Rapat Evaluasi Kepegawaian dan RAT Koperasi Al Hikmah MTsN 1 Tuban

Dalam rangka meningkatkan disiplin pegawai dan guru, MTsN 1 Tuban menggelar kegiatan bulanan rapat evaluasi oleh Kepala MTsN 1 Tuban, yang diikuti seluruh guru dan pegawai, Rabu (17/2/2021). Pertemuan dilakukan untuk menjamin penyelenggaraan tugas dalam pemerintahan yang berdayaguna dan berhasil, serta untuk mewujudkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional dan bertanggungjawab. Dalam arahannya, Kepala MTsN 1 Tuban, Tasmo mengatakan ASN harus dapat melaksanakan tugasnya sesuai dengan tupoksi.
“Guru era sekarang ini harus profesional berdasarkan tuntutan zaman, hal ini sebagai langkah untuk peningkatan mutu dan kemampuan guru apalagi ASN, misalnya kemampuan mengoperasionalkan IT,” ujarnya.
Bapak dua putra dari Simo, Soko ini juga menambahkan, bahwa ASN harus memiliki lima nilai budaya kerja Kementerian Agama, antara lain integritas (keselarasan antara hati, pikiran dan perkataan dan perbuatan yang baik dan benar), profesionalitas (bekerja secara disiplin, kompeten dan tepat waktu), inovasi (menyempurnakan yang sudah ada mengkreasi hal baru yang lebih baik), tanggung jawab (bekerja secara tuntas dan konsekuen), serta keteladanan (menjadi contoh yang baik bagi orang lain).
Pada kesempatan ini, Wakil Kepala Madrasah bagian Kurikulum menyampaikan program pelaksanaan evaluasi akhir siswa kelas IX.
Di akhir pertemuan dipergunakan untuk rapat akhir tahun (RAT) koperasi Al Hikmah MTsN 1 Tuban. Laporan kekayaan pegawai di koperasi Al Hikmah, disampaikan oleh Bendahara koperasi, Sinuk Sukarsini. Ia mengatakan bahwa semua anggota bisa mengajukan pinjaman, namun konsekuensinya harus membayar/mengembalikan pinjaman tepat waktu.
“Karena ini uang kita bersama, maka bapak/ibu yang meminjam harus mengangsur pengembaliannya setiap bulan, sehingga uang bisa berputar dan dapat dinikmati seluruh anggota,” jelasnya. (Susi)

Editor Laidia Maryati

Rapat Evaluasi Kepegawaian dan RAT Koperasi Al Hikmah MTsN 1 Tuban
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Bimtek EDM dan e-RKM KKM MI Rengel Grabagan di MIN 2 Tuban

Rabu, (17/02/2021) KKM MI Kecamatan Rengel dan Grabagan melaksanakan Bimtek penyusunan Evaluasi Diri Madrasah (EDM), dan Eklektronik Rencana Kerja Madrasah (e-RKM). Kegiatan yang bertempat di MIN 2 Tuban di hadiri Kepala Madrasah, Pengawas Madrasah sekaligus sebagai pendamping, Bendahara Madrasah, dan Operator Madrasah se-KKM MI Kecamatan Rengel dan Grabagan.

Dalam sambutannya, Kepala MIN 2 Tuban, Ahmad Hudan Mabruri menyampaikan bahwa penyusunan EDM dan e-RKM merupakan suatu kewajiban madrasah dalam melaksanakan evaluasi dan rencana program Madrasah.
Sementara itu, narasumber Ahmad Basyar mengulas penyusunan EDM.
“Penyusunan EDM ini harus dilaksanakan secara sungguh-sunguh dan seobjektif mungkin untuk mengetahui isu strategis dari delapan standar isi, standar proses, satndar kompetensi kelulusan, standar pendidikan dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan pendidikan, dan standar penilaian pendidikan dari potensi dan permasalahan berdasarkan data-data yang bisa dipertanggungjawabkan dari masing-masing lembaga,” tuturnya.

