Kembali Balai Diklat Keagamaan Surabaya mengadakan giat Pelatihan Di Wilayah Kerja (PDWK), Pelatihan Teknis Manajemen Madrasah bagi 40 Kepala Madrasah Aliyah, baik negeri maupun swasta, yang dilaksanakan di Kementerian Agama kabupaten Tuban tepatnya di MAN 1 Tuban, Senin (06/03/2023).

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Munir, membuka dan menyampaikan materi Pembangunan Bidang Agama. Dalam arahannya ia mengatakan seluruh Kepala Madrasah beserta gurunya harus ikut program Digital Manajemen Madrasah yang merupakan kebutuhan.

“Target semester awal ini sudah jalan dengan menggandeng tim IT dari pihak ketiga, sehingga akreditasi mendatang madrasah sudah tidak bingung lagi,” terangnya.

Menurutnya, pihaknya melalui Seksi Pendidikan Madrasah proses melakukan pendampingan manajemen madrasah kepada pengawas, yang nantinya pengawas ini yang akan menularkan ilmunya kepada madrasah. “Kalau pendampingan akreditasi lembaga bisa bayar mahal kepada pihak ketiga, kali ini tidak, karena Pengawas yang diterjunkan, yang sebelumnya kami latih terlebih dahulu,” papar pria kenyang pengalaman ini.

Selain itu, masih menurut Munir, pihaknya akan melatih madrasah untuk mengirimkan tenaga untuk pelatihan jurnalis atau kehumasan madrasah. “Sesuatu yang baik harus disiarkan biar orang lain tahu, sebesar apapun kegiatan kalau tidak disiarkan orang tidak akan tahu, demikian juga sebaliknya,” tuturnya.

Dalam pelatihan tersebut akan diajarkan bagaimana cara menciptakan berita, mendesain dan mengatur berita. “Kami akan menggandeng pihak ketiga untuk membuat Flayer, Twibbon, Spanduk dan info2 berbasis desain grafis,” lanjutnya.

Sementara itu, Kasubag TU Balai Diklat Keagamaan Surabaya, Muslimin, berpesan kepada peserta supaya mengikuti kegiatan ini sampai paripurna.
“Tidak boleh meninggalkan tempat selama pelatihan, anggap ini pelatihan di Balai Diklat dan diikuti secara final, mengingat penjamin mutu acara ini adalah Balai Diklat, semoga pelatihan bisa tertib dan lulus semua,” paparnya.

Pria asal Kota Soto ini menjelaskan
alasan PDWK ini diantaranya agar bisa mengefisiensi waktu dan anggaran. “Hasil efisiensi bisa dipakai kegiatan lain, efisiensi itu banyak, mulai makan, kalau di Surabaya 3 kali, penginapan, kebersihan, listrik dll, kalau di tempat kerja makan cukup satu kali dan tidak memerlukan penginapan, selain itu untuk pemerataan siklus pelatihan pegawai,” jelasnya.

Faktanya, selaku pengelola dituntut untuk berinovasi agar pelatihan bisa lancar dan menjangkau semua pihak, tidak hanya PNS tapi juga PPPK.

Sebagai informasi, menurut keterangan Ketua Panitia, Abdul Mutohar, peserta mendapatkan pelayanan konsumsi dua kali snack, satu kali makan siang, uang transport dan uang harian langsung ke rekening. Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 6-11 Maret 2023, dengan Widya Iswara Dr. Hj. Rofikatul Karimah, S.Ag., M.Si dan Dr. H. M. Musfiqon, M.Pd. (Lai)

Editor: Laidia Maryati

Berfoto bersama usai penyematan tanda pesertapesertal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *