Antusiasme Humas Kemenag Jatim Ikuti Webinar Roadmap Konten 2026

Kab. Tuban(Humas) — Antusiasme tinggi ditunjukkan jajaran Humas Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur saat mengikuti webinar bertajuk Roadmap Konten Kemenag 2026 dan Konten Framework Satu Tahun. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat perencanaan komunikasi publik yang terukur dan berkelanjutan.

Ketua Pokja Humas Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Evi Laili Azkiyah menjelaskan, melalui webinar tersebut, peserta belajar menyusun peta kegiatan selama satu tahun penuh. Perencanaan itu penting untuk mengukur capaian kinerja kehumasan secara sistematis.
“Tujuan utamanya adalah membangun dan menjaga kepercayaan masyarakat. Dengan adanya Pokja Humas, langkah-langkah komunikasi dapat disampaikan secara lebih terarah,” ujarnya. Rabu (25/2/2026)

Ia juga menyampaikan terimakasih kepada Pranata Humas Kementerian Agama Kabupaten Jombang atas dukungan penyelenggaraan kegiatan sebagai narasumber, Desi Umiati Kulsum. Evi berharap kegiatan ini mampu meningkatkan wawasan sekaligus semangat para pranata humas di lingkungan Kemenag Jawa Timur.

Dalam paparannya, Desi Umiati Kulsum yang hadir sebagai pemateri tunggal menyampaikan materi bertajuk “Menyusun Perencanaan Konten Kemenag”. Ia menekankan pentingnya menghindari pola kerja dadakan dalam pengelolaan media sosial lembaga. “Perencanaan yang matang mencegah kepanikan saat tenggat waktu mendekat dan memastikan tim memahami tugas serta jadwal penyelesaiannya,” jelasnya.

Menurut Desi, terdapat beberapa manfaat utama dari penyusunan kalender konten tahunan. Pertama, menjaga konsistensi pesan lembaga agar narasi dan nilai-nilai institusi tersampaikan secara berkelanjutan sehingga mampu membangun kepercayaan publik. Kedua, membantu pranata humas agar tidak kehilangan momentum, terutama dalam memanfaatkan hari besar dan peristiwa penting sebagai peluang strategis meningkatkan keterlibatan masyarakat. “Yang terakhir, konten harus terarah dan bermakna. Setiap konten memiliki tujuan, target audiens, serta kontribusi yang jelas terhadap strategi komunikasi lembaga,” tambahnya.

Desi juga memaparkan sejumlah persoalan umum dalam pengelolaan media sosial lembaga. Praktik yang kerap terjadi antara lain hanya memposting saat kegiatan resmi, konten yang monoton dan minim variasi format, target audiens yang tidak jelas, serta kurangnya evaluasi terhadap insight media sosial. Dampaknya, kata dia, engagement menjadi rendah, jumlah pengikut stagnan, dan pesan lembaga tidak tersampaikan secara optimal kepada masyarakat.

Webinar yang berlangsung secara daring ini dipandu oleh host dari Kementerian Agama Kabupaten Gresik, Rifai. Peserta dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur mengikuti kegiatan dengan antusias. Salah satu peserta dari Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Laidia Maryati, mengaku memperoleh banyak nilai positif dari kegiatan tersebut. Ia berharap materi serupa dapat kembali diulas dengan pembahasan yang lebih mendalam. “Perlu pendalaman lebih matang mengenai proses pemetaan tersebut,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh pranata humas dari Kementerian Agama Kota Kediri dan Kementerian Agama Kota Pasuruan yang menilai kegiatan ini relevan dalam mendukung profesionalitas dan penguatan strategi komunikasi publik di lingkungan Kemenag. Melalui webinar ini, Humas Kemenag Jatim diharapkan semakin siap menyongsong implementasi roadmap konten 2026 dengan perencanaan yang lebih matang, terarah, dan berdampak luas bagi masyarakat. (Lai)

Editor: Laidia Maryati

Share :