
Kab. Tuban (Humas) – Kementerian Agama Kabupaten Tuban bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan sejumlah Lembaga Amil Zakat (LAZ) mengikuti Pembukaan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas Tahun 2026 yang diselenggarakan serentak secara nasional oleh Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Jumat (25/6/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Pesan Inklusif dari Jiwa Anak untuk Negeri” tersebut diikuti secara daring dari Aula Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Tuban. Hadir dalam kegiatan ini jajaran Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Baznas, LAZ, kepala satuan kerja, organisasi profesi, serta puluhan anak yatim dan penyandang disabilitas.
Acara diawali dengan sambutan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Ahmad Sruji Bahtiar. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan perhatian terbaik kepada anak-anak yatim. “Semua anak yatim adalah anak yang luar biasa. Mari kita muliakan anak-anak yatim, nafkahi lahir dan batinnya dengan ilmu, serta perlakukan mereka dengan cinta dan kasih sayang,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Kanwil Kemenag Jawa Timur juga meluncurkan program ZAWA be SMART Kanwil Kemenag Jatim yang kemudian dilanjutkan dengan penyerahan santunan secara simbolis.
Selanjutnya, seluruh peserta mengikuti kegiatan pembukaan bersama Kementerian Agama Republik Indonesia dari Jakarta melalui konferensi daring. Menteri Agama menegaskan pentingnya menjadikan Lebaran Yatim sebagai tradisi tahunan yang mampu menghadirkan kebahagiaan, perhatian nyata, dan kepedulian sosial bagi kelompok rentan.
Usai mengikuti kegiatan nasional tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Umi Kulsum, memastikan seluruh anak yatim yang hadir tetap mendapatkan akses pendidikan dan bersekolah dengan baik. Ia juga menyampaikan apresiasi atas sinergi berbagai pihak dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Terima kasih atas kolaborasi Kementerian Agama, Baznas, dan seluruh LAZ. Bulan Muharam adalah momentum memperbanyak kebaikan karena setiap amal dilipatgandakan. Pada 10 Muharam kita memperingati Lebaran Yatim melalui pemberian santunan sebagai bentuk kepedulian dan kasih sayang kepada mereka,” ungkapnya.
Umi Kulsum menjelaskan, selain mengikuti pembukaan secara nasional, pada kesempatan tersebut juga dilakukan pentasyarufan sebanyak 100 bingkisan kepada anak yatim dan penyandang disabilitas yang hadir. Lebaran Yatim atau Idul Yatama sendiri merupakan tradisi yang disematkan pada tanggal 10 Muharam atau Hari Asyura. Momentum ini menjadi simbol besarnya perhatian umat Islam dalam menyantuni dan membahagiakan anak yatim sehingga dirayakan layaknya hari raya sebagai wujud kasih sayang dan kepedulian sosial.
Sementara itu, Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Lukman Hakim, mengatakan bahwa bulan Muharam menjadi momentum untuk memperluas kemanfaatan bagi masyarakat.
“Muharam kita jadikan sebagai bulan untuk menebar maslahat dan menguatkan umat melalui berbagai program kepedulian sosial,” jelasnya.
Dukungan juga datang dari Baznas Kabupaten Tuban. Perwakilan Baznas menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan sekitar 2.000 paket santunan yang akan disalurkan kepada para penerima manfaat di berbagai wilayah Kabupaten Tuban.
Kegiatan berlangsung khidmat dengan dresscode serba putih yang dikenakan para peserta. Tercatat lebih dari 100 orang mengikuti acara ini, terdiri atas sekitar 35 tamu undangan dan 100 anak yatim yang menerima bingkisan secara simbolis.
Turut hadir Plt. Kepala Subbag TU, para Kepala Seksi dan Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Kepala MAN, MTsN, dan MIN, Ketua APRI, Ketua IPARI, Ketua Guru DPK, Ketua Pokjawas Madrasah, Ketua Pokjawas PAIS, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kemenag Kabupaten Tuban, Ketua Baznas Kabupaten Tuban, serta perwakilan LAZ Nurul Hayat, LAZISNU, LAZISMU, Baitul Mal Hidayatullah, Yatim Mandiri, dan Al-Haromain. Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kabupaten Tuban bersama seluruh mitra zakat berharap semangat kepedulian terhadap anak yatim dan penyandang disabilitas semakin menguat serta mampu mewujudkan masyarakat yang inklusif, peduli, dan penuh kasih sayang. (Rifa/Lai)
Editor:Laidia Maryati