Kasus Covid Naik Tajam, Menag Minta Jajarannya dan Masyarakat Perketat Prokes 5M

Kasus aktif Covid-19 di Indonesia mengalami tren kenaikan dalam sebulan terakhir. Bahkan hari ini, angka positif Covid-19 melonjak hingga 13.737.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta jajarannya untuk memperketat penerapan protokol kesehatan. “Jajaran Kemenag harus menjadi teladan dalam penerapan protokol kesehatan. Ini bagian dari kontribusi kita dalam menekan laju paparan Covid-19 dan tentu saja ini bagian dari tugas kemanusiaan kita,” tegas Menag di Jakarta, Minggu (20/6/2021).

“Koordinasi dengan Satgas Covid-19 setempat. Berlakukan skema work from office (bekerja dari kantor) dan work from home (bekerja dari rumah) sesuai kondisi daerah masing-masing,” sambungnya.

Menurut Menag, setidaknya ada lima hal yang harus terus diterapkan secara displin, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

“Ajak tokoh masyarakat setempat untuk bersama-sama memperketat penerapan prokes. Ajak pengurus rumah ibadah untuk terlibat aktif dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Menag lalu mengingatkan instruksi Nomor 01 tahun 2021 tentang Gerakan Sosialisasi Penerapan Protokol Kesehatan (5M) yang terbit Feburari 2021. Instruksi ini ditujukan kepada tujuh pihak, yaitu Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Pusat, Rektor/Ketua Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri, Kepala Kanwil Provinsi dan Kankemenag Kab/Kota, Kepala Madrasah, Kepala KUA, Penyuluh Agama, dan seluruh Aparatur Sipil Negara Kemenag.

Secara umum, instruksi ini meminta ASN Kemenag untuk menjadi teladan dalam penerapan 5M pada setiap aktivitas di kantor maupun di luar kantor. Selain itu, ASN harus aktif dalam sosialisasi dan penerapan disiplin protokol kesehatan di lingkungan satkernya, termasuk dengan melibatkan tokoh agama dan masyarakat. ASN Kemenag juga diminta meminimalisasi kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan banyak orang.

“Instruksi lainnya terkait keharusan para pihak untuk melaporkan secara berkala terkait kemajuan gerakan sosialisasi penerapan protokol kesehatan (5 M) kepada Tim Tanggap Darurat Pencegahan Penyebaran Covid-19 Kementerian Agama Republik Indonesia melalui website: lapor5m.kemenag.go.id. Laporan dalam bentuk foto atau video,” tegas Menag.

Instruksi Menag ini melengkapi sejumlah ketentuan dan pedoman dalam penyelenggaraan layanan keagamaan di masa pandemi yang telah diterbitkan sebelumnya oleh Kementerian Agama. Ketentuan itu antara lain terkait penyelenggaraan ibadah di rumah ibadah, serta pembelajaran di lembaga pendidikan agama dan keagamaan pada masa pandemi.

“Seluruh ketentuan prokes yang diterbitkan sebelumnya masih tetap berlaku. Bahkan harus ditingkatkan dan diperkuat pelaksanaannya melalui koordinasi dan pelaporan,” jelasnya.

“Semoga ikhtiar ini bisa dilaksanakan secara optimal dan Indonesia terjaga dan segera terbebas dari Covid-19,” tandas Menag Yaqut.

Humas

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

KUA dan Penyuluh Agama Islam Genjot Pelayanan Bimbingan Keagamaan

Giat sosialisasi dan pembinaan perkawinan yang dirangkai dengan kegiatan khotmil Qur’an oleh para Penyuluh Honorer & Penyuluh Agana Islam Fungsional kecamatan Jenu yang bekerjasama dengan Badan Kontak Majlis Taklim (BKMT). kegiatan ini dilaksanakan di Musholla Nurul Jadid, Socorejo, Jenu, Tuban, Jumat kemarin, (18/06/2021).

