Kemenag Tuban Gelar Doa Kebangsaan Lintas Agama, 81 Ribu Yasin untuk Indonesia, Khususnya Korban Gempa NTT

Kab. Tuban (Humas) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban menggandeng para tokoh lintas agama dalam Doa Kebangsaan untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, khususnya korban gempa NTT. Kegiatan tersebut digelar di Aula Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Tuban, Selasa (18/8/2026).

Doa kebangsaan ini diikuti perwakilan berbagai agama, di antaranya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tuban, Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG), Paroki Katolik, Parisada Hindu Dharma, WALUBI, serta Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN).

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tuban, Umi Kulsum, menyampaikan apresiasi kepada seluruh undangan yang hadir secara langsung maupun daring. Peserta daring di antaranya kepala KUA, penghulu, penyuluh agama se-Kabupaten Tuban, kepala satuan kerja, kepala madrasah, takmir masjid, serta pimpinan dan tokoh agama se-Kabupaten Tuban.

“Alhamdulillah, hari ini Kantor Kemenag menyelenggarakan doa kebangsaan lintas agama dalam rangka memperingati kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia. Kemerdekaan ini bukan hanya dirayakan, tetapi juga patut kita syukuri,” ujar Umi Kulsum.

Menurutnya, keberagaman yang ada di tengah masyarakat tidak seharusnya menjadi penghalang untuk menjaga persatuan. Sebaliknya, perbedaan harus menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan dan kerukunan.

“Pada dasarnya kita adalah saudara. Jangan biarkan perbedaan menjadi penghalang untuk bersatu. Kami berharap rumah ibadah menjadi rumah yang menentramkan bagi pemeluknya. Kerukunan antarumat beragama dan intern umat beragama harus selalu kita jaga,” tegasnya.

Umi menambahkan, upaya menjaga kerukunan harus dimulai dari lingkungan internal masing-masing agama sebelum kemudian memperkuat hubungan antarumat beragama.

“Kita harus menguatkan kerukunan intern agama terlebih dahulu sebelum menguatkan kerukunan antarumat beragama. Kami tidak ingin ada masalah atau perselisihan antarumat beragama,” lanjutnya.

Sementara itu, Kasi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Tuban, Mashari menjelaskan, rangkaian kegiatan juga diisi dengan pembacaan Surat Yasin secara serentak yang melibatkan unsur peserta kegiatan. Pembacaan Yasin tersebut mengusung angka 81 ribu sebagai simbol peringatan 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia pada 2026.

Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan tahlil yang dipimpin Plt. Kasubbag TU Kemenag Tuban, Imam Syafi’i, kemudian doa dipimpin Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren), Imam Bukori.

Selain itu, para tokoh lintas agama turut menyampaikan doa sesuai keyakinan masing-masing untuk kedamaian, persatuan, dan keberlangsungan bangsa Indonesia. Kegiatan juga diisi dengan pemberian bingkisan kepada anak yatim dan dhuafa.

“Doa kebangsaan ini menjadi momentum untuk bersama-sama mendoakan Indonesia agar senantiasa diberikan kedamaian, persatuan, dan keberkahan. Perbedaan keyakinan tidak menghalangi kita untuk duduk bersama dan berdoa demi bangsa,” kata Mashari.

Dalam kegiatan tersebut, masing-masing tokoh lintas agama hadir bersama lima orang pengurus. Para tokoh agama yang turut menyampaikan doa antara lain Sekretaris MUI Kabupaten Tuban KH Taufiqurrahman, Ketua BAMAG Pdt. Vanny Timotius Maidangkay, Ketua Paroki Katolik Michel, Ketua Parisada Hindu Dharma I Wayan Lentre, Ketua WALUBI Marjoko, serta perwakilan MATAKIN Maria Listra Fransiska.

Doa Kebangsaan lintas agama tersebut menjadi simbol kebersamaan masyarakat Tuban dalam menjaga persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman, sekaligus menjadi bentuk rasa syukur atas 81 tahun kemerdekaan Indonesia. (Rifa/Lai)

Editor:Laidia Maryati
Doc:Frida/Putri

Share :