KUA Tambakboyo Perkuat Kesiapan Calon Pengantin melalui Bimwin Mandiri Terpadu

Kab. Tuban (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tambakboyo terus berkomitmen meningkatkan kualitas dan kesiapan calon pengantin melalui pelaksanaan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Mandiri Terpadu. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Puskesmas Tambakboyo, Kamis kemarin, dan diikuti oleh 15 pasang calon pengantin.

Bimwin Mandiri Terpadu ini menghadirkan narasumber dari berbagai bidang, meliputi Kepala KUA Tambakboyo, Kepala Puskesmas Tambakboyo, Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), Penyuluh Agama Islam (PAI), serta Penghulu KUA Tambakboyo.

Kolaborasi lintas bidang tersebut memberikan pembekalan secara komprehensif kepada para calon pengantin. Materi yang disampaikan mencakup pemahaman keagamaan tentang pembentukan keluarga sakinah, kesehatan reproduksi, pencegahan stunting, perencanaan keluarga, hingga manajemen konflik dalam rumah tangga.

Selain menerima materi, peserta juga mengikuti evaluasi melalui pre-test sebelum pembelajaran dan post-test setelah seluruh materi disampaikan. Evaluasi yang disusun oleh Pengawas PAIS tersebut bertujuan mengetahui tingkat pemahaman peserta terhadap materi Bimwin yang telah diberikan.

Kepala KUA Tambakboyo, Khoirul Muqim, menyampaikan, Bimwin tidak sekadar menjadi kegiatan pembekalan sebelum pernikahan, tetapi merupakan bagian penting dalam mempersiapkan calon pengantin agar memiliki bekal yang cukup dalam membangun kehidupan keluarga.

“Melalui Bimwin Mandiri Terpadu ini, kami ingin memastikan calon pengantin memiliki kesiapan yang utuh, baik secara fisik, mental, maupun spiritual. Karena membangun keluarga membutuhkan pengetahuan, kesiapan, dan komitmen bersama,” ujar Khoirul Muqim, Jumat (2/10/2026).

Menurutnya, sinergi antara KUA, Puskesmas, PLKB, Penyuluh Agama Islam, dan Penghulu menjadi langkah strategis dalam memberikan edukasi yang menyeluruh kepada calon pengantin. Dengan pembekalan dari berbagai perspektif, pasangan diharapkan mampu memahami tanggung jawab dalam kehidupan berumah tangga sekaligus mempersiapkan keluarga yang sehat dan harmonis.

“Harapannya, para calon pengantin dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan rumah tangga nantinya, sehingga mampu mewujudkan keluarga yang sakinah, sehat, harmonis, dan pada akhirnya turut membangun masyarakat yang sejahtera dan berkualitas,” pungkasnya. (Humas/lai)

Editor: Laidia Maryati

Share :