Khotmil Qur’an keliling dari masjid ke masjid atau musholla ini merupakan rangkaian kegiatan rutin yang telah disepakati oleh KUA dan BKMT kecamatan Jenu, yang digawangi oleh penyuluh ini telah berjalan sebanyak tiga kali. Tepatnya pada hari Jum’at kliwon tanggal 09 April 2021 telah dilangsungkan kegiatan perdana di masjid Rohmat, Bogang, Wadung, Jenu. Kemudian dilanjut di masjid Baiturrohman Terangrejo, Temaji, Jenu pada tanggal 07 Mei 2021 bertepatan pada bulan Romadhon dan ketiga kalinya ini dilaksanakan di Musholla Nurul Jadid Socorejo. 
Hadir pada kegiatan ini Kepala KUA, Ketua BKMT beserta pengurus, PAIF dan PAIH wilayah penyuluhan kecamatan Jenu, Takmir musholla bersama pengurus dan jamaah, Ketua Fatayat & Muslimat NU beserta Banomnya, tokoh masyarakat dan tokoh agama sekitar musholla Nurul Jadid yang jumlahnya sekitar 35 orang. 

Awalnya, kegiatan ini fokus kegiatan khataman saja, seiring dengan banyaknya jamaah yang berkonsultasi dan meminta supaya ada sedikit pencerahan, maka di pertemuan berikutnya diagendakan tidak hanya dalam bentuk khataman tapi juga bimbingan dan layanan konsultasi. 
Akhirnya, setelah pertemuan pertama tersebut, pada tanggal 04 April 2021 dilaunching satu program yang disebut dengan “One Day Service Pelayanan Bimbingan Keagamaan” sebagaimana yang disampaikan oleh kepala KUA Kec. Jenu di hadapan Kepala Kantor Kemenag kabupaten Tuban dan kepala Seksi Bimas Islam.

Kegiatan Khotmil Quran merupakan implementasi dari Keputusan Menteri Agama nomor 150/2013 tentang Gerakan Maghrib Mengaji dan Peraturan Bupati Tuban nomor 5/2018 tentang Gerakan Mengaji yang selain bertujuan untuk memakmurkan masjid/musholla juga untuk menumbuhkan  ghiroh atau semangat membaca, mempelajari dan menumbuhkan kecintaan kepada al-Qur’an itu sendiri. 

Kepala KUA Kecamatan Jenu, Ahmad Iswoyo, dalam pembinaannya menyampaikan bahwa semakin hari KUA semakin dituntut untuk mampu memberikan pelayanan dan bimbingan keagamaan kepada masyarakat lebih baik lagi. KUA tidak hanya melayani pernikahan saja. Ada 10 tusi KUA yang harus dijalankan termasuk bimbingan dan penerangan keagamaan. “Tugas KUA ke depan semakin berat, selain juga tentunya insya Allah semakin berkah,” kata ia. 

KUA ke depan oleh Menteri Agama akan dijadikan sebagai pusat layanan keagamaan yang disebut dengan KUA PUSAKA. Dengan program revitalisasi KUA diharapkan dapat meningkatkan kualitas umat beragama, memperkuat peran KUA dalam mengelola kehidupan keberagamaan, memperkuat program layanan keagamaan dan meningkatkan kapasitas kelembagaan KUA. “Jadi mohon doanya dan mari kita dukung bersama,” lanjut pria asal Gresik ini.

Sementara itu, saat di tanya mengenai kegiatan ini, salah satu jamaah dari ibu-ibu yang bernama Ummi Hanifah, mengatakan bahwa respon masyarakat atau jamaah sangat bagus dan antusias dengan kegiatan ini. Kata ibu yang juga pengurus Muslimat ini, kami dapat wawasan keagamaan baru dengan mengikuti kegiatan ini. “Kami sangat senang karena di samping mendapatkan ilmu kami juga dapat bersilaturrahmi dengan pejabat pemerintahan (Kemenag-red),” ucapnya.