Senada dengan hal tersebut, Masrukin, selaku Pengawas Madrasah berharap setelah mengikuti kegiatan ini para peserta sudah bisa melakukan input dan merancang anggaran yang tepat untuk membangun madrasah yang lebih baik lagi karena data yang dimasukkan ke dalam aplikasi e-RKM harus sesuai dengan apa yang diinput dalam EDM akan menjadi dasar bagi kemenag pusat dalam memproses usulan dari madrasah. (FK)

Editor Laidia Maryati

Bimtek EDM dan e-RKM KKM MI Rengel Grabagan di MIN 2 Tuban
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Ribuan Guru PAI dan Bahasa Arab di Tuban Terapkan Kurikulum Baru

Madrasah, baik Ibtidaiyah (MI), Tsanawiyah (MTs), maupun Aliyah (MA), di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban telah menggunakan kurikulum baru untuk Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab. Madrasah sudah memulai tahun pelajaran 2020/2021, Juli tahun lalu.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Sahid, menyebutkan ada 1.865 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab telah dibekali dengan bimtek tentang KMA 183 tentang penyempurnaan kurikulum PAI dan Bahasa Arab.

“Kita tegaskan yang tidak berlaku lagi itu bukan mata pelajaran PAI dan Bahasa Arab di Madrasah, tetapi KMA No 165 tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Mata Pelajaran PAI dan Bahasa Arab di Madrasah,” ujarnya Senin (15/02/2020).
Ia menambahkan, KMA 165 tahun 2014 itu sudah digantikan dengan KMA No 183 tahun 2019 dan KMA No 184 tahun 2019. Jadi Mata Pelajaran PAI dan Bahasa Arab tetap berlaku di madrasah, hanya mengacu pada KMA baru, yaitu: KMA No 183 tahun 2019 dan KMA No 184 tahun 2019.

Sementara itu, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Tuban, Hadi Sarjono, menambahkan KMA 183/2019 disusun untuk menyempurnakan kurikulum PAI dan Bahasa Arab di madrasah yang selama ini merujuk pada KMA 165/2014.
Meski demikian, mata pelajaran dalam Pembelajaran PAI dan Bahasa Arab pada KMA 183 Tahun 2019 sama dengan KMA 165 Tahun 2014. Mata Pelajaran itu mencakup Quran Hadist, Akidah Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), dan Bahasa Arab. “Jadi beda KMA 183 dan 165 lebih pada adanya perbaikan substansi materi pelajaran karena disesuaikan dengan perkembangan kehidupan abad 21,” jelas Hadi.
Ia melansir bahkan seluruh madrasah di kabupaten Tuban sudah menggunakan KMA no 184 2019 termasuk KTSPnya. “Alhamdulillah muncul MA Keterampilan diantaranya MA Alhidayah, Laju Singgahan dan MA Syiar Islam Soko,” imbuhnya.

Pria asli Tuban ini merinci jumlah guru yang telah mengikuti bimtek KMA 183 tahun 2019 yang dilaksanakan mulai tanggal 7 Oktober 2020 sampai 12 November 2020 secara daring oleh Direktur KSKK (Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan) Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.
Jenjang MI mapel PAI (Qur’an Hadits, Aqidah Akhlaq, Fikih dan SKI) ada 912 guru, mapel Bahasa Arab ada 228 guru. Jenjang MTs mapel PAI (Qur’an Hadits, Aqidah Akhlaq, Fikih dan SKI) ada 400 guru, mapel Bahasa Arab ada 100 guru. Jenjang MA mapel PAI (Qur’an Hadits, Aqidah Akhlaq, Fikih dan SKI) ada 180 guru, mapel Bahasa Arab ada 45 guru. (lai/irn)

Editor Laidia Maryati

Kakankemenag Tuban, Sahid
Kasi Pendidikan Madrasah, Hadi Sarjono
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Menag Yaqut: Jangan Gegabah Menilai Seseorang Radikal

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas meminta semua pihak untuk tidak mudah memberikan label radikal kepada seseorang atau kelompok. Penyematan predikat negatif tanpa dukungan data dan fakta yang memadai berpotensi merugikan pihak lain.

