
Kab. Tuban (Humas)–MTsN 1 Tuban menggelar kegiatan Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) bersama Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Tuban, Umi Kulsum, Selasa (11/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat profesionalisme ASN sekaligus meningkatkan budaya literasi di lingkungan madrasah.
Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Madrasah, serta Mahalul Qiyam. Seluruh rangkaian kegiatan diikuti oleh guru dan tenaga kependidikan MTsN 1 Tuban dengan penuh khidmat.
Dalam sambutannya, Kepala MTsN 1 Tuban menyampaikan permohonan maaf atas terganggunya kegiatan belajar mengajar selama proses pembangunan madrasah berlangsung. Ia berharap kondisi tersebut tidak mengurangi semangat seluruh guru dan tenaga kependidikan dalam memberikan pelayanan pendidikan terbaik kepada peserta didik.
“Kami memohon maaf apabila proses pembangunan madrasah berdampak pada kenyamanan kegiatan belajar mengajar. Kami berharap seluruh guru dan tenaga kependidikan tetap menjaga semangat, meningkatkan profesionalisme, serta disiplin dalam menjalankan tugas,” ujarnya.
Memasuki acara inti, Kakankemenag Kabupaten Tuban Umi Kulsum memberikan pembinaan kepada seluruh ASN MTsN 1 Tuban. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya penguatan budaya literasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan di madrasah.
Menurutnya, budaya literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga perlu diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang mampu membentuk karakter dan kreativitas peserta didik.
“Literasi harus menjadi budaya yang tumbuh dalam keseharian di madrasah. Bukan sekadar kegiatan membaca dan menulis, tetapi bagaimana anak-anak mampu menghasilkan karya, berpikir kreatif, dan memiliki karakter yang baik,” tutur Umi Kulsum.
Salah satu bentuk penguatan budaya literasi yang ditekankan adalah pelaksanaan kegiatan wajib mengaji pada pagi hari sebelum proses pembelajaran dimulai. Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai rutinitas, tetapi mampu membangun karakter religius peserta didik sekaligus menciptakan suasana belajar yang positif sejak awal aktivitas di madrasah.
“Pembiasaan mengaji di pagi hari hendaknya menjadi bagian dari pembentukan karakter. Dengan mengawali kegiatan dengan nilai-nilai religius, kita berharap anak-anak lebih siap mengikuti pembelajaran dan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter,” lanjutnya.
Selain pembiasaan mengaji, Umi Kulsum juga mendorong setiap mata pelajaran untuk menghasilkan dan menampilkan karya peserta didik. Karya tersebut dapat menjadi sarana untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperkuat budaya literasi di lingkungan madrasah.
“Setiap mata pelajaran harus memiliki kontribusi dalam gerakan literasi. Anak-anak jangan hanya menjadi penerima materi, tetapi juga diberikan ruang untuk menghasilkan karya yang dapat ditampilkan dan diapresiasi,” tegasnya.
Penguatan budaya literasi tersebut diharapkan menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh guru dan tenaga kependidikan. Setiap mata pelajaran memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendorong peserta didik membaca, berpikir, berkarya, dan berkreasi.
Melalui kegiatan pembinaan ASN ini, seluruh warga MTsN 1 Tuban diharapkan semakin profesional, disiplin, dan memiliki komitmen yang kuat dalam meningkatkan mutu pendidikan. Penguatan budaya literasi juga diharapkan mampu menjadi salah satu fondasi dalam menciptakan peserta didik yang religius, kreatif, berkarakter, dan berprestasi. (Humas/Lai)
Editor:Laidia Maryati
Doc:Frida