Senada dengan ibu Ummi Hanifah, dari jamaah bapak-bapak yang diwakili oleh Mubin, beliau menyambut sangat baik kegiatan pembinaan keagamaan ini. Beliau bahkan berpesan supaya tidak hanya wilayah dusun Soco saja yang diberi pembinaan tapi juga dusun lain yang ada di desa Socorejo, seperti Karangdowo dan Borosoco, (kedua dusun ini merupakan nama dusun di wilayah desa Socorejo Jenu-red). Bahkan menurut beliau bila perlu kegiatan ini merata untuk seluruh masjid/musholla se kecamatan Jenu dengan merangkul pemerintahan desa juga.

Ditemui terpisah setelah kegiatan ini, Ustadz Manaf, Ketua Takmir mengatakan bahwa kegiatan yang diadakan oleh KUA kecamatan Jenu dan BKMT ini sungguh sangat bagus. Secara tidak langsung menumbuhkan rasa cinta terhadap Al-Qur’an semakin dalam. Beliau menambahkan, selain gerakan mengaji habis maghrib maupun One Day One Juz, sosialisasi dan pembinaan dari KUA ini sangat perlu bagi masyarakat, guna meminimalisir pernikahan dini dan perceraian yang akhir-akhir ini marak terjadi di sekitar kita yang ujung-ujungnya anak yang menjadi korban. Respon dan sambutan yang sangat hangat serta penuh kekeluargaan dari warga Socorejo ini memberikan suntikan semangat dan menambah motivasi baru baik bagi pihak KUA dan para penyuluh maupun dari pihak BKMT kecamatan Jenu untuk mengembangkan program ini ke arah yang lebih bisa memberikan nilai manfaat lagi kepada masyarakat. Kegiatan khotmil Qur’an dan Pembinaan selesai sekitar pukul 10.35 wib, kemudian dilanjut dengan sesi tanya jawab dengan jamaah dan diakhiri ramah tamah. (ais)

Editor Laidia Maryati

KUA dan Penyuluh Agama Islam Genjot Pelayanan Bimbingan Keagamaan
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

MAN 1 Tuban Gandeng ITS Gelar Workshop Robotik

Kab. Tuban (MAN 1). Setelah berhasil menyabet dua kejuaraan sekaligus dalam ajang MRC tingkat Nasional, sebagai tindak lanjut dan upaya mempertahankan prestasi tersebut, MAN 1 Tuban menggelar Workshop Robotik dengan menggandeng ITS, pada hari Rabu dan Kamis, 16-17 Juni 2021.

Workshop dengan materi Pemrograman dan Perakitan Robot Maze Solving, Underwater dan IoT yang dilaksanakan selama dua hari tersebut, diikuti sebanyak lima belas peserta dari kelas X dan XI jurusan ketrampilan. Sepuluh siswa dari kelas XI dan lima siswa kelas X. Pembatasan jumlah peserta kali ini diberlakukan untuk menerapkan protokol kesehatan, mengingat masa pandemi yang masih berlanjut hingga saat ini.

“Program MA Plus Ketrampilan bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang terserap di dunia kerja atau menjadi wirausaha melalui keselarasan pendidikan vokasi mendalam dan menyeluruh,” ujar Kepala MAN 1 Tuban, M. Badar.
Menurutnya robotik merupakan salah satu jenis ketrampilan yang banyak dibutuhkan di era revolusi industri 4.0. “Oleh karenanya, kami bekerjasama dengan lembaga terkait yang kompeten untuk berkontribusi secara nyata dalam mendorong peningkatan mutu lulusan kami sebagai MA Plus Ketrampilan,” paparnya, saat membuka acara workshop pada hari Rabu kemarin.

