Launching Pusaka Sakinah (Pusat Layanan Keluarga Sakinah) oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Ahmad Munir, di KUA Revitalisasi Kecamatan Soko, Senin (27/02/2023).

Giat yang digawangi oleh Seksi Bimas Islam Kemenag Tuban ini dihadiri seluruh Forkopimca kecamatan Soko, Penyuluh Agama Islam, dan 30 pasang suami istri yang sudah menikah selama 5-15 tahun.

Menurut Munir, hal ini merupakan program dari Kemenag RI sebagai ikhtiar untuk menekan angka perceraian dan stunting yang tinggi. Masyarakat yang sudah melaksanakan pernikahan perlu di refresh kembali. “Tidak hanya yang akan menikah, tapi yang sudah menikah juga perlu di refresh kembali sehingga bisa menjadi keluarga yang maslahah, keluarga yang tentram dan bahagia,” kata Munir.

Ia mengaku, kegiatan ini tidak hanya di laksanakan di KUA Kecamatan Soko, tapi akan diterapkan ke semua KUA di kabupaten Tuban. “Kebetulan KUA Kecamatan Soko ini sebagai KUA Revitalisasi di kabupaten Tuban, satunya KUA Kecamatan Tuban dan baru turun SK KUA Revitalisasi di Kecamatan Plumpang, sehingga nanti kita memiliki 3 KUA Revitalisasi,” terangnya.

Pada kesempatan ini Kepala Kantor Kemenag Tuban memberikan materi
“Membangun Keluarga Harmonis Dengan Komunikasi Penuh Cinta”.

Tujuan menikah dalam Islam diantaranya merupakan sifat naluriah manusia, mengikuti amanah Allah dan sunnah nabinya, karena cinta, untuk memperoleh ketenangan ketentraman dan kasih sayang serta memperoleh keturunan.

Pria asal kota Ledre ini menyampaikan tips menjadi istri yang baik. “Percantik diri dan rendahkan suaramu, merasa puas dengan apa yang telah Allah berikan melalui suami, bersyukur dan memberikan apresiasi, jika suami marah buatlah dirinya merasa lega, senantiasa tampil mewangi, jangan pusing dengan hal-hal keduniaan, kesetiaan dan ketaatan, memenuhi perintah suami dan boleh cemburu dengan kecemburuan yang terpuji,” bebernya disambut tepuk tangan antusias hadirin yang didominasi pasangan lawas ini.

Masih menurut Munir, selain menyampaikan kewajiban istri juga menyampaikan kewajiban suami terhadap istri, diantaranya
menafkahi, menggauli istri dengan baik, menjaga aib istri, membimbing istri dan memperlakukan istri dengan baik.
“Wanita itu di kasar patah (sakit hatinya), dibiarkan mblarah (tidak terarah), kalau
suami mblarah istri tidak berdosa, tapi ketika istri mblarah suami berdosa,” timpalnya.

Camat Soko, Sucipto sangat berterimakasih dan mengapresiasi kegiatan ini. “Kami sampaikan terima kasih kepada Kakankemenag dan Tim, karena tingginya angka stunting di Soko makanya ada perhatian tersendiri, untuk kami,” ujarnya. Menurutnya ini kolaborasi yang sangat bagus disemua jajaran di kecamatan Soko. Harapannya ada sesuatu, kita kolaborasi dan insyaallah ada solusi. “Bersama-sama Mbangun Deso Noto Kutho, karena kultur di Kabupaten Tuban juga berbeda, di Soko ada istilah ngebrok (belum menikah sudah satu rumah), ini juga harus kita cermati,” terangnya penuh semangat.

Sementara itu, Kasi Bimas Islam Kemenag Tuban, Mashari menjelaskan, yang melatarbelakangi kegiatan ini karena angka perceraian yang masih tinggi. Ia mengaku,
kegiatan bertemakan “Melalui Program Pusaka Sakinah Kita Wujudkan Keluarga Maslahah” ditempatkan di KUA Soko karena merupakan KUA revitalisasi yang menuntut banyak program harus direalisasikan. “Tapi semua KUA harus menjalankan program dari Pimpinan, Kakankemenag Tuban,” ujarnya.

Ia menjelaskan di Kabupaten Tuban
Talak dan Cerai tahun 2019 sejumlah 787, tahun 2020 sejumlah 993, tahun 2021 sejumlah 2.018 dan tahun 2022 sejumlah 1.909.

Salah satu pasangan Suladi dan Kamisri pasangan yang menikah pada tahun 1972 ini mengaku senang dengan acara seperti ini. “Kami sudah melaksanakan pernikahan selama 51 tahun, baru kali ini ada pembinaan dari Pemerintah, walaupun permasalahan di rumah tangga kami hanya persoalan uang,” tutur Kamisri asal Desa Jati Kecamatan Soko ibu 4 anak ini sambil menahan tawa. (lai)

Editor:Laidia Maryati

Kakankemenag Tuban sedang memberikan pengarahan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *