
Kab. Tuban(Humas)–Gerakan ROHIS (Rohani Islam) Jatim Peduli menjadi salah satu program yang menunjukkan kuatnya sinergi antara siswa, sekolah, dan Kementerian Agama dalam menumbuhkan kepedulian sosial di kalangan pelajar. Program ini melibatkan berbagai organisasi Rohani Islam (ROHIS) dari sekolah-sekolah yang berada dalam naungan Pendidikan Agama Islam (PAI) di wilayah Jawa Timur, termasuk Kabupaten Tuban.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pembinaan spiritual siswa, tetapi juga mengajak pelajar untuk aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Melalui gerakan tersebut, para anggota ROHIS dari berbagai SMA dan SMK turut berpartisipasi dalam aksi kepedulian sosial, seperti penggalangan donasi, berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan, serta kegiatan kemanusiaan lainnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Umi Kulsum, menyampaikan apresiasi terhadap gerakan tersebut yang dinilai sejalan dengan program penguatan karakter siswa yang selama ini digagas oleh Kementerian Agama melalui Pendidikan Agama Islam di sekolah.
Menurutnya, kegiatan yang digerakkan oleh ROHIS ini merupakan wujud nyata implementasi nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. “Gerakan ROHIS Jatim Peduli ini sangat positif karena mampu menanamkan nilai kepedulian sosial kepada para pelajar sejak dini. Kami dari Kementerian Agama Kabupaten Tuban tentu mendukung penuh kegiatan yang melibatkan siswa dan sekolah dalam aksi-aksi kemanusiaan seperti ini,” ujar Umi Kulsum, Selasa (17/3/2026).
la menambahkan, program tersebut juga menjadi bagian dari upaya penguatan pendidikan karakter yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan akhlak dan kepedulian sosial generasi muda.
Hal senada disampaikan oleh Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (Kasi PAI) Kemenag Tuban, Imam Syafi’i. la menilai, Gerakan ROHIS Jatim Peduli merupakan salah satu program unggulan yang lahir dari sinergi antara guru PAI, siswa, serta sekolah-sekolah yang berada di bawah pembinaan PAI.
“Program yang dilaksanakan pada tanggal 13 Maret ini menjadi salah satu bentuk nyata dari program unggulan PAI, yaitu membangun karakter religius sekaligus sosial pada peserta didik. Melalui ROHIS, para siswa tidak hanya belajar tentang nilai-nilai agama di kelas, tetapi juga mempraktikkannya dalam kehidupan nyata,” kata Imam Syafi’i.
la juga menegaskan, keterlibatan sekolah dalam program ini menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaannya. Dukungan kepala sekolah, guru PAI, serta organisasi siswa menjadikan kegiatan tersebut berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Sementara itu, Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI SMA Kabupaten Tuban, M. Hasan Luthfi mengatakan, gerakan ini sekaligus menjadi wadah pembinaan bagi siswa yang tergabung dalam ROHIS untuk menyalurkan energi positif mereka melalui kegiatan yang bermanfaat.
“Melalui Gerakan ROHIS Jatim Peduli, para siswa belajar untuk peka terhadap kondisi sosial di sekitarnya. Ini menjadi bagian penting dari pembelajaran karakter yang selama ini kami dorong melalui pendidikan agama di sekolah,” ungkap Hasan Luthfi.
la berharap kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan dan diikuti oleh lebih banyak sekolah di Jawa Timur sehingga semangat kepedulian sosial di kalangan pelajar semakin kuat.
Dengan adanya sinergi antara Kementerian Agama, guru PAI, serta sekolah-sekolah yang berada dalam naungan PAI, Gerakan ROHIS Jatim Peduli diharapkan dapat terus menjadi inspirasi bagi pelajar untuk berperan aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan, sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin di lingkungan pendidikan. (Lut/lai)
Editor: Laidia Maryati