Sementara itu, guru pembimbing program ketrampilan robotik, Dina Kamila, menjelaskan bahwa terselenggaranya workshop kali ini selain bertujuan untuk membekali siswa dengan keahlian yang dibutuhkan di era revolusi industri 4.0. “Diharapkan siswa mampu mempertahankan prestasi yang pernah diraih, sehingga diajang kompetisi MRC yang akan datang dapat meraih kejuaraan kembali, bahkan lebih baik dari tahun sebelumnya,” jelasnya. (hms)

Editor Laidia Maryati

MAN 1 Tuban Gandeng ITS Gelar Workshop Robotik
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Tingkatkan Layanan, Kemenag Tuban Bimtek Pelayanan KUA Berbasis IT

Upaya peningkatan mutu layanan di KUA dalam melayani masyarakat, Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban menggelar kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Mutu Layanan KUA Berbasis IT (Information Technology) bagi Kepala KUA dan Operator yang dilaksanakan di aula Kantor Urusan Agama kecamatan Tuban, Rabu, (17/06/2021).

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Sahid, hadir membuka acara dan sekaligus memberikan materi pada kegiatan tersebut. Beliau mengatakan saat ini Kemenag sedang bersaing baik antar kementerian atau antar lembaga, menuju pelayanan yang lebih baik. “Hal ini ditandai dengan peningkatan sumber daya manusia, dalam hal ini ASN, yang disampaikan ke masyarakat harus up-to-date,” ujarnya.

Ia mengajak untuk terus meningkatkan kemampuan IT ASN. “Terus tingkatkan layanan, sesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, dan upayakan melayani dengan senyum,” imbuhnya. Sahid menjelaskan operator menjadi penanggung jawab dalam bidang administrasi, oleh karena itu penting sekali sebagai operator memahami tentang IT. Dengan adanya kegiatan ini bisa menunjang bertambahnya wawasan tentang IT disingkronkan dengan kinerja Operator di KUA. Secanggih apapun sistem yang dibangun, tidak akan efektif dan tidak berjalan sempurna tanpa didukung oleh semua pihak.

Pria asal kota Pudak ini mengingatkan dimasa pandemi yang masih berlangsung untuk selalu melaksanakan protokol kesehatan. “Dimasa pandemi ini saya tak henti-hentinya mengingatkan untuk selalu melaksanakan 3 M (Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak) baik di kantor, ketika melayani masyarakat dan ketika dalam kerumunan orang,” pesannya.

Kasi Bimas Islam, Mashari, menyebutkan tujuan dilaksanakan kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan terciptanya pelayanan prima pada Kantor Urusan Agama di Kabupaten Tuban. Karena semakin hari teknologi informasi semakin berkembang dan canggih, sehingga harus di kaji, dipahami, dan dipelajari dengan baik.
“Dasar yang berkaitan dengan IT ini tertuang dalam KMA No 892 Tahun 2019 terkait SIMKAH berbasis WEB, yang terkadang banyak masalah karena kurang pahamnya para operator terhadap ilmu Teknologi Informasi,” ujarnya.

Menurutnya, Revitalisasi KUA yang dilaunching Menag menjadi program prioritas Kemenag saat ini meliputi perbaikan sarpras, sistem pelayanan (prima, ramah dan murah), digitalisasi dan penguatan SDM. “KUA harus bisa merealisasikan empat hal tersebut,” kata ia.

Selain itu di diadakannya Bimtek ini sebagai pembinaan dan penilaian berkelanjutan kepada operator di KUA untuk memacu prestasi dan kinerja pada KUA.
“Kita berharap dengan kegiatan ini baik pelayanan, prestasi kinerja kita bisa betul-betul meningkat dan betul-betul melayani masyarakat secara baik,” pungkasnya. (lai/irn)

Tingkatkan Layanan, Kemenag Tuban Bimtek Pelayanan KUA Berbasis IT
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Kemenag Tuban Menggandeng Kesbangpol dan Ormas Perkuat Moderasi Beragama

Kementerian Agama Tuban melalui Seksi Bimas Islam menggandeng Kesbangpol dan Ketua Ormas dalam acara seminar kebangsaan dengan tema “Moderasi Beragama dan Wawasan Kebangsaan” di Gedung Tanjung, Hotel Mahkota Tuban, Rabu, (16/06/2021), dengan peserta seluruh Penyuluh Agama Islam se kabupaten Tuban baik yang Fungsional maupun Honorer, beberapa pengurus (takmir) masjid dan tokoh masyarakat.

