
Surabaya (Humas) — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur menggandeng Kelompok Kerja (Pokja) Humas menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Kehumasan dengan fokus pada media handling dan manajemen isu. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari di Hotel Leedon Surabaya ini diikuti oleh seluruh pranata humas dan pelaksana humas Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, termasuk Pranata Humas Kankemenag Kabupaten Tuban, Laidia Maryati.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, didampingi Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Jatim, Syaikul Hadi.
Dalam arahannya, Akhmad Sruji Bahtiar menekankan pentingnya peran humas dalam menyampaikan berbagai program dan kinerja Kementerian Agama kepada masyarakat. Menurutnya, berbagai kegiatan yang dilaksanakan Kemenag perlu dikomunikasikan secara baik agar diketahui dan memberikan manfaat yang lebih luas.
“Sebesar apa pun kegiatan yang kita lakukan, kalau tidak dipublikasikan, masyarakat tidak akan mengetahui manfaatnya. Kementerian Agama banyak bekerja dalam bentuk pelayanan dan program, bukan semata-mata bangunan fisik. Karena itu, humas menjadi corong Kementerian Agama,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan jajaran humas untuk tidak hanya berupaya membendung informasi negatif atau hoaks, tetapi aktif mengimbanginya dengan pemberitaan yang positif, faktual, dan bermanfaat.
“Membendung berita hoaks tidak mungkin dilakukan sepenuhnya. Yang bisa kita lakukan adalah mengimbanginya dengan terus menyiarkan berita-berita positif. Bermedia sosiallah dengan bijak, ramah, santun, dan jangan sampai menyakiti siapa pun,” pesannya.
Akhmad Sruji Bahtiar juga meminta humas memiliki kemampuan menyaring informasi sebelum dipublikasikan. Setiap konten yang disampaikan kepada publik harus mampu membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi.
“Humas harus memfilter kegiatan sebelum dipublikasikan. Sajikan hal-hal yang dapat meningkatkan trust masyarakat. Kalau perlu, lakukan survei untuk mengetahui bagaimana respons publik. Jangan lupa membudayakan literasi dan membangun kemampuan networking yang baik,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Tim Humas, Protokol dan Komunikasi Publik Kanwil Kemenag Jatim, Erma Firdiana, menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sekaligus kualitas sumber daya manusia yang menangani bidang kehumasan.
“Giat ini merupakan upaya peningkatan kapasitas dan sumber daya manusia yang menangani kehumasan. Peserta tidak hanya dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, tetapi juga diikuti oleh tim Kanwil Kemenag Jawa Timur,” jelasnya.
Materi media handling dan manajemen isu disampaikan oleh Deputy Head of Corporate Communications I Government Relations I Corporate Affairs I Mining & Heavy Industry I Crisis & Reputation Management I Community Development, Indriani Siswati.
Dalam pemaparannya, Indriani menekankan pentingnya kemampuan analisis data bagi praktisi hubungan masyarakat di era 2026. Kemampuan tersebut dinilai dapat membantu humas mendengar, memahami, dan merespons berbagai persoalan komunikasi secara lebih tepat.
“Skill for public relations di 2026 adalah kemampuan memahami dan menganalisis data. Dengan kemampuan tersebut, public relations dapat mendengar dan memahami lebih banyak serta mampu menyelesaikan berbagai isu komunikasi yang berdampak pada hasil dan mendukung perkembangan institusi,” paparnya.
Dalam materi media handling, peserta juga dibekali sejumlah prinsip dasar dalam menghadapi media, di antaranya tetap tenang dan profesional, berhati-hati dalam menyampaikan informasi, serta selalu berbicara berdasarkan data.
Sementara dalam materi manajemen isu, dijelaskan bahwa pengelolaan isu merupakan fungsi manajemen yang dilakukan secara proaktif dengan mengevaluasi opini publik, baik internal maupun eksternal, mengidentifikasi berbagai hal atau kejadian yang berpotensi memberikan dampak negatif terhadap organisasi, serta menangani isu sebelum berkembang menjadi krisis.
Pranata Humas Kankemenag Kabupaten Tuban, Laidia Maryati, menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, forum peningkatan kapasitas seperti ini sangat dibutuhkan oleh para pranata humas untuk memperkuat kompetensi sekaligus menyamakan persepsi dalam menghadapi berbagai dinamika komunikasi publik.
“Kami menyambut sukacita kegiatan ini. Terimakasih kanail Kemenag jatim dan Pokja Humas, yang sudah memfasilitasi, giat seperti ini sangat diharapkan para pranata humas, terutama untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan kemampuan dalam handling isu. Dengan pembekalan yang tepat, kami dapat lebih siap menghadapi berbagai situasi komunikasi dan menyampaikan informasi Kementerian Agama kepada masyarakat secara baik, bijak, dan bertanggung jawab,” ungkapnya, Selasa (22/9/2026).
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para pranata dan pelaksana humas Kemenag se-Jawa Timur semakin profesional dalam mengelola informasi, membangun komunikasi dengan media, serta menangani isu secara cepat, tepat, dan terukur sehingga kehadiran Kementerian Agama semakin dekat dan dipercaya oleh masyarakat.(lai)
Editor:Laidia Maryati