Program Pro Berkah; Kepala Kemenag Tuban Salurkan Zakat Profesi ASN di Desa Karang Agung Palang


Kab. Tuban (Humas) – Puluhan warga Desa Karang Agung, Kecamatan Palang, menerima bingkisan Ramadan dalam kegiatan Pro Berkah (Program Berjamaah, Kultum, Baca Al-Qur’an dan Hidup Berbagi) yang digelar di Masjid Al Asyhar, Senin (2/3/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Umi Kulsum, bersama jajaran.

Bingkisan Ramadan disalurkan kepada puluhan anak yatim, kaum dhuafa, serta jemaah salat Dzuhur. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Yayasan, jajaran takmir masjid, Ketua MWC NU, Pengurus Cabang Muhammadiyah, perwakilan Muslimat NU, Aisyiyah, serta BKMT.

Dalam sambutannya, Umi Kulsum menyampaikan, kegiatan Pro Berkah terlaksana berkat amanah dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag Tuban yang telah mengumpulkan zakat profesi. Dana zakat tersebut kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian dan semangat berbagi di bulan suci Ramadan.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh ASN Kemenag Tuban yang telah mempercayakan zakat profesinya untuk disalurkan melalui kegiatan ini. Semoga menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.

Sebelum penyerahan bingkisan, Umi Kulsum juga memberikan kultum tentang tingkatan orang berpuasa. Mengutip pendapat Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin, ia menjelaskan bahwa puasa terbagi menjadi tiga tingkatan.

Pertama, Puasa Umum (awam/fisik), yakni puasa pada tingkat dasar yang hanya menahan diri dari lapar, haus, dan hubungan suami istri sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. “Banyak orang berada di level ini,” jelasnya.

Kedua, Puasa Khusus (istimewa/anggota tubuh), yaitu puasa orang-orang saleh yang tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga pancaindra—mata, telinga, lidah, tangan, dan kaki dari perbuatan dosa dan maksiat. Mereka menjaga etika dan perilaku agar tidak mengurangi nilai puasa.

Ketiga, Puasa Khususil Khusus (sangat istimewa/hati), yakni tingkatan tertinggi. Pada tahap ini, seseorang tidak hanya menahan diri secara fisik, tetapi juga menjaga hati dari pikiran-pikiran duniawi dan memfokuskan seluruh jiwa kepada Allah SWT.

Menurutnya, pembagian tingkatan puasa tersebut menjadi panduan agar umat Islam tidak sekadar memperoleh lapar dan dahaga, tetapi benar-benar mencapai esensi puasa sebagai sarana pensucian jiwa dan peningkatan ketakwaan.
Melalui kegiatan Pro Berkah, Kemenag Tuban berharap semangat berbagi dan memperdalam makna ibadah puasa dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. (Lai)

Editor: Laidia Maryati

Share :