
Kab. Tuban(Humas) — Dalam rangka memastikan kualitas dan efektivitas pembinaan karakter religius siswa, Tim Bidang Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi program PAISLove Ramadan 1447 H di Kabupaten Tuban beberapa waktu lalu. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Selasa s.d. Rabu, 10-11 Maret 2026 ini menyasar berbagai jenjang pendidikan untuk meninjau langsung implementasi kurikulum “9 Cinta” yang menjadi ruh kegiatan Ramadan tahun ini.
Perwakilan Tim Bidang PAIS Kanwil Kemenag Jatim, Thoriq Al Aziz, mengunjungi beberapa titik lokasi strategis, di antaranya
SDN Kebonsari 2 Tuban, SLB ABD Negeri Tuban, SMA Negeri 4 Tuban dan Sekolah Rakyat Terpadu 18 Tuban.
Salah satu momen paling menyentuh terjadi saat tim mengunjungi SLB ABD Negeri Tuban. Di tengah keterbatasan fisik yang dimiliki, para siswa menunjukkan semangat luar biasa dalam mempelajari agama, mulai dari praktik wudu hingga menghafal doa-doa pendek. Kegigihan anak-anak berkebutuhan khusus ini sempat membuat tim pemantau terharu.
“Kalau kita ingin menjadi orang yang bersyukur, maka perhatikanlah mereka. Kegigihan dan semangat mereka seakan menunjukkan tidak ada beban dalam menjalani hidup, padahal mereka memiliki keterbatasan fisik yang nyata. Bandingkan dengan kita yang lebih sempurna, namun sering kali justru lebih banyak keluh kesah,” ujar Thoriq Al Aziz di sela pemantauan.
Selain memantau jalannya kegiatan, monitoring ini bertujuan untuk menyerap aspirasi langsung dari akar rumput. Tim berdialog aktif dengan kepala sekolah, guru PAI, hingga para siswa untuk menggali masukan terkait pelaksanaan Pondok Ramadan di masa mendatang.
Tujuannya adalah agar kemasan kegiatan Pondok Ramadan tahun depan dapat terus dikembangkan agar lebih relevan, adaptif, dan transformatif sesuai dengan tren serta kebutuhan generasi muda zaman sekarang. Masukan ini dianggap krusial agar nilai-nilai moderasi beragama dan penguatan karakter yang tertuang dalam program PAISLove Ramadan dapat diterima dengan menyenangkan oleh siswa.
Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kemenag Tuban Imam Syafi’i menjelaskan, kegiatan monitoring ini menegaskan pentingnya sinergi antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat dalam membentuk generasi emas 2045 yang berakhlak mulia. “Dengan adanya pemantauan terstruktur ini, diharapkan standar mutu pendidikan agama Islam di Jawa Timur, khususnya di momen Ramadan, dapat terus terjaga dan meningkat setiap tahunnya,” pungkas Imam secara terpisah, Selasa (17/3/2026). (IS/Lai)
Editor: Laidia Maryati