“Kita harus seobjektif mungkin dalam melihat persoalan, jangan sampai gegabah menilai seseorang radikal misalnya,” ujar Menag Yaqut di Jakarta, Sabtu (13/2/2021).

Stigma atau cap negatif, menurut Menag, seringkali muncul karena terjadinya sumbatan komunikasi. Untuk itu, menciptakan pola komunikasi yang cair dan dua arah adalah sebuah keniscayaan, lebih-lebih di era keterbukaan informasi saat ini. Stigma radikal juga bisa jadi muncul karena seseorang kurang memiliki informasi dan data yang memadai terhadap sikap atau perilaku orang lain.

“Dengan asumsi itu, maka klarifikasi atau tabayyun adalah menjadi hal yang tak boleh ditinggalkan dalam kerangka mendapat informasi valid,” ujar Gus Yaqut, sapaan akrab Menag.

Dengan model tabayyun ini, maka hakikatnya seseorang atau kelompok juga akan terhindar dari berita palsu atau hal-hal yang bernuansa fitnah. Untuk itu, Menag Yaqut mengajak seluruh komponen bangsa untuk mengutamakan komunikasi yang baik dan menempuh cara klarifikasi jika terjadi sumbatan masalah. Jika pola ini diterapkan, Menag optimistis, segala polemik berkepanjangan atau kekisruhan yang seringkali muncul dan merugikan bangsa ini bisa dicegah.

“Saya tidak setuju jika seseorang langsung dikatakan radikal. Kritis beda dengan radikal. Berpolitik memang bisa jadi pelanggaran seorang ASN. Namun soal lontaran kritik sah-sah saja sebagaimana yang disampaikan oleh Presiden Jokowi bahwa kritik itu tidak dilarang,” ujar Gus Yaqut.

Menag Yaqut menegaskan, terkait dugaan pelanggaran Din Syamsuddin yang statusnya masih sebagai dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, sebenarnya telah jelas ada regulasi yang mengaturnya. Prosedur penyelidikan pun telah diatur secara komprehensif oleh negara, antara lain melalui inspektorat maupun KASN.

Dengan dasar tersebut, Menag Yaqut berharap, semua pihak untuk mendudukkan persolan ini dengan proporsional. “Persoalan disiplin, kode etik dan kode perilaku ASN sudah ada ranahnya. Namun, jangan sampai kita secara mudah melabeli Pak Din radikal dan sebagainya,” tegas Menag Yaqut.

Humas

Menag Yaqut: Jangan Gegabah Menilai Seseorang Radikal
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Kemenag Gandeng K/L Kembangkan Ekonomi Pesantren

Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag menggandeng sejumlah kementerian/lembaga negara (K/L) untuk ikut memberdayakan pesantren, utamanya pada aspek ekonomi.

Program ini dibahas bersama dalam Rapat Koordinasi terkait Penguatan Pendidikan Lifeskill dan Pengembangan Ekonomi Pesantren, di Jakarta, Selasa (9/2/2021). Rakor diikuti perwakilan dari Kemenko PMK, Kemenko Perekonomian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Kementerian BUMN, Kementerian Kesehatan, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Ketangakerjaan, dan Kementerian Perindustrian.

Tampak hadir juga, anggota Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Rahmat Hidayat, Staf Khusus Menteri Agama Wibowo Prasetyo, dan Ketua RMI PBNU KH Abdul Ghoffar Rozin.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Muhamad Ali Ramdhani menjelaskan bahwa pemberdayaan ekonomi pesantren tidak bisa hanya dilakukan Kemenag. Sebab, regulasi hanya memberi mandat kepada Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag untuk melalukan pemberdayaan pada fungsi Pendidikan. Padahal, sesuai amanat UU No 18 tahun 2019 tentang Pesantren, selain fungsi pendidikan, pesantren juga mengemban fungsi pemberdayaan.

