
Kec. Merakurak (Humas) – KUA Kecamatan Merakurak menggelar soft launching Program Ekoteologi SEJOLI (Sepohon Cinta Sejuta Lestari), sebuah inovasi yang mengintegrasikan pelestarian lingkungan dengan pembinaan keluarga sakinah. Program ini mengusung semangat ekologi sebagai bagian dari ikhtiar membangun keluarga yang harmonis sekaligus peduli terhadap kelestarian alam.
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin. Materi disampaikan oleh Kepala KUA Merakurak, Nurul Yaqin Anas, para Penyuluh Agama Islam, serta tim dari Puskesmas Merakurak. Para calon pengantin mendapatkan bekal tentang keluarga sakinah, psikologi perkawinan, serta kesehatan reproduksi sebagai fondasi membangun rumah tangga yang berkualitas.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Mashari, yang sekaligus melakukan seremonial soft launching Program SEJOLI didampingi Kepala KUA Merakurak.
Dalam sambutannya, Nurul Yaqin Anas menjelaskan, Program SEJOLI bukan sekadar kegiatan penanaman pohon, melainkan gerakan berkelanjutan yang menghubungkan cinta, keluarga, dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Setiap bibit pohon yang kami berikan kepada calon pengantin diharapkan menjadi simbol cinta yang terus tumbuh. Pohon tersebut bukan hanya ditanam, tetapi juga dirawat sebagai monumen perjalanan rumah tangga mereka. KUA Merakurak akan melakukan pemantauan secara berkala, tidak hanya terhadap pertumbuhan pohonnya, tetapi juga perkembangan kehidupan rumah tangga pasangan tersebut,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan hari ini merupakan soft launching. Ke depan, KUA Merakurak akan menggelar launching resmi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, pemerintah daerah, serta lintas sektor sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program.
Keunikan Program SEJOLI terletak pada mekanisme pelaksanaannya. Bibit pohon diperoleh melalui dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari berbagai mitra lintas sektor. Bibit tersebut kemudian diberikan kepada setiap calon pengantin untuk ditanam dan dirawat. Selanjutnya, KUA Merakurak akan melakukan monitoring pada setiap triwulan melalui instrumen visitasi dengan metode sampling. Evaluasi tidak hanya berfokus pada kondisi tanaman, tetapi juga pada perkembangan dan keharmonisan rumah tangga pasangan yang telah menikah.
Sementara itu, Kasi Bimas Islam Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Mashari, memberikan apresiasi atas lahirnya inovasi tersebut. “Program SEJOLI merupakan inovasi yang sangat baik karena mampu mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan, kepedulian terhadap lingkungan, dan pembinaan keluarga. Harapan kami, program ini dapat berjalan secara berkelanjutan, menjadi inspirasi bagi KUA lainnya, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan kelestarian lingkungan,” ungkapnya.
Melalui Program Ekoteologi SEJOLI, KUA Merakurak berharap dapat menumbuhkan kesadaran bahwa membangun keluarga sakinah tidak hanya diwujudkan melalui keharmonisan rumah tangga, tetapi juga melalui kepedulian terhadap alam sebagai amanah yang harus dijaga bersama. (Nissa)
Editor:Laidia Maryati