
Kab. Tuban (Humas) – Perkembangan teknologi digital menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan. Di era serba digital, guru tidak hanya dituntut mampu mengajar di kelas, tetapi juga membangun sinergi dengan orang tua untuk membentuk generasi yang beriman sekaligus cakap dalam memanfaatkan teknologi.
Hal tersebut disampaikan oleh Juara 1 Lomba Menulis Artikel Kreatif Sekolah Piloting Program PAIS Berkarakter Jenjang TK se-Jawa Timur Tahun 2026, Sutiarsih, guru TK Al Barokah Kerek kepada Pranata Humas Kemenag Tuban, Laidia Maryati, Selasa (4/8/2026). Menurutnya, salah satu langkah yang dilakukan sekolah adalah menyelenggarakan program kelas parenting bagi orang tua.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai materi dibahas, termasuk pendampingan penggunaan gadget bagi anak. Orang tua juga diajak berdiskusi bersama para pakar agar memiliki pemahaman yang sama mengenai dampak positif maupun negatif media digital terhadap perkembangan anak.
“Melalui kelas parenting, kami mengajak orang tua memahami penggunaan gadget pada anak. Kami juga menghadirkan para pakar agar orang tua mengetahui dampak positif dan negatif media digital, sehingga ada kesamaan pemahaman antara sekolah dan keluarga,” ujar Sutiarsih.
Ia menegaskan, anak tetap dapat menggunakan gadget, namun harus sesuai dengan tahapan dan pendampingan yang telah dirancang oleh sekolah. Menurutnya, keberhasilan program pendidikan sangat bergantung pada kesinambungan antara pembelajaran di sekolah dan penerapannya di rumah.
“Dari lembaga sudah ada program dan tahapan-tahapannya. Jika tahapan itu tidak ditindaklanjuti di rumah, maka upaya yang dilakukan sekolah akan menjadi sia-sia,” tambahnya.
Sementara itu, Juara 3 Provinsi Jawa Timur dalam Lomba Guru MODIIS (Guru yang Moderat, Dinamis/Dedikatif, Inovatif, dan Inspiratif) Tahun 2026, Husnan Afandi, guru Pendidikan Agama Islam dari SD di Kecamatan Palang, menambahkan, kolaborasi dengan orang tua tidak berhenti pada kegiatan parenting.
Menurutnya, sekolah juga membangun komunikasi intensif melalui pemantauan dan interaksi rutin antara guru dan orang tua terkait aktivitas anak setelah jam pembelajaran.
“Selain parenting, kami melakukan pemantauan melalui komunikasi rutin dengan orang tua. Aktivitas anak setelah pembelajaran dapat dilaporkan pada waktu yang telah disepakati. Laporan dari orang tua tentu lebih objektif dibandingkan jika anak diminta menceritakan sendiri aktivitasnya,” kata Husnan.
Melalui sinergi yang kuat antara guru dan orang tua, diharapkan anak-anak tidak hanya memiliki karakter yang beriman dan berakhlak mulia, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi digital secara bijak, aman, dan bertanggung jawab. (Rifa/Putri/Lai)
Editor:Laidia Maryati
Doc:Frida