nilai keluarga, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan yang lebih hijau, asri, dan berkelanjutan. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan organisasi sosial keagamaan seperti Muslimat NU dan Aisyiyah, mahasiswa IAINU Tuban, serta sejumlah perwakilan masyarakat. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kepedulian terhadap upaya penguatan keluarga dan pembangunan sosial berbasis nilai keagamaan.(aam/lai)
Editor: Laidia Maryati