
Kab. Tuban(Humas) – KUA Revitalisasi Kecamatan Tuban terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan keagamaan dan ketahanan keluarga melalui berbagai program inovatif. Hal tersebut ditunjukkan dalam kegiatan Ekspos Layanan Keagamaan dan Program Inovasi KUA Revitalisasi Kecamatan Tuban yang digelar di aula KUA setempat, Rabu (28/1/2026).
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Umi Kulsum, dan dihadiri oleh Kasi Bimas Islam Mashari, jajaran Forkopimca, perwakilan PLKB, lurah se-Kecamatan Tuban, serta perwakilan dari IAINU Tuban.
Dalam sambutannya, Umi Kulsum menyampaikan apresiasi atas kerja keras KUA Revitalisasi Kecamatan Tuban dalam menjalankan fungsi pelayanan dan pembinaan umat. Ia menegaskan, KUA memiliki peran strategis dalam menekan angka perceraian, pernikahan dini, serta stunting.
“Kementerian Agama melalui seksi Bimas Islam terus berkiprah dan berjuang bersama perguruan tinggi serta lintas sektor untuk menekan angka perceraian dan pernikahan dini yang sejalan dengan upaya penurunan stunting,” ujarnya. Ia juga berharap seluruh stakeholder dapat bersinergi mendukung program-program KUA, baik program nasional maupun inovasi lokal.
Paparan utama disampaikan oleh Plt. Kepala KUA Revitalisasi Kecamatan Tuban, Ahmat Iswoyo, yang menjelaskan arah kebijakan dan giat KUA dalam mengimplementasikan Asta Protas Kementerian Agama. Menurutnya, KUA Tuban fokus pada peningkatan kerukunan umat, penguatan ekoteologi, serta layanan keagamaan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Ia menambahkan, Kementerian Agama saat ini memiliki program unggulan keluarga berupa Bimbingan Keluarga Sakinah dan Maslahah. “Visi dan misi KUA Tuban bertumpu pada tiga hal, yakni masyarakat yang rukun, maslahah, dan cerdas. Upaya yang kami lakukan adalah transformasi layanan dengan melibatkan lintas sektor, berlandaskan nilai 5 Budaya Kerja Kemenag,” jelasnya.
Dalam aspek layanan pencatatan nikah, Ahmat Iswoyo memaparkan, sepanjang tahun ini KUA Kecamatan Tuban telah mencatat 440 peristiwa pernikahan, terdiri dari 88 pernikahan di kantor KUA dan 352 pernikahan di luar kantor. Data status calon pengantin juga menunjukkan peran KUA dalam pendampingan keluarga, dengan mayoritas calon pengantin berstatus belum kawin, disertai data cerai hidup dan cerai mati yang menjadi perhatian dalam program pembinaan.
Berbagai program inovasi unggulan juga dipaparkan, di antaranya Piloting Sakinah, Salima, Sekoper Hati, Pistol, Si Jempol Wakaf, Sabiyan, Peluru By Pas, Sajadahku Toe Berkah, Samata, Sajaroh, Saja’ah, dan Karuane Tuban. Selain itu, KUA Tuban menjalankan program Lestari (Layanan Bersama Ketahanan Keluarga Indonesia) bekerja sama dengan BKKBN serta program GATI (Gerakan Ayah Teladan). Dalam bidang wakaf, KUA Tuban berhasil memfasilitasi terbitnya 31 sertifikat wakaf.
KUA Revitalisasi Kecamatan Tuban juga ikut menghadirkan inovasi layanan administrasi kependudukan melalui program Pelangi Biru, hasil kerja sama dengan Dinas Dukcapil dan Kementerian Agama. Melalui program ini, setiap pasangan pengantin memperoleh lima dokumen sekaligus, yakni buku nikah, kartu nikah digital, KTP dan KK dengan status terbaru.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara KUA Revitalisasi Kecamatan Tuban dan IAINU Tuban terkait sinergi program dan mata kuliah nikah, serta penyerahan sertifikat halal kepada para pelaku usaha. Kegiatan ini menjadi bukti nyata peran KUA sebagai pusat layanan keagamaan yang adaptif, kolaboratif, dan berdampak langsung bagi masyarakat. (Lai)
Editor: Laidia Maryati