“Memang kita itu (Kemenag) masih memfokuskan anggarannya pada fungsi pesantren sebagai fungsi pendidikan,” tegas Ali Ramdhani.

Hadir sebagai narasumber, Ketua RMI NU KH Abdul Ghofar Rozin menambahkan bahwa pesantren harus juga mendapat perhatikan dari K/L terkait, khususnya pada aspek pemberdayaan potensi ekonominya. Sebab, Pesantren dilibatkan juga dalam Program Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang dirancang Bappenas.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Waryono Abdul Ghafur menjelaskan bahwa rapat koordinasi lintas K/L digelar dalam upaya mengoptimalkanpesantren dalam fungsi pemberdayaan. “Kegiatan ini merupakan upaya melaksanakan amanat UU No. 18 tentang Pesantren sebagai fungsi pemberdayaan. Kemenag tidak bisa jalan sendiri karena anggaran kita masih fokus di fungsi pendidikan,” jelasnya.

Menurut Waryono, rakor ini menyepakati sejumlah hal terkait pemberdayaan potensi ekonomi pesantren. Rakor mengidentifikasi bahwa pemberdayaan pesantren sudah dilakukan oleh K/L terkait dalam lima tahun terakhir, meski belum merata. “Ke depan, Kemenag bersama K/L berkomitmen untuk melakukan proses pemerataan sekaligus fokus pada upaya memperkuat kemandirian pesantren,” jelasnya.

Rakor, lanjut Waryono, juga menyepakati pentingnya pemetaan usaha-ekonomi pesantren dan sinkronisasi usaha-usaha pesantren dengan program-program K/L. Atau sebaliknya, sinkronisasi program K/L dengan program pemberdayaan ekonomi yang sudah dirintis dan atau telah berjalan di pesantren.

Waryono menambahkan, bahwa saat ini setidaknya ada empat tipe pesantren, yaitu: belum memiliki usaha, sudah memiliki usaha tapi belum berkembang, kluster pesantren, dan ekosistem pesantren. Masing-masing tipe perlu pendekatan atau intervensi berbeda. Misalnya, pesantren yang belum memiliki usaha, bisa diberikan pelatihan yang tepat dengan potensinya. Untuk usaha yang belum berkembang, perlu mendapatkan terobosan dan jalan keluar. Pesantren yang sudah menjadi kluster, perlu mendapat afirmasi untuk meningkatkan kapasitas bisnis. “Untuk pesantren yang ekosistem usahanya sudah terbangun dengan baik, harus dijaga agar terus berjalan baik dan berkembang,” tutur Waryono.

“Harus ada road map atau Peta Jalan Kemandirian Pesantren (PJKP) sebagai pedoman besar di dalam menyiapkan infrastruktur, desain, pedoman dan program-program yang menjadi pegangan seluruh stakeholder termasuk Kementerian/Lembaga untuk melahirkan pesantren yang benar-benar mandiri dan memberdayakan masyarakat sekitar,” lanjutnya.

Untuk mewujudkan PJKP ini, kata Waryono, akan dibentuk tim yang melibatkan kiai/ustaz, lulusan/alumni, pakar ekonomi, praktisi usaha, professional dan birokrat dari K/L. Pokja itu terdiri dari unsur pesantren, regulator, masyarakat, dunia usaha, dan juga industri keuangan.

“Tim Kecil dari internal Kemenag akan mempersiapkan data dukung dan dukungan administrasi. Tim Besar lintas K/L akan menyusun Peta Jalan Kemandirian Pesantren yang juga melibatkan pakar, kiai, alumni pesantren, praktisi, ahli ekonomi, ahli manajemen, dan lainnya,” tandas Waryono.