Kegiatan ini dibuka oleh Kakankemenag Tuban dengan narasumber dari Kepala Kantor Kesbangpol (Didik Purwanto), Ketua Wilayah Anshor Jawa Timur (H. Agus Abdullah Syafiq) dan Ketua Fatayat Cabang Tuban (Umi Kulsum).

Dalam sambutannya, Kakankemenag Tuban, Sahid mengatakan, moderasi beragama merupakan pengetahuan urgen bagi Penyuluh Agama Islam karena termasuk dalam rencana pembangunan jangka menengah dan panjang. “Kementerian Agama dan para Penyuluh Agama Islam harus bisa menjelaskan kepada masyarakat tentang arti penting moderasi beragama,” ujarnya. Ia juga menjelaskan moderasi agama itu tidak ada, yang ada adalah moderasi beragama. “Karena dari dulu sampai sekarang agama itu tetap dan yang boleh dimoderasi adalah cara pandang, sikap dan perilaku dalam hidup berbangsa, bernegara dan bermasyarakat,” jelasnya.

Sementara itu Ketua Panitia, Kepala Seksi Bimas Islam, Mashari, menjelaskan tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk memberikan bekal dan pelajaran kepada penyuluh, pengurus (takmir) masjid dan tokoh masyarakat tentang moderasi beragama dan wawasan kebangsaan yang nantinya akan disampaikan kepada masyarakat. (MQM/lai)

Editor Laidia Maryati

Kemenag Tuban Menggandeng Kesbangpol dan Ormas Perkuat Moderasi Beragama
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Pembinaan Kepala KUA dan Penghulu, ini Pesan Kakankemenag Tuban

Acara Pembinaan Kepala KUA dan Penghulu se Kabupaten Tuban oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban beserta Kasi Bimais di gedung PLHUT Kemenag Tuban, Senin siang (14/06/2021). Dalam kesempatan itu, Sahid, Kakankemenag Tuban mengingatkan kepada seluruh Kepala KUA dan Penghulu untuk mematuhi regulasi yang sudah dibuat oleh Pemerintah. “Peristiwa nikah kantor jangan dibedolkan, dan yang bedolan jangan dikantorkan,” kata ia. Pria berkacamata ini juga berpesan jangan sekali-kali menambahkan biaya diluar biaya yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. “Kerja kalau tidak neko-neko itu enak, tidak ruwet dan tidak bikin pusing kepala, biaya nikah di kantor pada jam kantor gratis, sedang nikah di luar jam kantor /Bedolan 600 ribu rupiah,” sambungnya.

Pesan selanjutnya dari pria asli kota Pudak ini mengupas Perdirjen 977 tahun 2018 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembantu Pegawai Pencatat Perkawinan.
“Kepada Kepala KUA selama masih ada penghulu dan masih bisa melakukan tugasnya jangan menyuruh staf untuk menikahkan walaupun dengan aturan tertentu staf diperbolehkan, kita kerja sesuai regulasi,” paparnya.

Ia pun berterima kasih kepada Kasi Bimas, Fasilitator Bimwin, Kepala KUA dan Penghulu yang sudah bersama-sama melakukan Bimwin untuk persiapan malem songo. “Tolok ukurnya kalau sukses melaksanakan pernikahan di malem songo berarti nikah yang lain lebih sukses, namun tetep tidak boleh sembrono dan melanggar aturan,” ucapnya.

Berkenaan dengan info haji semua ASN termasuk Kepala KUA dan Penghulu harus ikut membantu mensosialisasikan keputusan Pemerintah. “Semua lini sudah dilibatkan, tapi memang Saudi belum memberikan kuota kepada seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, terkait pandemi. “Hanya 60 ribu jemaah yang berkesempatan melaksanakan ibadah haji tahun ini dan itu untuk haji domestik dan ekspatriat saja,” sambungnya.

