
Kab. Tuban (Humas) – Kepala Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Umi Kulsum, secara resmi membuka ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) tingkat kabupaten yang dipusatkan di MIN 1 Tuban pada Rabu (9/9/2026). Peresmian ditandai secara simbolis melalui pemukulan gong dan penyerahan kartu peserta kepada perwakilan siswa. Acara pembukaan tersebut turut dihadiri oleh Plt. Kasi Pendma Lukman Hakim, jajaran Pengawas Madrasah, serta Pengurus Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) se-Kabupaten Tuban.
Dalam laporan pelaksanaannya, Ketua KKMI Kabupaten Tuban, Mohammad Mustain, memaparkan, OMI 2026 tingkat MI/SD se-Kabupaten Tuban diikuti oleh 488 peserta. Komposisi peserta terdiri atas 142 siswa laki-laki dan 346 siswa perempuan, yang berasal dari 476 siswa MI dan 12 siswa SD. Adapun bidang yang dilombakan mencakup dua mata pelajaran, yaitu IPAS sebanyak 248 peserta dan Matematika sebanyak 240 peserta.
Dalam sambutannya, Kepala Kemenag Tuban Umi Kulsum menjelaskan, OMI merupakan inovasi Kementerian Agama RI yang mengintegrasikan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dan Madrasah Young Researchers Supercamp (MYRES).
“OMI merupakan inovasi Kementerian Agama yang mengintegrasikan kompetisi sains dan riset untuk mengasah kemampuan analitis, berpikir kritis, serta keterampilan riset peserta didik dengan tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman”, ujarnya.
Menurutnya, ajang ini dirancang untuk mengasah kemampuan analitis, berpikir kritis, serta keterampilan riset siswa dengan memadukan ilmu pengetahuan modern dan nilai-nilai keislaman.
“Kami berharap seluruh peserta mengikuti kompetisi dengan penuh kejujuran, percaya diri, dan semangat pantang menyerah. Jadikan OMI sebagai pengalaman untuk terus berkembang dan berprestasi.”
Ia menambahkan, melalui kompetisi ini peserta didik diharapkan tidak hanya meraih prestasi akademik dan portofolio resmi, tetapi juga terbangun karakter yang jujur, mandiri, berdaya saing sehat, serta pantang menyerah.
“Melalui OMI, kita ingin melahirkan peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, mampu bersaing secara sehat, dan pantang menyerah,” lanjutnya.
Bagi lembaga, OMI menjadi sarana efektif untuk pemetaan talenta unggul sekaligus tolok ukur peningkatan mutu dan reputasi madrasah di Kabupaten Tuban. (Humas/lai)
Editor: Laidia Maryati