Humas

Kemenag Gandeng K/L Kembangkan Ekonomi Pesantren
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

MAN 1 Tuban Sabet Dua Kejuaraan di Ajang MRC Tingkat Nasional

Dua Tim Robotik siswa MAN 1 Tuban sabet dua kejuaraan sekaligus dalam ajang MRC tingkat nasional di Jakarta, Rabu (10/2/2021). Mereka adalah M. Dikky Darmawan, XI MIPA-4 dan M. Arif Nugroho, XI MIPA-1 melalui Tim Muscle berhasil menyabet juara I tingkat nasional Best Design kategori Amphibious Solar Vehicle (ASV), sedangkan M. Syihabbulmillah, XII MIPA-3 dan Ahmad Yulda Wildanu, XII MIPA-5 melalui tim Armory berhasil memenangkan juara III tingkat nasional Best Point untuk kategori Sumo- IOT dalam Kompetisi Grand Final The Best Madrasah Robotic Competition (MRC) 2020.

Direktur KSKK Madrasah Kementerian Agama, A. Umar, dalam sambutannya pada buku panduan kompetisi menjelaskan, pendidikan madrasah ditujukan untuk membangun landasan bagi berkembangnya potensi peserta didik. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan berbagai program antara lain adalah dalam bentuk kegiatan kesiswaan.
Program Robotic Madrasah Competition (MRC) sebagai ajang kompetisi robot tingkat madrasah ini sudah memasuki tahun ke enam sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2015 di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan. Di tahun keenam ini diharapkan terjadi peningkatan kualitas dan output yang dihasilkan, karena kompetisi Robotik Madrasah merupakan program baru yang menjadi salah satu program unggulan Direktorat KSKK Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Sahid, saat ditemui di ruang kerjanya menyampaikan apresiasi atas capaian yang sudah diraih siswa MAN 1 Tuban. “Selamat dan sukses untuk MAN 1 Tuban yang sudah meraih juara Nasional di ajang MRC di Jakarta, yang membawa nama baik Kanwil Kemenag provinsi Jatim, juga tentunya nama baik Kabupaten Tuban, terus maju dan berprestasi bersama madrasah. Alhamdulillah, tadi malam sudah kami laporkan ke bapak Kakanwil Kemenag Jatim dan beliau memberikan apresiasi atas prestasi siswa MAN 1 Tuban,” jelasnya.
Menurutnya prestasi ini sangat bergengsi, semoga di tahun-tahun mendatang bisa lebih baik lagi.

Menurut Kepala MAN 1 Tuban, M. Badar, ajang kompetisi yang digelar tanggal 8-10 Februari  2021 di Kampus Islam As-Syafiiyah Jakarta ini melombakan tujuh (7) kategori yakni, Internet Of Thinks, Amphibious Solar Vehicle (ASV), Maze Solving, Creative, Underwater, Sumo IOT, dan Line Follower Analog.
MRC merupakan ajang Kompetisi Robotika dan Otomasi tingkat Madrasah se-Indonesia mulai dari menemukan ide, merakit atau merancang, mengoperasikan hingga menemukan teknologi baru di bidang robotika dan otomasi yang dirancang agar memiliki manfaat bagi kehidupan manusia. “Lomba ini bermanfaat untuk mengembangkan daya nalar dan membangun cara berfikir siswa lebih kreatif dan inovatif,” ujarnya.
Keluarga MAN 1 Tuban sangat bangga dengan anak-anak yang telah berusaha dengan tekun untuk mengikuti lomba. “Semoga prestasi ini dapat menjadi pendorong bagi siswa yang lain dan kalangan madrasah untuk lebih beprestasi,” ucap pria dari Kanor Bojonegoro ini.

Sementara itu, Pembina Robotik, Dina Kamila, merasa sangat bangga bisa membawa siswanya meraih prestasi di tingkat Nasional.
“Ini pertama kali bagi saya membawa anak-anak mengikuti kompetisi robotik, paling tidak pengalaman ini dapat menjadi bekal lebih mengenal medan kompetisi, sehingga harapannya ke depan MAN 1 Tuban konsisten untuk mengikuti lomba robotika, tentunya dengan target bertahan menjadi juara pertama di beberapa kategori yang dilombakan,” ungkapnya. (Hms)

Editor Laidia Maryati

Para pemenang bersama Kepala MAN 1 Tuban
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Siswa MIN 1 Tuban Borong Piala di Ajang Exhibition9 SMP BAS

Kabar gembira kembali datang di MIN 1 Tuban. Pasalnya dalam kegiatan Exhibition9 SMP BAS Tuban Tahun 2021, MIN 1 Tuban berhasil menyabet juara 1, 2 dan 3 dalam kategori Olimpiade IPS, dan juara 2 kategori Solo Vocal. Penyerahan piala diserahkan langsung oleh Kepala Madrasah, Afiyah, Rabu (10/02/2021).

“MIN 1 Tuban mengirimkan enam siswa terbaiknya untuk berkompetisi di kegiatan tersebut. Alhamdulilah mendapat nilai tertinggi pertama kategori IPS siswa atas nama Muhammad Alif ‘Ubaidillah, tertinggi kedua Lintang Arum Purwaningtyas, dan tertinggi ketiga Muhammad Alif Egy Silmikaf, sedangkan di kategori Solo Vocal mendapatkan nilai tertinggi kedua yaitu siswa atas nama Titik Yulia Oktavia Ningrum,” jelasnya.

Afiyah ikut bangga dengan prestasi yang sudah diraih. “Kami sampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada ananda berempat yang telah menorehkan prestasi dan membawa nama harum MIN 1 Tuban ini,” ujarnya. Lebih lanjut Afiyah mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak ibu guru pendamping dan semua pihak yang telah membantu dan meberikan support kepada anak didik kita sehingga bisa menjadikan yang terbaik.

Kegiatan ini (exibition9) dilaksanakan tanggal 11-13 Januari 2021 di SMP BAS Tuban ini diikuti oleh siswa MI/SD yang ada di Karesidenan Bojonegoro dan sekitarnya, kegiatan ini merupakan ajang yang sangat bergengsi untuk diikuti.

Sementara itu, Koordinator bidang kesiswaan, Alvi Jauharatus Syukriyah menyatakan sangat bersyukur atas prestasi yang diraih oleh anak-anak diajang Exhibition9 SMP BAS Tuban Tahun 2021 ini. “Alhamdulillah Wasyukurillah dimasa pandemi Covid-19 ini anak-anak masih semangat belajar dan bisa mengikuti kegiatan Exhibition9 sampai selesai dan tentunya bisa menorehkan juara sesuai apa yang kita harapkan bersama,” sambungnya.

Guru pendamping siswa di ajang Exhibition ini, Umi Fadhilah juga menjelaskan bahwa ini menjadi langkah awal yang bagus, tinggal memaksimalkan. Menurutnya MIN 1 Tuban memiliki siswa-siswa yang berkualitas dalam bidang akademik maupun nonakademik. Harapannya madrasah dapat memberikan fasilitas yang maksimal bagi siswa agar bisa mengembangkan kemampuannya baik dalam bidang akademik maupun non akademik, sehingga bibit-bibit berkualitas di MIN 1 Tuban bisa berkembang secara optimal. (Dar)

Editor Laidia Maryati

Editor Laidia Maryati

Penyerahan piala kepada siswa oleh Kepala MIN I Tuban
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Tekan Pernikahan Dini, Kemenag Tuban Adakan Bimbingan Perkawinan Pranikah

Kementerian Agama Kabupaten Tuban adakan giat Bimbingan Perkawinan Pranikah Bagi Remaja Usia Sekolah di gedung PLHUT Kemenag Tuban, Rabu (10/02/2021) melalui Seksi Bimas Islam, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Acara dihadiri oleh Kakankemenag Tuban, Kasubag TU, Kasi dan peserta dari IPPNU dan Fatayat sejumlah 40 orang.

