
Kab. Tuban(Humas)—Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Kementerian Agama Kabupaten Tuban menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Ekoteologi. Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Umi Kulsum, di Aula MTsN 1 Tuban, Rabu (21/1/2026).
Dalam sambutannya, Umi Kulsum menekankan pentingnya peran pengawas madrasah dalam membreakdown perjanjian kinerja (perkin) agar implementasi Kurikulum Berbasis Cinta tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi madrasah binaan.
Ia menyampaikan, hampir seluruh madrasah di Kabupaten Tuban telah menerima sosialisasi KBC dari narasumber Balai Diklat Keagamaan Surabaya yang bekerja sama dengan Kemenag Tuban. “Oleh karena itu, pengawas diharapkan mampu melihat secara langsung bagaimana implementasi KBC diterapkan di madrasah, terutama dalam menumbuhkan cinta kepada Allah SWT sebagai fondasi pembentukan dan perubahan karakter guru serta peserta didik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Umi Kulsum menjelaskan, cinta kepada Rasulullah SAW dapat diwujudkan melalui sikap sopan santun dan adab dalam kehidupan sehari-hari. Ia berharap seluruh madrasah yang mengimplementasikan KBC benar-benar menunjukkan perubahan dan dampak positif yang terukur.
Terkait cinta kepada sesama, Umi Kulsum menegaskan, implementasi KBC mencakup Asta Protas Kementerian Agama. “Oleh karena itu, madrasah diharapkan tidak terkungkung pada tataran teori semata, melainkan mampu menghadirkan praktik nyata dalam kehidupan madrasah. Sementara itu, pada aspek cinta kepada ilmu pengetahuan, ia mendorong setiap wilayah binaan untuk memiliki keunggulan di bidang literasi, minimal dengan menghadirkan pojok baca di madrasah,” terang Umi.
Ketua Pokjawas Kabupaten Tuban, Muhajir, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan KBC bagi pengawas sebenarnya telah dilaksanakan sebelumnya dengan pendampingan pengawas senior. Bimtek kali ini merupakan kegiatan pemantapan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. Kegiatan tersebut dibiayai melalui dana Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) sebagai bagian dari program peningkatan dan pemberdayaan Pokjawas tahun 2025, setelah sebelumnya diusulkan oleh Pokjawas Kabupaten Tuban.
Muhajir juga menjelaskan, bimtek ini dirancang untuk memenuhi minimal 52 jam pelajaran. Kegiatan tatap muka dilaksanakan selama tiga hari, yakni 21–23 Januari 2026 di Aula MTsN 1 Tuban, dilanjutkan dengan kegiatan diseminasi di masing-masing lembaga pada 26–28 Januari 2026. Sebagai penutup, akan dilaksanakan evaluasi lanjutan pada 29 Januari 2026.
Peserta kegiatan terdiri dari 32 pengawas madrasah di Kabupaten Tuban serta 10 peserta dari Pokjawas Kabupaten Bojonegoro. Hadir sebagai narasumber Ketua Pokjawas Madrasah Jawa Timur, Roslan Thohirin, didampingi dua pengurus Pokjawas Madrasah Jawa Timur, yakni Ida Syafiaturrahma dan Zaenuri. (Frida/Lai)
Editor: Laidia Maryati