Sedekah Bumi di Kenduruan Perkuat Moderasi Beragama dan Penguatan Ekoteologi

Kab. Tuban (Humas)–Kepala KUA Kenduruan Moh. Afif bersama penyuluh agama Islam menghadiri kegiatan malam tasyakuran dalam rangka Sedekah Bumi desa Tawaran Kecamatan Kenduruan yang berlangsung tadi malam, bertempat di lokasi Sendang Unggul di desa tersebut. Dalam kesempatan itu Kepala KUA Kenduruan memberikan sambutan. Ia mengatakan, KUA menyambut baik kegiatan Sedekah Bumi tersebut karena di dalamnya terdapat nilai nilai Moderasi Beragama dan Penguatan Ekoteologi yang merupakan bagian dari Asta Protas Kemenag.

Dalam sambutannya Kepala KUA Kenduruan mengawali dengan narasi historis, bahwa kegiatan Sedekah Bumi kali pertama dilakukan oleh Kanjeng Sunan Kalijogo yang dahulunya merupakan tradisi luhur di tanah Jawa yang kemudian diisi atau diberikan warna nilai nilai mulia dalam ajaran Islam. Beberapa nilai nilai mulia ajaran Islam berupa bacaan tahlil dan doa sesuai ajaran Islam.

“Di sinilah nilai moderasi beragama telah ditanamkan oleh Kanjeng Sunan Kalijogo dalam menyebarkan dakwah Islam hingga Islam bisa diterima secara mayoritas” tegasnya kepada Pranata Humas Kemenag Tuban, Laidia Maryati, Jumat (5/6/2026). “Moderasi beragama yang dimaksud adalah penerimaan budaya Jawa yang tidak bertentangan dengan nilai Agama Islam yang kemudian diarahkan atau disesuaikan dengan ajaran Islam,” tambah pria alumni IAIN Surabaya ini menuturkan.

Lebih lanjut Kepala KUA yang asli Lamongan ini menambahkan, di dalam kegiatan Sedekah Bumi juga ada nilai penguatan Ekoteologi, yang ditandai dengan tempat pelaksanaannya dilakukan di sebuah sumber air desa yakni Sendang Unggul yang terdapat pepohonan yang dilestarikan dengan niat menjalankan perintah Ilahi yang bertujuan menjaga sumber air tetap lestari sepanjang masa dunia untuk kesejahteraan desa dan warganya secara berkelanjutan.

“Dalam sedekah bumi terkandung pelaksanaan nilai rasa syukur akan anugerah Allah SWT yang telah diberikan kepada warga desa berupa hasil dan bumi” tukasnya. Di dalamnya juga ada nilai silaturahmi dilihat dari keguyuban warga yang turut hadir. Inilah yang menjadikan kekuatan warga desa dalam membangun dan menjaga kelangsungan hidup seluruh warga desa.

Acara berlangsung di desa yang terkenal dengan kuliner khasnya berupa tape ketan dan pusat industri batu bata yang banyak terjual di beberapa daerah di Jawa Timur dan Jawa tengah ini dihadiri Kepala Desa Tawaran, Muhammad Arif, tokoh agama dan tokoh masyarakat berjalan dengan hidmat dan penuh keakraban yang didahului dengan pembacaan Tahlil dan ditutup dengan doa bersama. (Afif/lai)

Editor: Laidia Maryati

Share :