Pembukaan Jambore Literasi dan Moderasi Beragama oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jatim

Kabid Penmad Kanwil Kemenag Jatim Buka Jambore Literasi dan Moderasi Beragama 2026 di Tuban

Kab. TTuban (Humas) — Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Sugiyo, secara resmi membuka Jambore Literasi dan Moderasi Beragama (Jamlima) Tahun 2026 di kawasan Pantai Mangrove Tuban, Sabtu (14/2/2026) di pantai Mangrove. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Umi Kulsum.

Dalam arahannya, Sugiyo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. “Pertama saya ucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah, Kemenag Tuban beserta jajaran, serta seluruh pihak yang mendukung kegiatan ini, dan juga kepada para siswa yang mengikuti jambore hari ini,” ujarnya.

Ia menegaskan, literasi merupakan sebuah keniscayaan dalam kehidupan. Bahkan, lanjutnya, nilai literasi telah diajarkan dalam ajaran agama sejak awal turunnya wahyu pertama. “Ayat pertama yang turun adalah Iqra (bacalah). Siapa yang ingin sukses harus literasi. Iqra bukan hanya membaca teks, tetapi membaca kehidupan. Literasi adalah upaya untuk menggapai kesuksesan. Kunci sukses adalah banyak belajar,” imbuhnya.

Sugiyo juga mengajak para peserta untuk terus menjaga dan memperkuat moderasi beragama melalui pertemuan dan kebersamaan lintas agama. Menurutnya, kerukunan merupakan budaya bangsa Indonesia yang telah mengakar sejak lama.

“Hidup rukun adalah budaya kita sejak dahulu. Oleh karena itu, anak-anakku, peliharalah kerukunan antarumat beragama yang telah mengakar di Indonesia. Bangsa kita telah hidup rukun sejak Indonesia berdiri. Mari kita jaga kerukunan itu melalui kegiatan Jambore Literasi dan Moderasi Beragama ini,” pesannya.

Sementara itu, Umi Kulsum menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Kabid Penmad Kanwil Kemenag Jatim dalam kegiatan Jamlima tahun ini. “Atas nama Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tuban, kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Kabid. Insya Allah tahun ini memasuki tahun ketiga, dan alhamdulillah dari Jamlima pertama hingga ketiga, pelaksanaannya semakin baik,” tuturnya.

Ia menjelaskan, Jamlima yang diinisiasi melalui Seksi Pendidikan Madrasah dan Pendidikan Agama Islam menjadi program strategis dalam membentuk karakter siswa yang moderat, toleran, dan mampu menghargai perbedaan.

“Program ini menjadi ikhtiar kita bersama untuk menanamkan sikap saling menghargai dan memperkuat kerukunan di tengah keberagaman,” tambahnya.

Melalui penyelenggaraan Jamlima 2026 ini, diharapkan dapat semakin meningkatkan indeks kerukunan antarumat beragama, khususnya di Kabupaten Tuban, sekaligus menumbuhkan generasi muda madrasah yang literat, moderat, dan berdaya saing. (Lai)

 

Editor: Laidia Maryati

Share :