
Kab. Tuban (Humas) – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur melakukan evaluasi terhadap rekapitulasi sementara Penilaian Mandiri Pelaksanaan Zona Integritas (PMPZI) Kanwil Kemenag Jawa Timur, Selasa (22/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban Umi Kulsum bersama jajaran pimpinan dan seluruh Tim Zona Integritas (ZI) Kemenag Tuban secara daring dari Aula Kemenhaj Tuban.
Dalam evaluasi tersebut disampaikan perkembangan pengisian PMPZI dari 38 satuan kerja (satker) di lingkungan Kemenag Jawa Timur. Berdasarkan data yang ditampilkan, sejumlah satker telah melakukan pengisian dan memperoleh nilai pada aspek pemenuhan maupun reform area.
Kepala Kankemenag Kabupaten Tuban, Umi Kulsum, menegaskan bahwa evaluasi PMPZI tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pengisian data, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh tim dalam membangun Zona Integritas.
“Evaluasi hari ini tidak hanya diarahkan pada penyelesaian pengisian, tetapi juga untuk memperkuat komitmen tim data. Satker perlu mempelajari satker yang telah mencapai WBK sebagai bahan pembelajaran dan perbaikan,” ungkapnya.
Menurut Umi, capaian satker lain yang telah berhasil membangun Zona Integritas hingga memperoleh predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dapat menjadi referensi bagi satker lainnya dalam melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas pelaksanaan ZI.
Sementara itu, Plt. Kasubag TU Kankemenag Tuban, Imam Syafi’i, menambahkan, pelaksanaan PMPZI harus memiliki keterkaitan langsung dengan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Yang perlu kita pastikan adalah layanan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. PMPZI jangan sekadar menjadi pemenuhan administrasi, tetapi harus mampu menjadikan nilai-nilai agama berdampak nyata dalam pembangunan Zona Integritas,” tegas Imam.
Ia menambahkan, penguatan ZI perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui perbaikan tata kelola, peningkatan kualitas pelayanan, serta komitmen seluruh jajaran. Dengan demikian, proses PMPZI tidak berhenti pada pengisian instrumen, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang berintegritas dan berorientasi pada pelayanan publik.
Evaluasi tersebut diharapkan menjadi bahan tindak lanjut bagi seluruh satker untuk menyempurnakan pengisian PMPZI sekaligus memperkuat implementasi pembangunan Zona Integritas di lingkungan Kementerian Agama Jawa Timur. (Rifa/Lai)
Editor:Laidia Maryati
Doc:Frida/Putri