
Kab. Tuban (Humas) – Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Tuban memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-3 dengan menggelar kegiatan bertajuk penguatan sinergi, pelayanan masyarakat, dan kepedulian lingkungan di Pantai Semilir, Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Rabu, (03/06/2026).
Kegiatan yang dihadiri sekitar 200 peserta ini melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan. Hadir dalam kegiatan tersebut unsur APRI (Asosiasi Penghulu Republik Indonesia) Kabupaten Tuban, Forkopimcam Jenu, tokoh lintas agama, perwakilan DPRD Kabupaten Tuban, jajaran Pemerintah Desa Socorejo, PAC Fatayat NU, GP Ansor, Aisyiyah, BKMT Kecamatan Jenu, serta mitra strategis dari Rumah Sakit Muhammadiyah Tuban.
Turut hadir pula Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Umi Kulsum, Kasi Bimas Islam Mashari, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Imam Bukhori, serta jajaran penyuluh agama Islam se-Kabupaten Tuban.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, shalawat Nabi Muhammad SAW, menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars IPARI yang diikuti seluruh peserta dengan penuh khidmat.
Dalam sambutannya, Ketua PD IPARI Kabupaten Tuban, Khoirul Muqim, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan organisasi yang telah memasuki usia ketiga tahun. “Tanggal 26 Mei 2026 merupakan hari lahir IPARI yang ketiga, namun pelaksanaannya kita laksanakan hari ini, 3 Juni 2026. Biasanya peringatan harlah dilaksanakan di dalam ruangan, namun kali ini kami memilih konsep outdoor agar lebih dekat dengan alam dan masyarakat. Kami juga bersinergi dengan Rumah Sakit Muhammadiyah Tuban untuk memberikan layanan pengobatan gratis kepada sekitar 250 masyarakat. Selain itu, kami juga melaksanakan gerakan penanaman 300 pohon yang didukung oleh Mangrove Center sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan,” ungkapnya.
Khoirul Muqim menambahkan, kehadiran IPARI tidak hanya sebagai organisasi profesi, tetapi juga sebagai motor penggerak kegiatan sosial, keagamaan, dan kemanusiaan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Umi Kulsum, memberikan pembinaan sekaligus refleksi perjalanan panjang profesi penyuluh agama di Indonesia. Dalam arahannya, ia menjelaskan, sebelum lahirnya IPARI, para penyuluh agama telah memiliki sejarah panjang sejak era Penais hingga saat ini berada dalam pembinaan Direktorat Bimas Islam Kementerian Agama.
“IPARI yang saat ini beranggotakan sekitar 94 penyuluh agama di Kabupaten Tuban memang masih berusia tiga tahun. Namun usia muda ini harus menjadi energi untuk terus meneguhkan komitmen sebagai pilar perdamaian di tengah masyarakat. Penyuluh agama merupakan garda terdepan dalam menyukseskan Asta Protas Kementerian Agama, salah satunya meningkatkan cinta kemanusiaan dan kerukunan umat beragama,” jelasnya.
Lebih lanjut, Umi Kulsum menekankan pentingnya profesionalisme dan kesatuan langkah seluruh penyuluh agama dalam menerjemahkan program-program prioritas Kementerian Agama hingga tingkat akar rumput. “Hari ini adalah bukti nyata, penyuluh agama mampu menyatukan langkah. Kegiatan ekoteologi melalui penanaman pohon dan layanan pengobatan gratis merupakan implementasi langsung dari program yang menyentuh masyarakat. Ke depan, baik IPARI maupun APRI dapat mengembangkan gerakan Pohon Cinta, yaitu setiap calon pengantin yang menikah di KUA turut menyumbangkan pohon cinta yang dapat ditanam di rumah ibadah, madrasah, maupun lingkungan sekitar. Jika di madrasah ada pohon asuh, maka di KUA kita dorong hadirnya pohon cinta,” tuturnya.
Ia juga berpesan agar setiap penyuluh agama terus menghadirkan dakwah yang menyejukkan, moderat, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. “Setiap penyuluh harus memberikan edukasi dan dakwah yang menyejukkan serta adaptif terhadap kebutuhan masyarakat saat ini. Teruslah menjadi pembawa kesejukan di tengah keberagaman dan menghadirkan kehangatan ketika masyarakat membutuhkan pendampingan. Selamat Hari Lahir ke-3 IPARI, semoga semakin maju dan memberi manfaat yang lebih luas,” pesannya.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Sekretaris DPRD Kabupaten Tuban yang hadir mewakili Ketua DPRD Kabupaten Tuban. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi terhadap kiprah para penyuluh agama yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga kerukunan dan ketahanan sosial masyarakat.
Usai pembukaan, seluruh peserta mengikuti doa bersama yang dipimpin oleh Kasi Bimas Islam, Mashari, didampingi perwakilan tokoh agama lintas agama sebagai simbol kebersamaan dan harmoni dalam keberagaman.
Sebagai bentuk implementasi nyata semangat ekoteologi, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon secara simbolis dan massal di kawasan Pantai Semilir. Sebanyak 300 bibit pohon ditanam sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan pesisir sekaligus mendukung gerakan penghijauan yang berkelanjutan.
Setelah penanaman pohon, seluruh penyuluh agama Islam se-Kabupaten Tuban mengikuti kegiatan outbound dan penguatan kebersamaan. Suasana penuh keakraban dan semangat kolaborasi tampak mewarnai kegiatan hingga selesai.
Melalui peringatan Harlah ke-3 ini, IPARI Kabupaten Tuban meneguhkan komitmennya sebagai organisasi profesi yang tidak hanya bergerak dalam bidang penyuluhan keagamaan, tetapi juga aktif dalam pelayanan sosial, penguatan kerukunan umat beragama, serta pelestarian lingkungan sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Sebagai informasi, harlah IPARI ke-3 mengambil tema “IPARI Merawat Indonesia (Gerakan Spiritual, Literasi, Dan Ekoteologi)”. IPARI sendiri, dibentuk pada 26 Mei 2023. (Lai/QN)
Editor: Laidia Maryati