Terkait program revitalisasi KUA di Kemenag kabupaten Tuban, menurut Kasi Bimas Islam, Mashari, ada 4 KUA yang sudah memiliki PTSP dan telah siap untuk mendukung dalam program revitalasi KUA. “Ke empat KUA tersebut adalah Kua kecamatan Tuban, Soko, Montong, dan Jatirogo,” ungkapnya.
Beliau juga mengharap agar semua KUA di kabupaten Tuban sudah saatnya bisa mengoprasionalkan program Simkah Web untuk memunculkan kartu nikah digital.

Sementara itu, Ketua APRI (Asosiasi Penghulu Republik Indonesia) kabupaten Tuban, Nurpuat mengajak untuk terus menjaga kebersamaan. “Program kerja yang telah disepakati kita kawal bersama dan kita sukseskan sampai lima tahun ke depan,” ujarnya. Giat ini dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. (lai/irn)

Pembinaan Kepala KUA dan Penghulu oleh Kakankemenag Tuban dan Kasi Bimas Islam
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Tentukan Syafaq dan Fajar Shodiq, Tim Gabungan Observasi di Tuban

Tim gabungan yang terdiri dari LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional), yang didukung oleh Tim BHR (Badan Hisab Rukyat) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jatim, Tim BHR Kabupaten Tuban serta Lembaga Falakiyah PWNU Jawa Timur mengadakan rukyat Syafaq dan Fajar Shodiq, Ahad Malam (13/06/2021) di Pantai Boom Kabupaten Tuban.

Tim yang di pimpin oleh Kasi Kemasjidan, Hisab Rukyat dan Bina Syari’ah Kanwil Kemenag Jatim, A. Fauzi ini mengatakan hal ini dilakukan untuk menentukan jadwal sholat secara tepat. “Kementerian Agama dalam menentukan ketetapan waktu sholat ada dua patokan yang pertama dalam kebenaran syar’i dan kedua kebenaran ilmi,” ujarnya.

Menurut, konsep kebenaran secara Syar’i harus benar, harus bisa di pertanggungjawabkan dan terbuka, dikaji dari berbagai sisipun hasilnya benar. Sedang kebenaran Ilmi harus dibuktikan dengan eksperimen, kalau memang sudah betul nyatanya begitu terbukti ada datanya harus dijadikan dasar. “Sehingga dalam menetapkan suatu hukum tidak ada keraguan dari masyarakat dan bisa dipertanggungjawabkan,” timpalnya. Ia berharap dengan usaha ini bisa memberikan pencerahan kepada pihak lain yang selama ini menggugat jadwal sholat.

Semalam diadakan dua observasi, mulai observasi syafaq merah dan syafaq putih di pantai Boom Tuban, kemudian dilanjutkan dengan kecemerlangan langit dan dilanjutkan observasi Fajar Shodiq.
Pria berkacamata ini menambahkan mulai tahun 2021 ini pihak Kanwil Kemenag Jatim beserta tim, melakukan observasi secara rutin. “Jadi seharian bisa penuh mulai observasi hilal sampai gelapnya malam, kemudian kecemerlangan langit dan di akhiri dengan observasi Fajar Shodiq.

Mengapa harus ada observasi atau Rukyat Syafaq, hal itu untuk mengetahui kapan mulainya waktu Isya. Ini menjadi dangat penting waktu isya itu apakah dengan ketinggian -18 derajat selama ini yang kita pakai atau dalam istilah astronominya disebut Astromical Twillight. Satuan lain atau -20. “Kalau observasi Syafaq dan Fajar Shodiq itu dari Kemenag dan Lembaga Falakiyah PWNU, sedang LAPAN kita ajak serta untuk observasi kecemerlangan langit,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasi Bimais Kemenag Tuban, Mashari, menuturkan pilihan dan keputusan dilakukan observasi di Kabupaten Tuban karena selama ini sudah beberapa kali di kabupaten Tuban terlihat hilal, baik saat penentuan awal Ramadlan, Syawal maupun Dzulhijjah (Lai/irn)

Editor Laidia Maryati

Tentukan Syafaq dan Fajar Shodiq, Tim Gabungan Observasi di Tuban
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Silaturahmi Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Jawa Timur di Tengah Pandemi

Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Jawa Timur terus berkiprah dan kembali gelar acara Pertemuan dan Silaturahmi dengan tema “Menguatkan Silaturahmi Untuk Keutuhan Umat di Masa Pandemi Covid-19”, Kamis kemarin (10/06/2021) yang diikuti semua anggota dan pengurus secara luring dan daring melalui aplikasi zoom dan disiarkan live streaming YouTube. Hadir secara luring dalam giat ini Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Kepala Kemenag Blitar, Ketua BKMT Jatim dan seluruh perwakilan pengurus daerah tak terkecuali Pengurus BKMT Kabupaten Tuban.

Ketua BKMT Jatim, Siti Asiyah dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak, khususnya kepada Plt. Kakanwil Kemenag Jatim, Kakankemenag Blitar beserta ibu. “Terimakasih kami haturkan kepada Plt. Kakanwil Kemenag Jatim, Bapak Dr. Nurul Huda, yang telah berkenan hadir, juga Kakankemenag Blitar, Bapak Taufik Jalil beserta ibu yang sudah memfasilitasi tempat untuk terselenggaranya acara ini,” ujar beliau.

Wanita yang dulu dikenal sebagai da’i cilik ini juga mengatakan karena masih dalam bulan Syawal, atas nama Pengurus BKMT Jatim mengucapkan mohon maaf lahir dan batin. “Giat ini adalah pertemuan pertama pasca Ramadan yang di gelar secara daring dan luring,” paparnya.

Plt. Kakanwil Kemenag Jatim, Nurul Huda, selaku pembina BKMT dalam sambutannya mengatakan yang terpenting dari sebuah organisasi adalah koordinasi, informasi, integrasi dan harmonisasi antar anggota. “Semuanya itu saling berhubungan, jika tidak nyambung pasti akan ada diskoordinasi, disinformasi, disintegrasi dan disharmonisasi,” paparnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Jatim ini juga menginformasikan tentang PMA no 660 tentang pembatalan keberangkatan haji tahun 2021. “Dengan banyaknya berita hoax yang sedang melanda di seputar pembatalan keberangkatan haji, semua anggota BKMT wajib memberikan informasi kepada masyarakat berdasarkan informasi dan pengetahuan yang benar,” harapnya.

Sementara itu, Ketua BKMT kabupaten Tuban, Umi Kulsum sangat senang bisa mengikuti kegiatan ini walaupun secara daring. Apalagi BKMT adalah sebagai mitra kerja dari Kementerian Agama. Sebagai mitra dari Kemenag, dimana salah satu tugas dan fungsi Kemenag adalah mengurusi Majelis Taklim. “BKMT mempunyai peran yang sangat penting, kedepan untuk pertemuan berikutnya insyaallah kabupaten Tuban siap ketempatan,” ujarnya, Jumat (11/06/2021).

Diakhir acara ini diisi ceramah agama yang di sampaikan oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Blitar, Taufik Djalil. Putra asli Jombang ini mengajak semua anggota dan pengurus BKMT untuk terus menciptakan kedamaian, kerukunan dan sinergi antara pemerintah dengan jemaah majelis taklim. (lai/irn)

Editor Laidia Maryati

Plt. Kakanwil Kemenag Jatim saat memberikan sambutan.
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Menko PMK Apresiasi Program Prioritas Kemenag

Menteri Koordinator Bidang Kemanusiaan dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengapresiasi program prioritas Kementerian Agama tahun 2021. Apresiasi disampaikan setelah Muhadjir mendapat penjelasan dari Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di Kantor Kementerian Agama.

Menteri Koordinator Bidang Kemanusiaan dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengapresiasi program prioritas Kementerian Agama tahun 2021

Hadir mendampingi, sejumlah pejabat eselon I dan II, serta para staf khusus Menteri Agama. Adapun program prioritas Kemenag 2021, yaitu: penguatan moderasi beragama, transformasi digital, revitalisasi KUA, Cyber Islamic University, Kemandiran Pesantren, dan Religiosity Index.

