

Kab. Tuban (Humas) – Kementerian Agama Kabupaten Tuban kembali menggelar Anugerah Madrasah Inovasi (AMI) dan Sarasehan Pendidikan 2026 di Graha Sandinya, Selasa (23/6/2026). Kegiatan yang telah memasuki tahun keempat ini diikuti sekitar 1.000 peserta dan 30 nominator AMI dengan mengusung tema “Membangun Citra Lembaga Lewat Jaminan Mutu Pendidikan”.
Acara dibuka oleh Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Syaikhul Hadi, yang hadir mewakili Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas konsistensi Kemenag Tuban dalam menyelenggarakan AMI selama empat tahun berturut-turut. “Tidak semua kabupaten/kota di Jawa Timur mampu menyelenggarakan kegiatan seperti ini. Prestasi dan inovasi yang telah dibangun harus dijaga secara kolaboratif demi mewujudkan madrasah yang unggul dan menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujar Syaikhul Hadi. Ia menegaskan, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga prestasi non-akademik. Menurutnya, transformasi dan inovasi yang berkelanjutan akan menjadi modal penting dalam mewujudkan masyarakat yang rukun, unggul, cerdas, maju, dan maslahat.
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tuban, Umi Kulsum, memaparkan berbagai program inovasi yang telah dikembangkan jajarannya. Beberapa inovasi unggulan tersebut antara lain Si Legen, Si Sukma, Podcast Kemenag, Jamlima (Jambore Literasi dan Moderasi Beragama), Madrasah Ramah Anak, Kampung Moderasi Beragama, hingga rencana pendirian Cafe Religi yang akan menyediakan layanan konsultasi gratis bagi masyarakat.
Selain itu, Kemenag Tuban juga terus mengembangkan program Anugerah Madrasah Inovasi (AMI) serta pendampingan terhadap 10 Madrasah Ibtidaiyah sebagai pilot project implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). “Bersama-sama kita wujudkan madrasah yang unggul dan mendunia melalui inovasi, kolaborasi, dan penguatan mutu pendidikan,” tegas Umi Kulsum.
Ketua panitia, Fatah Yasin, dalam laporannya menjelaskan, kegiatan ini bertujuan mengembangkan arah kebijakan madrasah ke depan sekaligus menjaga kualitas pendidikan madrasah. Pada kesempatan tersebut juga ditayangkan video selayang pandang perjalanan AMI sebagai bentuk refleksi atas capaian inovasi madrasah di Kabupaten Tuban.
Kegiatan semakin semarak dengan pelaksanaan Sarasehan Pendidikan yang menghadirkan Penasehat Ahli Menteri Agama RI sekaligus Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Nur Syam, sebagai narasumber utama. Sarasehan dipandu oleh Pengawas Madrasah Hadi Irhamni dan Kepala MIN 1 Tuban, Shorihatul Inayah.
Dalam paparannya, Prof. Nur Syam mengapresiasi perkembangan madrasah di Kabupaten Tuban. Ia menilai bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak selalu ditentukan oleh besarnya anggaran, melainkan budaya mutu yang tumbuh di lingkungan pendidikan. “Strategi pendidikan saat ini harus mampu mengubah jaminan mutu menjadi narasi citra lembaga. Mutu yang baik harus bisa dirasakan dan dipercaya masyarakat,” ungkap Prof. Nur Syam.
Pria asal Merakurak itu juga mengutip pesan almarhum KH. Hasyim Muzadi mengenai tiga kunci pendidikan bangsa, yakni pendidikan harus berkarakter, politik harus beretika, serta tidak membedakan yang sama dan tidak menyamakan yang berbeda.
Pada puncak acara, panitia mengumumkan para peraih terbaik Anugerah Madrasah Inovasi (AMI) 2026 pada bidang Literasi, Entrepreneur, dan Smart dari jenjang RA, MI, MTs, hingga MA. Untuk bidang Literasi, juara terbaik diraih oleh RA Al Ikhlas Perbon, MI Hidayatun Najah Tuban, MTs Salafiyah Asy-Syafi’iyah Jatirogo, dan MA Assalam Bangilan. Sementara pada bidang Entrepreneur, penghargaan terbaik diberikan kepada RA Munirul Wathon Widang, MI NU Hidayatun Najah Tuban, MTs Salafiyah Merakurak, dan MA Salafiyah Merakurak.
Adapun pada bidang Smart, penghargaan terbaik diraih oleh RA Manbail Futuh Jenu, MI Sunan Bejagung Semanding, MTs Miftahul Huda Palang, serta MA Al Hidayah Laju Kidul Singgahan. Melalui penyelenggaraan AMI 2026, Kemenag Tuban berharap budaya inovasi dan peningkatan mutu pendidikan terus tumbuh di lingkungan madrasah, sekaligus memperkuat citra lembaga pendidikan Islam yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global (lai)
Editor:Laidia Maryati