
Kab. Tuban (Humas) — Komunitas Ronggolawe Press Solidarity (RPS) Tuban menggelar Sekolah Jurnalistik di Aula MAN 2 Tuban, Rabu kemarin. Sekitar 30 pelajar mengikuti kegiatan yang bertujuan memperkenalkan dasar jurnalistik dan mendorong penggunaan media digital secara bijak.
Kepala Kantor Kemenag Tuban, Umi Kulsum, mengajak peserta lebih kritis dalam menerima informasi di media sosial. Ia juga mengingatkan pentingnya menyaring berita sebelum membagikannya serta memanfaatkan teknologi untuk kegiatan positif, termasuk membangun personal branding.
“Dalam pelatihan tersebut, peserta mempelajari mobile journalism, prinsip 5W+1H, serta teknik dasar pengambilan video menggunakan ponsel. Materi juga mencakup rule of thirds dan cara menjaga kestabilan gambar saat merekam,” ujar Umi Kulsum, Kamis (24/9/2026).
Peserta turut mendapat pemahaman mengenai kondisi industri migas di Indonesia dan konsep dasar jurnalistik. Sri Wiyono menjelaskan bahwa berita harus menarik, tetapi tetap akurat, terverifikasi, memiliki nilai berita, dan dibuat sesuai kode etik jurnalistik.
Materi Reporter TikTok kemudian mengajak peserta mengenal cara menyampaikan informasi melalui platform seperti TikTok dan Instagram. Penyajian boleh dibuat santai dan dekat dengan penonton, namun tetap harus mengutamakan fakta serta sumber yang jelas.
Sebagai praktik, peserta membuat video berita berdurasi maksimal tiga menit.
Ifa, peserta dari SMK Plus Al-Hadi, mengaku senang karena kegiatan tersebut menambah wawasan sekaligus memperluas pertemanan.
Peserta MAN 2 Tuban, ‘Aqil, berharap generasi muda terus bersemangat meliput berbagai peristiwa di sekitarnya. Menurutnya, informasi merupakan bagian penting dalam kehidupan.
Melalui kegiatan ini, RPS Tuban mendorong pelajar untuk lebih kreatif mengikuti perkembangan media digital tanpa mengabaikan akurasi dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi. (Humas/Lai)
Editor: Laidia Maryati