
Kab. Tuban(Humas) – Suasana religius menyelimuti kawasan religi makam Syech Maulana Ibrahim Asmoroqondi, Palang, Tuban. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Umi Kulsum, secara resmi membuka gelaran bergengsi Festival Al Banjari se-Jawa dan Madura, Ahad (5/4/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Haul Syech Maulana Ibrahim Asmoroqondi ini menjadi magnet bagi para pecinta seni hadrah. Sebanyak 68 peserta dari berbagai penjuru Jawa dan Madura berkumpul untuk menunjukkan kemahiran mereka dalam melantunkan syair-syair pujian kepada Baginda Nabi Muhammad SAW.
Dalam sambutannya, Umi Kulsum menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan pengurus yayasan yang telah bekerja keras menyelenggarakan festival skala besar ini. Ia menekankan, seni Al Banjari merupakan sarana dakwah yang efektif dan santun bagi generasi muda.
“Kami sangat mengapresiasi terlaksananya kegiatan ini. Festival Al Banjari bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan media untuk mempererat silaturahmi serta menumbuhkan rasa cinta kepada selawat di kalangan generasi milenial dan Gen Z,” ujar Umi Kulsum di hadapan para peserta.
Lebih lanjut, ia berharap agar syiar melalui seni religi ini tidak berhenti sebagai acara seremonial semata. “Harapan kami, festival ini dapat terlaksana secara rutin setiap tahun. Selain sebagai penghormatan atas perjuangan dakwah Syech Maulana Ibrahim Asmorokondi, ini juga menjadi ikon budaya religi yang membanggakan bagi Kabupaten Tuban,” tambahnya.
Partisipasi 68 kelompok dari berbagai daerah, termasuk delegasi jauh dari ujung timur Jawa hingga Madura, membuktikan bahwa Kabupaten Tuban memiliki daya tarik luar biasa sebagai pusat pengembangan seni Islami. Para peserta memperebutkan gelar juara dengan penilaian yang meliputi aspek vokal, variasi terbang, hingga adab dan penampilan. Hadir pula dalam pembukaan tersebut jajaran Forkopimcam Palang, pengurus Yayasan Makam Syech Maulana Ibrahim Asmorokondi, tokoh agama, serta ribuan pengunjung yang antusias menyaksikan penampilan perdana para peserta di panggung utama. (Fat/lai)
Editor: Laidia Maryati