Kemenag Gelar Rakor Nasional, Dorong Transformasi Budaya Kerja dan Gerakan Hemat Energi


Kab. Tuban(Humas) — Menindaklanjuti arahan Presiden terkait Gerakan Transformasi Budaya Kerja dan Gerakan Hemat Energi, Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama RI menggelar rapat koordinasi (rakor) secara daring pada Senin (6/4/2026). Kegiatan ini diikuti oleh Ketua Tim Pranata Humas Eselon I, Kantor Wilayah (Kanwil), Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN), serta Pranata Humas Kemenag dari seluruh Indonesia, termasuk dari Kabupaten Tuban, Laidia Maryati.

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag RI, Thobib Al Asyhar, dalam arahannya menyampaikan delapan poin Transformasi Budaya Kerja dan Gerakan Hemat Energi. Salah satu poin utama adalah penerapan pola kerja Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) selama satu hari kerja setiap Jumat, baik di tingkat pusat maupun daerah. Selain itu, dilakukan pembatasan penggunaan kendaraan dinas hingga 50 persen serta dorongan penggunaan transportasi umum dan kendaraan listrik.

Namun demikian, Thobib menegaskan, Kantor Urusan Agama (KUA) tidak diperkenankan menerapkan WFH secara penuh agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal. Untuk mendukung implementasi kebijakan tersebut, Kemenag juga menggaungkan tagar #KitaMulaiCaraBaru dan #CaraBaruKemenag sebagai bagian dari strategi komunikasi publik. Ia menekankan pentingnya mengantisipasi narasi negatif terkait kebijakan WFH dengan penyampaian informasi yang bijak dan menenangkan masyarakat.

“Berikan ketenangan dan pemahaman kepada masyarakat agar tidak resah. Kita harus mampu membangun optimisme melalui pelayanan yang tetap optimal,” ujar Thobib. Ia juga menambahkan bahwa strategi komunikasi harus disampaikan secara satu suara, proaktif, dan diperbarui secara berkala, serta akan dipantau langsung oleh Sekretaris Negara.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Kebijakan Publik, Media, Humas, dan Pengembangan SDM, Ismail Cawidu, mengapresiasi pelaksanaan rakor ini. Ia menilai pentingnya penyamaan persepsi bahwa gerakan ini bukan sekadar efisiensi, melainkan bagian dari transformasi budaya kerja yang lebih luas.

“Dari sekadar penghematan menuju tanggung jawab moral dan institusional, serta dari instruksi menjadi gerakan kolektif. Hemat energi merupakan bagian dari amanat dan mencerminkan akhlak ASN yang berkeadaban,” ungkapnya. Ia juga mendorong penguatan kampanye internal guna menyukseskan gerakan tersebut.

Pranata Humas Kemenag Kabupaten Tuban, Laidia Maryati, menyambut antusias kegiatan ini. Menurutnya, rakor tersebut sangat bermanfaat dalam menyelaraskan strategi komunikasi publik di daerah.
“Kegiatan ini sangat berguna bagi kami di daerah, khususnya dalam menyusun strategi komunikasi terkait Gerakan Transformasi Budaya Kerja dan Gerakan Hemat Energi di Kabupaten Tuban,” ujarnya.

Ia berharap seluruh pranata humas, ASN, dan masyarakat dapat bersama-sama mendukung gerakan hemat energi. Menurutnya, kondisi global, termasuk dampak konflik internasional seperti antara Iran dan Amerika Serikat, turut menjadi pengingat pentingnya efisiensi energi di semua sektor. (Lai)

Editor: Laidia Maryati

Share :