Dalam sambutannya Kakankemenag Tuban menyampaikan Surat Edaran dari Gubernur Jawa Timur tentang Pencegahan Perkawinan Anak, nomor 474.14/810/109.5/2021 tanggal 18 Januari 2021.
Dalam SE ini dijelaskan tidak memperkenankan perkawinan di bawah 19 tahun untuk laki-laki dan 16 tahun bagi perempuan. “Hal ini sesuai dengan UU no 16 tahun 2019 tentang perubahan atas UU no 1 tahun 1974 tentang Perkawinan, yang menyebutkan usia menikah laki-laki dan perempuan adalah 19 tahun,” ujarnya. Ia menyebutkan di Jawa Timur, pernikahan usia dini pada tahun 2019 ada sekitar 7 ribu dan tahun 2020 ada 11 ribu orang.
“Pernikahan dini juga memicu perceraian, banyak terjadi usia 20-30 tahun,” ungkapnya.
Menurut data dari Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Tuban, angka perceraian selama 2020 terbilang tinggi, yakni sebanyak 2.375 kasus perceraian. Sekitar 200 orang perbulan.

Ia berpesan kepada peserta bahwa keluarga adalah harta yang paling berharga. Orang dinikahi karena 4 hal, karena kecantikannya, hartanya, keturunannya dan karena agamanya. “Pilih yang beragama baik,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua Panitia, Qosim, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta akan pentingnya kesiapan lahir batin menuju jenjang pernikahan.

“Selain itu, sebagai upaya peningkatan kualitas mental generasi muda untuk membangun keluarga sakinah, menekan angka pernikahan di bawah umur serta menekan angka perceraian,” katanya.

Kegiatan ini merupakan pelaksanaan program kegiatan Seksi Bimbingan Islam untuk memberikan bimbingan perkawinan pra nikah sebagai bekal membangun rumah tangga.
Ada empat materi yang akan disampaikan oleh narasumber yakni paparan kebijakan bimbingan perkawinan remaja usia nikah (Sahid), pendewasaan usia nikah (Moh. Qosim), kesehatan reproduksi remaja (Umi Kulsum) dan mempersiapkan keluarga yang kokoh menuju keluarga sakinah (Mashari). “Dengan kegiatan ini diharapkan adanya peningkatan kualitas generasi muda dalam persiapan membangun rumah tangga,” pungkasnya. (lai/irn)

Editor Laidia Maryati

Kakankemenag Tuban didampingi Kasubag TU dan Kasi dalam acara Bimbingan Perkawinan Pranikah Bagi Remaja Usia Sekolah
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Peresmian Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Tuban

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban meresmikan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji Kecamatan Tuban, Selasa (09/02/2021) yang dibangun dari dana SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) tahun 2020.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban beserta Kasubag TU, Kasi, Penyelenggara Zakat Wakaf, Pejabat Pembuat Komitmen, Pejabat Pengadaan Barang, Pengelola BMN, Ketua APRI, Forkopimka, Lurah serta Kepala Desa se Kecamatan Tuban.

Peresmian ini ditandai dengan pengguntingan pita oleh Kepala Kemenag Tuban didampingi, Camat, Kapolsek, Danramil dan jajaran Forkopimka.
Kepala Kantor Kemenag Tuban, Sahid, dalam sambutan pengarahannya menyampaikan rasa syukur karena di masa pandemi covid ini masih dikaruniai kesehatan sehingga mampu menjalankan tugas yang diamanatkan. Selanjutnya, Sahid mengingatkan agar sinergitas dan koordinasi KUA dengan instansi di tingkat kecamatan terus terjalin dengan baik.

Pembangunan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Kecamatan Tuban ini dari dana SBSN senilai Rp. 1.042.742.979,-.

Dipilih KUA Tuban karena berada di wilayah perkotaan, sehingga nanti bisa memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat. Sahid juga menyampaikan terima kasih kepada KUA Kecamatan Tuban yang telah memberikan pelayanan sebaik baiknya kepada masyarakat.

