
Kec. Widang (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Widang kembali menunjukkan komitmennya dalam pembinaan generasi muda melalui kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang digelar di MTs Darul Ulum 2 Mlangi. Kegiatan ini bertujuan memperkuat karakter, akhlak, serta wawasan kebangsaan para pelajar agar siap menghadapi berbagai tantangan di era modern.
Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan Kepala MTs Darul Ulum 2 Mlangi, Ali Mu’thi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada KUA Kecamatan Widang atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai sangat bermanfaat bagi para siswa. “Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membekali para pelajar dengan nilai-nilai moral dan wawasan yang dapat menjadi pedoman dalam menjalani masa remaja,” ujarnya.
Mewakili Kepala KUA Kecamatan Widang, Penyuluh Agama Islam Fungsional Masruh Zainur Ridwan menegaskan pentingnya pembinaan remaja sebagai generasi penerus bangsa. Menurutnya, remaja perlu memiliki karakter yang kuat, akhlak mulia, serta kemampuan menyikapi perkembangan zaman secara bijak. “Remaja adalah aset masa depan bangsa. Mereka perlu dibekali karakter yang kuat, akhlak yang baik, dan wawasan yang luas agar mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati dirinya,” kata Masruh.
Materi pertama disampaikan oleh M. Daenuri dengan tema “Dunia Remaja: Tantangan dan Peluang yang Dihadapi”. Ia mengajak para siswa memanfaatkan masa remaja sebagai momentum untuk belajar, berprestasi, dan mengembangkan potensi diri. Selain itu, para siswa juga diingatkan agar mampu menghindari berbagai pengaruh negatif yang dapat menghambat masa depan mereka. “Masa remaja adalah kesempatan emas untuk menyiapkan masa depan. Gunakan waktu ini untuk belajar, berkarya, dan meraih prestasi, bukan terjebak dalam hal-hal yang merugikan diri sendiri,” pesannya.
Sementara itu, materi kedua disampaikan oleh Achmad Reza Rafranjani dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dengan tema “Bahaya Perundungan (Bullying) dan Antisipasi Pemahaman Ekstrem”. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan dampak negatif perundungan terhadap korban maupun lingkungan sekolah serta pentingnya membangun budaya saling menghormati.
Ia juga mengingatkan para siswa agar waspada terhadap berbagai bentuk paham ekstrem yang dapat mengancam persatuan dan kerukunan di tengah masyarakat. “Bullying dan paham ekstrem sama-sama berbahaya. Keduanya dapat merusak masa depan generasi muda dan mengganggu harmoni kehidupan bermasyarakat. Karena itu, penting bagi pelajar untuk menumbuhkan sikap saling menghormati dan toleransi,” tegasnya, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan BRUS berlangsung dengan penuh antusiasme. Para siswa mengikuti setiap sesi dengan aktif melalui diskusi dan tanya jawab. Melalui kegiatan ini, KUA Kecamatan Widang berharap para remaja memiliki bekal pengetahuan, karakter yang kuat, akhlak mulia, serta wawasan kebangsaan yang kokoh untuk menjadi generasi unggul, bertanggung jawab, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.
(MD).
Editor: Laidia Maryati