
Kab. Tuban(Humas)–Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 18 Tuban, Selasa (10/2/2026). Pada tahun pertama operasionalnya ini, sekolah tersebut menempati gedung BLKI Tuban di Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo. Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Kepala Seksi (Kasi) PAIS Kemenag Tuban bersama Pengawas PAI guna memantau efektivitas pembelajaran agama bagi para siswa yang memiliki latar belakang beragam.
Populasi Siswa yang terukur
Sekolah Rakyat Terintegrasi 18 Tuban saat ini menaungi dua jenjang pendidikan, yakni SMP sebanyak 1 rombongan belajar (rombel) dengan total 25 siswa, serta jenjang SMA yang juga terdiri dari 25 siswa. Meskipun secara jumlah terlihat ramping, keberagaman latar belakang siswa di setiap jenjang menjadi fokus utama perhatian Kemenag.
Kultur Unik dan Tantangan Minat Belajar
Dalam kunjungannya, Kasi PAIS Kemenag Tuban menyoroti keistimewaan sekolah ini dibandingkan lembaga pendidikan formal lainnya. Ia menilai lokasi di BLKI dan sistem terintegrasi ini menciptakan kultur yang berbeda. “Sekolah rakyat adalah sekolah yang unik dan beda dengan sekolah pada umumnya, terkait kultur dan latar belakang. Tantangan dari guru PAI adalah minat dari siswa-siwinya terkait pembelajaran, selain kultur dan latar belakang siswanya yang sangat heterogen,” jelas Kasi PAIS Imam Syafi’i.
Optimalisasi Pembelajaran di Tengah Perbedaan
Pengawas PAI turut mendampingi memberikan arahan agar para pendidik mampu menyusun metode pengajaran yang fleksibel. Heterogenitas siswa di jenjang SMP maupun SMA menuntut pendekatan yang lebih personal agar nilai-nilai agama dapat terserap secara optimal.
Monev ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memastikan bahwa meski masih bertempat di BLKI Tuban, kualitas pendidikan agama bagi 50 siswa-siswi angkatan pertama ini tetap berjalan sesuai standar mutu yang diharapkan oleh Kementerian Agama. (Humas Pais/Lai)
Editor: Laidia Maryati