
Kab. Tuban (Humas) – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Kabupaten Tuban menggelar Dialog Kebangsaan Dalam Keberagaman di Aula Gedung Kemenhaj Tuban, Rabu (23/9/2026). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H.
Kegiatan menghadirkan Kepala Bidang Kesatuan Bangsa pada Bakesbangpol Kabupaten Tuban, Heri Muharwanto, sebagai pemateri. Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Umi Kulsum, beserta jajaran.
Mengusung tema “Komunikasi yang Menyejukkan: Meneladani Akhlak Rasulullah SAW dalam Merawat Kerukunan di Era Globalisasi”, dialog membahas berbagai tantangan kehidupan bermasyarakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi.
Heri Muharwanto menyampaikan, era globalisasi membawa sejumlah tantangan, di antaranya disinformasi dan hoaks, komunikasi sosial, serta masih minimnya literasi digital di masyarakat.
Menurutnya, kemajuan teknologi membuat arus informasi semakin cepat. Kondisi tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam menyaring informasi sekaligus membangun komunikasi yang bijak dan menyejukkan.
“Kemajuan teknologi harus diimbangi dengan akhlak yang baik. Nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dapat menjadi pedoman agar komunikasi di era globalisasi tetap membawa kedamaian, kerukunan, dan manfaat bagi masyarakat,” ujar Heri.
Sementara itu, Kepala Kemenag Tuban Umi Kulsum menekankan pentingnya menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai teladan dalam membangun komunikasi yang menyejukkan, khususnya di tengah keberagaman masyarakat dan perkembangan zaman yang semakin dinamis.
Ia menyampaikan, Allah SWT telah memberikan mukjizat berupa Al-Qur’an yang senantiasa dapat digali dan dipelajari dari generasi ke generasi. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya menjadi pedoman bagi umat Islam dalam menghadapi berbagai perubahan zaman.
“Kita perlu terus meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam berkomunikasi, sehingga setiap perkataan dan sikap yang kita hadirkan dapat memberikan kesejukan, menjaga kerukunan, serta memberikan manfaat bagi orang lain,” tutur Umi Kulsum.
Lebih lanjut, Umi menyoroti peran penyuluh agama Islam dalam menjaga kerukunan di tengah masyarakat. Seorang penyuluh dapat memiliki tugas mendampingi masyarakat di beberapa desa, sehingga memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi dan pendampingan keagamaan.
Salah satu tugas penting penyuluh, lanjutnya, adalah menerapkan nilai-nilai moderasi beragama, termasuk memastikan masyarakat dapat menjalankan keyakinannya serta mendapatkan hak-haknya secara proporsional sesuai dengan keyakinan masing-masing.
Melalui Dialog Kebangsaan Dalam Keberagaman tersebut, DWP Kemenag Tuban berharap semangat persatuan, toleransi, dan kerukunan semakin kuat. Momentum peringatan HUT ke-81 RI dan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi ruang untuk memperkuat keteladanan, sekaligus mengajak seluruh peserta menghadirkan komunikasi yang santun dan menyejukkan dalam kehidupan sehari-hari. (Rifa/Lai)
Editor: Laidia Maryati
Doc: Elfrida R