
Kab Tuban(Humas) – Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) Kabupaten Tuban menggelar pertemuan strategis untuk memperkuat komitmen peningkatan mutu pendidikan madrasah di Bumi Wali. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (06/04/2026) ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban Umi Kulsum, didampingi Plt. Kasi Pendidikan Madrasah dan jajaran pengurus KKMI Kabupaten Tuban.
Ketua KKMI Kabupaten Tuban, Fatah Yasin, dalam sambutannya menekankan pentingnya kemandirian satuan pendidikan dalam melakukan penilaian siswa. Merujuk pada regulasi Dirjen KSKK, madrasah kini memiliki ruang luas untuk berinovasi demi kepentingan peserta didik.
Senada dengan hal tersebut, Plt. Kasi Pendidikan Madrasah, Lukman Hakim, menyoroti tuntutan revitalisasi satuan pendidikan melalui digitalisasi. Ia mengingatkan, keunggulan madrasah tidak boleh hanya terpaku pada capaian akademik semata.
”Yang jauh lebih utama adalah mencetak siswa yang memiliki iman sempurna dan berakhlak mulia. Kepala Madrasah harus mampu merumuskan strategi ini dengan matang,” ujar Lukman. Ia juga memaparkan jadwal evaluasi pembelajaran, yakni Tes Kompetensi Akademik (TKA) pada 22–30 April 2026, yang akan disusul oleh Ujian Madrasah pada 4–9 Mei 2026.
Madrasah Harus “Layak Jual” dan Berdaya Saing.
Dalam arahan dan pembinaannya, Kepala Kantor Kemenag Tuban, Umi Kulsum memberikan apresiasi tinggi kepada KKMI di semua tingkatan sebagai garda terdepan pelaksana program. Ia mengajak seluruh warga madrasah untuk bangga membesarkan komunitas profesi seperti KKM, KKG, dan PGMI demi keselarasan visi dengan Seksi Pendidikan Madrasah.
”Kewajiban kita adalah berusaha maksimal agar lulusan madrasah menjadi sosok yang ‘layak jual’ dan mampu bersaing secara kualitas saat disandingkan dengan sekolah umum,” tegas Umi Kulsum.
Terkait Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM), ia memberikan instruksi strategis mengenai keberlanjutan pendidikan siswa. “Kita harus memastikan rantai pendidikan tidak terputus. Lulusan RA wajib diarahkan ke MI, lulusan MI ke MTs, dan MTs berlanjut ke MA. Di tengah tantangan pendirian lembaga baru yang kini tidak lagi diatur jaraknya, madrasah harus menunjukkan keunggulan nyata agar tidak dipandang sebelah mata,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Kakankemenag Tuban juga memaparkan tiga program unggulan yang akan menjadi fokus ke depan:
Gerakan Madrasah Unggul Literasi: Mendorong madrasah mengambil spesialisasi keunggulan tertentu melalui Anugerah Madrasah Inovasi (AMI).
Pertama, percepatan agar siswa MI lancar membaca Al-Qur’an dan hafal Juz 30, yang ditargetkan akan diwisuda secara serentak saat kelulusan. Selanjutnya, menargetkan setiap guru menghasilkan karya tulis atau buku untuk dirinya dan siswanya sebagai warisan intelektual bagi siswa.
Menutup arahannya, Umi Kulsum menekankan pentingnya pemetaan madrasah unggul, pembentukan komite yang aktif, serta pemberian motivasi bagi yayasan.
”Sedikit siswa tidak menjadi masalah, asalkan mereka dibina menjadi pribadi yang berprestasi. Kedepan, kami akan menggelar seminar pendidikan besar untuk meningkatkan kompetensi Kepala dan Guru Madrasah demi kemajuan pendidikan Islam di Kabupaten Tuban,” pungkasnya. (Humas/Lai)
Editor: Laidia Maryati