Pengukuhan Pengurus IPRAHUMAS Kemenag, Perkuat Kompetensi Humas Hadapi Era AI dan Komunikasi Krisis

Kab. Tuban (Humas)– Pengukuhan Pengurus Cabang Ikatan Pranata Humas (IPRAHUMAS) Kementerian Agama dilanjutkan dengan pembinaan sumber daya manusia (SDM) kehumasan menjadi kegiatan penting untuk memperkuat kapasitas dan kompetensi pranata humas di lingkungan Kementerian Agama.

Kegiatan yang berlangsung Kamis (17/9/2026), pukul 10.00 hingga 15.00 WIB tersebut diikuti secara luring dari Jakarta dan secara daring yang diikuti oleh sekitar 700 insan humas Kementerian Agama dari berbagai daerah, termasuk Pranata Humas Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Laidia Maryati. Kegiatan juga dihadiri jajaran pimpinan Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama RI.

Dalam pembinaan tersebut, Dewan Pembina PC IPRAHUMAS Kemenag, Dr. Drs. Ismail Cawidu, M.Si., menyampaikan materi bertajuk “Strategi Komunikasi Kementerian Agama”. Ismail menekankan bahwa humas Kementerian Agama bekerja pada ranah komunikasi yang kompleks dan sensitif. Karena itu, peran humas tidak cukup hanya menyampaikan informasi atau menjadi corong lembaga, tetapi harus mampu menjadi jembatan komunikasi antara institusi dengan masyarakat.

“Humas Kementerian Agama harus menjadi telinga lembaga, bukan hanya mulutnya. Tugas humas bukan sekadar menyampaikan apa yang ingin disampaikan lembaga, tetapi juga mendengar, membaca situasi, dan memahami kebutuhan publik,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun reputasi lembaga, bukan sekadar melakukan glorifikasi. Kepercayaan publik, menurutnya, dibangun melalui komunikasi yang konsisten, terbuka, akurat, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Salah satu tantangan yang menjadi perhatian adalah perubahan pola generasi muda dalam memperoleh informasi keagamaan. Platform seperti TikTok, Reels, dan Shorts kini menjadi ruang yang banyak digunakan generasi muda untuk belajar dan mencari informasi agama.

Menurut Ismail, algoritme media sosial cenderung menyodorkan konten yang viral, bukan selalu konten yang benar, akurat, atau moderat. Ketika kanal resmi tidak hadir secara aktif, ruang tersebut berpotensi diisi oleh informasi yang sepotong atau bahkan ekstrem.

“Kalau kanal resmi sepi, ruang itu akan diisi oleh suara lain. Karena itu, humas Kementerian Agama harus hadir di feed yang sama dengan menghadirkan konten keagamaan yang akurat, edukatif, dan moderat,” jelasnya.

Selain itu, perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) turut menjadi perhatian. Humas diperbolehkan memanfaatkan AI dalam mendukung pekerjaan, namun tetap harus memiliki kemampuan literasi AI yang baik, termasuk memahami batasan, risiko, serta aspek etika penggunaannya.

“Humas boleh menggunakan AI, tetapi humas harus lebih pintar dari AI. Karena itu, diperlukan pedoman penggunaan AI sekaligus peningkatan kapasitas agar teknologi menjadi partner kerja, bukan menggantikan peran strategis humas,” tegas Ismail.

Dalam paparannya, Ismail juga mendorong pranata humas untuk memperkuat komunikasi krisis, menempatkan humas pada posisi strategis dalam lembaga, serta membangun kompetensi sebagai think tank kehumasan. Humas diharapkan tidak hanya menjadi pelaksana teknis, tetapi mampu menjadi otak strategi komunikasi dan jembatan komunikasi keagamaan yang turut menjaga kepercayaan publik serta kerukunan umat.

Pembinaan kemudian dilanjutkan dengan materi “Strategi Pembentukan Opini Publik” yang disampaikan Dewan Pakar PC IPRAHUMAS Kemenag, Prof. Dr. H. Iswandi Syahputra, M.Si. Sementara itu, Dewan Pakar PC IPRAHUMAS Kemenag lainnya, Prof. Dr. Gun Gun Heryanto, M.Si., menyampaikan materi “Protokol Komunikasi Krisis Pemerintah”.

Ketiga materi tersebut memberikan penguatan dari sisi strategi komunikasi, pembentukan opini publik, hingga kesiapan menghadapi situasi krisis komunikasi di lingkungan pemerintahan.

Pranata Humas Kemenag Kabupaten Tuban, Laidia Maryati, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada para pranata humas yang dikukuhkan sebagai pengurus IPRAHUMAS, khususnya perwakilan dari Jawa Timur, Pranata Humas Kementerian Agama Kabupaten Jombang, Desi Umiati Kulsum.

“Selamat dan sukses kepada seluruh rekan-rekan pranata humas yang telah dikukuhkan sebagai pengurus, khususnya perwakilan Jawa Timur. Alhamdulillah, seluruh materi yang disampaikan sangat menarik dan benar-benar ‘berisi daging semua tanpa lemak’,” kelakarnya.

Laidia menambahkan, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat kapasitas dan kompetensi SDM kehumasan Kementerian Agama, terutama dalam menghadapi perubahan ekosistem komunikasi yang semakin cepat dan kompleks.

“Pembinaan seperti ini sangat penting agar pranata humas tidak hanya semakin terampil dalam membuat dan menyampaikan informasi, tetapi juga semakin kuat dalam strategi komunikasi, memahami opini publik, menghadapi krisis, serta bijak memanfaatkan teknologi AI,” pungkasnya. (Lai)

Editor:Laidia Maryati

Share :