Kementerian Agama yang digawangi oleh seksi Pendidikan Madrasah menggandeng DPRD Kabupaten Tuban menyelenggarakan acara Launching AMI (Anugerah Madrasah Inovasi) di gedung DPRD kabupaten Tuban, Kamis (31/03/2022) yang dihadiri oleh Kakankemenag Tuban, Ketua DPRD kabupaten Tuban, Pengawas dan perwakilan seluruh unsur guru dari IGRA, MI, MTs dan MA baik negeri ataupun swasta.

Kakankemenag Tuban,  Ahmad Munir, menjelaskan memasuki era 5.0 harus memainkan dunia yang serba canggih ini. Manusianya yang harus berperan, bukan alatnya, menguasai tehnologi dan skill personalianya.

Ia berusaha menjadikan bagaimana madrasah lebih maju, salah satunya dengan penataan administrasi madrasah dari yang manual beralih ke digitalisasi. “Semua sistem manajemen madrasah sudah harus berbasis digital dan pembelajarannya harus sudah berbasis digital dan IT,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan Kepala Madrasah harus selalu berinovasi dan tampil dengan imajinasi serta mampu berimprovisasi. Ia berharap di masing-masing Madrasah mempunyai keunggulan dan ciri khas tersendiri baik yang menyangkut literasi interpreneur maupun smart.

Pria asal kota Ledre ini menjabarkan mengenai literasi, pertama yakni literasi atau perbanyak sumber bacaan. “Kemudian interpreneur, bagaimana madrasah mempunyai ciri-ciri tertentu, seperti melatih anak-anak untuk wirausaha berlatih mandiri dan menjadi usahawan kecil di tempatnya,” rincinya. Yang ketiga madrasah mempunyai ciri smart, dan cepat, sehat mandiri ramah anak dan toleransi. Ini tidak bisa hanya dilakukan oleh guru atau Kepala Madrasah, semua harus berkolaborasi antara peran guru dengan madrasah dan peran guru dengan lingkungan madrasah.

Sementara itu, Miyadi, sebagai Ketua DPRD kabupaten Tuban mengatakan gedung ini dibangun dari uang rakyat maka sudah sepatutnya jika hari ini gedung ini  dipakai kembali oleh masyarakat yang dalam hal ini adalah keluarga besar madrasah.

Miyadi, Ketua DPRD kabupaten Tuban menyambut baik program ini dan wajib dikembangkan, jangan sampai kalah dengan lembaga yang lain. Jika mau baik manajemen, mutu dan kualitas guru dan lembaga harus dibenahi kualitasnya. “Madrasah harus mempunyai karakter menjadi anak yang cerdas dan insyaallah saya ajan terus memperjuangkan madrasah. Pria asal Bourno Bojonegoro ini sangat mendukung program ini dengan memfasilitasi gedung selain honor narasumber dan konsumsinya.

Sementara itu, Umi Kulsum, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Tuban pada kesempatan ini mengucapkan terimakasih kepada Kakankemenag Tuban yang sudah mendukung dan mensupport acara ini dan kepada Ketua DPRD yang sudah memfasilitasi gedung sebagai tempat acara. “Hari ini gedung DPRD betul-betul menjadi rumah rakyat,” ujarnya.

Kementerian Agama saat ini memiliki 614 lembaga mulai dari RA hingga MA baik negeri ataupun  swasta di 20 kecamatan, dengan jumlah murid  sekitar 38.000, guru 5.107. “Ini merupakan aset yang harus di jual dimasyarakat, madrasah harus mempunyai branding yang layak jual,” ucapnya.  Kementerian Agama sangat ingin mewujudkan madrasah yang mandiri dan berprestasi. Pada kesempatan ini juga diterbitkan Buletin AMI pertama yang diterbitkan oleh tim kepada Kakankemenag Tuban. (lai/irn)

Editor: Laidia Maryati

Kakankemenag Tuban dan Ketua DPRD dalam acara launching Anugerah Madrasah Inovasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *