Kemenag Tuban Dorong Ketahanan Keluarga Lewat Program Tuban Bangga

Kab. Tuban (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban terus mendorong penguatan ketahanan keluarga di tengah berbagai persoalan sosial yang berkaitan dengan perkawinan dan kehidupan rumah tangga. Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Tuban, Mashari, saat menjadi Pembina Apel Senin ASN Kemenag Tuban di halaman kantor, Senin (28/9/2026).

Dalam amanatnya, Mashari menyampaikan, dalam lima tahun terakhir terjadi perubahan pada angka pernikahan dan perceraian. Menurutnya, angka pernikahan mengalami penurunan, sementara angka perceraian justru menunjukkan peningkatan. Di sisi lain, fenomena pernikahan siri juga mengalami peningkatan.

“Dalam lima tahun terakhir, angka pernikahan mengalami penurunan, sementara angka perceraian justru meningkat. Di sisi lain, pernikahan siri juga menunjukkan adanya peningkatan,” ujar Mashari.

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah faktor yang turut menjadi penyebab munculnya berbagai persoalan tersebut. Di antaranya faktor ekonomi, pernikahan dini, serta kurangnya kesiapan pasangan dalam membangun kehidupan keluarga.

“Persoalan ekonomi, pernikahan dini, dan kurangnya kesiapan pasangan dalam membangun keluarga menjadi beberapa faktor yang perlu mendapatkan perhatian bersama,” jelasnya.

Sebagai upaya menjawab persoalan tersebut, Kemenag Tuban menggagas program Tuban Bangga (Tuban nBangun Keluarga). Program ini diarahkan untuk meningkatkan pemahaman sekaligus kesiapan masyarakat dalam membangun keluarga yang kokoh, harmonis, dan bertanggung jawab.

Mashari menambahkan, Tuban Bangga diwujudkan melalui sejumlah program bimbingan yang menyasar kelompok usia dan tahapan yang berbeda. Program tersebut meliputi BRUS (Bimbingan Remaja Usia Sekolah), BRUM (Bimbingan Remaja Usia Menikah), serta BIMWIN (Bimbingan Perkawinan).

“Melalui Tuban Bangga, kita ingin membangun pemahaman sejak dini bahwa membangun keluarga membutuhkan kesiapan, baik secara mental, sosial, ekonomi maupun pengetahuan tentang kehidupan berumah tangga,” katanya.

Khusus untuk mencegah pernikahan dini beserta berbagai dampak yang dapat ditimbulkannya, Kemenag Tuban juga telah membentuk tim khusus. Tim tersebut bertugas melakukan upaya pencegahan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat dan kalangan remaja.

Mashari berharap, berbagai langkah tersebut dapat memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mempersiapkan pernikahan dan kehidupan keluarga secara matang.

“Pencegahan pernikahan dini bukan hanya menjadi tugas satu pihak. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, keluarga, lembaga pendidikan, tokoh agama, dan masyarakat agar generasi muda memiliki kesiapan yang cukup sebelum memasuki kehidupan berkeluarga,” pungkasnya.

Apel Senin tersebut diikuti ASN Kemenag Tuban, dengan petugas apel dari staf Seksi Bimas Islam. Kegiatan menjadi salah satu sarana penyampaian informasi sekaligus penguatan komitmen jajaran Kemenag Tuban dalam melaksanakan tugas dan pelayanan kepada masyarakat. (Rifa/Lai)

Editor: Laidia Maryati
Doc: Elfrida Rahman

Share :