Pria humoris ini juga menyampaikan ada beberapa instruksi dari Kementerian Agama RI untuk menerapkan protokol kesehatan dalam upaya pencegahan covid-19 dengan selalu mentaati 5M.
Terkait Edaran Gubernur tentang pencegahan perkawinan anak, bahwa UU Nomir 1 th 1974 telah direvisi dg UU Nomor 16 tahun 2019, bahwa usia nikah dari 16 tahun bagi wanita menjadi 19 tahun.

Upaya Kemenag Tuban yang dilakukan adalah mulai tahun 2019 telah melaksanakan bimbingan perkawinan (BINWIN) sebanyak 30 angkatan dengan 1500 peserta. Pada tahun 2020 ada 23 angkatan dengan membimbing 690 peserta dari calon pengantin. Akan tetapi Kemenag tentu saja tidak bisa bekerja sendiri, tetapi harus secara bersama2 semuanya untuk berupaya mencegah perkawinan anak.

Sementara itu Kepala KUA Tuban, Moh. Rifqi, menyampaikan bahwa keluarga KUA Kecamatan Tuban sangat bangga bisa menempati kantor yang baru. Rifqi menyampaikan terima kasih yang tak terhingga atas bantuan semua pihak khususnya Kepala Kemenag Tuban. Ia berharap dengan kantor yang baru bisa lebih optimal dan lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan SDM KUA bisa meningkat lebih baik dan lebih berkualitas. (Mshr)

Editor Laidia Maryati

Kakankemenag Tuban meresmikan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Tuban
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Kemenag Tuban Berbagi

Kementerian Agama Kabupaten Tuban salurkan bantuan ke sejumlah dhuafa dan guru ngaji di desa Guwoterus Kecamatan Montong, Senin (08/02/2021) pukul 14.00 WIB, bertempat di TPQ Cholifatul Hakim.
Bantuan berasal dari Zakat, Infaq dan Shodaqoh (ZIS) ASN Kemenag Tuban. Bantuan tersebut diwujudkan dalam bentuk sembako, mukena, face shield dan sejumlah uang pembinaan sebanyak 25 paket.

Bantuan diserahkan oleh Kakankemenag Tuban, didampingi Kasubag TU, Kasi Bimas Islam, Penyelenggara Zakat Wakaf dan Pranata Humas. Untuk menghindari kerumunan, pemberian bantuan diberikan secara simbolis oleh 4 orang dhuafa dan guru ngaji, dan dengan tetsp menerapkan protokol kesehatan.

“Yang pertama tujuan kami silaturahmi, kedua berbagi sedikit dalam kondisi pandemi Covid-19 dimana banyak mengalami kesulitan ekonomi,” ujarnya. Kemenag Tuban sangat mendukung program ini dan berpartisipasi secara nyata. Ia menambahkan pilihan jatuh didesa Guwoterus Kecamatan Montong karena ini merupakan desa wisata berbasis sedekah binaan BAZNAS Kabupaten Tuban. Pria humoris ini menekankan dengan banyaknya musibah yang dialami saudara di tanah air agar membuat kita makin bersyukur. Bisa menggugah rasa simpati kepada sesama. “Semoga kita selalu diberikan kemudahan,” harapnya.

Sementara itu, pimpinan TPQ Cholifatul Hakim, Chipnal Muchlip M, mengungkapkan rasa terimakasih kepada keluarga besar Kemenag atas perhatiannya untuk dhuafa dan guru ngaji. “Serasa mendapatkan tetesan surga,” ungkapnya. Ia berpendapat sebaik-baiknya manusia adalah yang bisa memberikan manfaat untuk orang lain. Ia menceritakan di mana dulu kondisi masyarakat Guwoterus yang abangan. “Alhamdulillah perlahan-lahan masyarakat sudah merasakan syiar,” pungkasnya. (lai/irn)

Editor Laidia Maryati

Kemenag Tuban menyerahkan bantuan kepada guru ngaji
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar