Lewat Webinar, Pranata Humas Kemenag Tuban Bagikan Tips Menulis Berita Menarik

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 0;
algolist: 0;
multi-frame: 1;
brp_mask:0;
brp_del_th:null;
brp_del_sen:null;
motionR: null;
delta:null;
bokeh:0;
module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 4194304;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: weather?null, icon:null, weatherInfo:100;temperature: 33;

Kab. Tuban (Humas)–Kegiatan kehumasan tidak seharusnya berhenti pada sebatas dokumentasi. Setiap momen yang terjadi di lapangan sejatinya menyimpan cerita yang mampu menginspirasi publik luas. Pesan itulah yang mengemuka dalam webinar bertajuk “Bukan Sekadar Dokumentasi, Saatnya Berita Kemenag Jadi Inspirasi” yang digelar oleh Tim Pokja Humas Kementerian Agama Jawa Timur secara daring, Kamis lalu.

Pranata Humas Ahli Madya Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Laidia Maryati, hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan tersebut. Di hadapan para pranata humas dan pelaksana humas se-Jawa Timur, ia menegaskan pentingnya meningkatkan kualitas penulisan dari sekadar laporan menjadi berita yang hidup, menarik, dan layak publikasi. “Seringkali kegiatan hanya berhenti pada dokumentasi. Padahal, setiap momen punya cerita yang bisa menginspirasi banyak orang. Saatnya kita naik level,” ujar Laidia, Ahad (3/5/2026).

Dalam pemaparannya, Laidia membagikan berbagai tips dan trik menulis berita yang efektif, mulai dari teknik penyusunan narasi, pemilihan angle, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung produktivitas. Ia juga mengulas strategi agar tulisan humas dapat menembus media online maupun cetak. “Kami hanya ingin berbagi pengalaman kepada teman-teman humas Kemenag di Jawa Timur. Semoga yang disampaikan bisa memberikan manfaat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Pokja Humas Kemenag Jawa Timur, Efi Laili Azkiyah, dalam laporan panitia menyampaikan, webinar ini merupakan agenda rutin yang disesuaikan dengan kebutuhan para praktisi humas di daerah. Ia menegaskan, peran humas tidak hanya sebatas menyampaikan informasi, tetapi juga menghasilkan publikasi yang berkualitas dan berdampak.
“Melalui webinar ini diharapkan para peserta semakin memahami cara penulisan berita yang baik dan mampu meningkatkan kualitas publikasi di masing-masing satuan kerja,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menghadirkan Ketua Tim Humas, Protokol, dan Komunikasi Publik Kanwil Kemenag Jawa Timur, Erma Firdiana, sebagai keynote speaker. Dalam arahannya, Erma menekankan pentingnya pengelolaan tugas kehumasan secara adaptif di tengah dinamika era digital. Menurutnya, berbagai isu strategis seperti efisiensi anggaran, manajemen berbasis kinerja (MBG), hingga sertifikasi harus dikomunikasikan dengan baik kepada publik. Ia juga mengingatkan bahwa kemajuan teknologi harus disikapi dengan keterbukaan.

“Di era digital, humas harus mampu menyesuaikan diri. Ketika kita membuka diri terhadap teknologi, kita akan menemukan tantangan, dan tantangan itu harus kita pecahkan bersama,” ungkapnya.
Erma turut mengapresiasi semangat para pranata humas dan pelaksana humas di Jawa Timur dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

Webinar berlangsung interaktif dan dipandu oleh host dari Humas Kemenag Ngawi, Nur Asfarina. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi serta pertanyaan yang diajukan selama kegiatan berlangsung. Melalui kegiatan ini, diharapkan insan humas Kementerian Agama semakin terampil dalam mengemas informasi menjadi berita yang tidak hanya informatif, tetapi juga inspiratif dan berdampak luas bagi masyarakat. (Lai)

Editor: Laidia Maryati

Share :