Melalui Revitalisasi KUA , Menko mendorong program Kursus Calon Pengantin (Suscatin) yang selama ini sudah berjalan diperkuat dengan melibatkan kementerian/lembaga lain. “Suscatin dapat dilengkapi dengan melibatkan kementerian/lembaga lain, di antaranya upaya pemerintah mengurangi angka stunting. Saya berharap ini bisa masuk program prioritas dalam revitalisasi KUA melalui suscatin,” kata Muhadjir.

“Saya berharap betul, Kemenag dengan pendidikan pranikah bagi calon pengantin (suscatin) terlibat dalam penanganan stunting,” lanjutnya.

Menko PKM juga mendukung penuh Cyber Islamic University (CIU) yang digagas Menag. Menurutnya, problem guru mungkin lebih berat di Kemenag karena sebagian besar madrasah adalah swasta. Ia mendorong Kemenag menggandeng Universitas Terbuka (UT) untuk program studi di luar keagamaan, sehingga Kemenag bisa fokus pada bidang keagamaan, sementara ilmu-ilmu lain yang dibutuhkan di madrasah bisa menggandeng UT.

“Saya siap membantu untuk fasilitasi dengan UT, dan sangat dukung CIU ini,” tandasnya.

Terkait dengan penguatan moderasi beragama, Menko PMK menilai hal itu sebagai salah satu inti dari revolusi mental. “Saya berharap pak Menag memprioritaskan anggaran untuk penguatan moderasi beragama itu,” terangnya.

Menko juga menggarisbawahi pentingnya pendidikan madrasah dan pesantren. “Saya sangat setuju dengan konsep kemandirian pesantren. Pengertian kemandirian, supaya ada hubungan koheren antara pondok dengan masyarakat, sehingga sesuai dengan UU pesantren yang di samping sebagai lembaga pendidikan juga untuk pemberdayaan masyarakat. Kita harapkan pemberdayaan masyarakat itu justru berbasis pesantren, dan para lulusannya bisa menjadi lulusan-lulusan yang mandiri,” ujarnya.

Menko PMK menandaskan, langkah-langkah yang akan diambil Menag serta program prioritas Kemenag sangat konkrit, terukur, dan sesuai arahan Presiden.

Humas

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Kakankemenag Tuban Diseminasi Hasil Pelatihan Fasilitator Moderasi Beragama Angkatan IV

Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten Tuban, Sahid, memberikan materi dalam giat Diseminasi Moderasi Beragama bagi Kelompok Kerja Madrasah bagian selatan, Selasa (08/06/2021), di gedung PLHUT Kemenag Tuban.

Dalam giat yang sesuai protokol kesehatan ini, Sahid mengingat kan tentang moderasi beragama bukan memoderasi ajaran agama, tetapi memoderasi pemahaman dan pengamalan umat beragama dari sikap ekstrem.
“Agama tidak perlu dimoderasi karena agama sendiri telah mengajarkan moderasi, prinsip dan keseimbangan,” ujar beliau.
“Jadi bukan agamanya yang harus di moderasi, tapi cara pandang dan sikap umat beragama dalam memahami dan menjalankan agamanya yang harus dimoderasi,” jelasnya.

Menurutnya, ada empat indikator moderasi beragama yakni komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan dan adaptif terhadap kebudayaan lokal.
Indonesia bukan teokrasi (negara berdasarkan agama) dan bukan sekular (menempatkan agama sebagai urusan pribadi). “Indonesia adalah negara Pancasila yang mengambil nilai-nilai agama dan memfasilitasi kehidupan beragama,” timpal pria asli Gresik ini.

Indonesia adalah rumah bersama yang multikultur, multi bahasa, multi religi, multi partai, multi etnis dan multi golongan.
Harus ada harmoni negara dan agama, negara memberi kebebasan beragama dan memfasilitasi kehidupan beragama, sedang umat beragama menerima konstitusi, ideologi serta sistem tata negara.
“Tidak ada agama yang mengajarkan ekstremitas tapi tidak sedikit orang yang memahami dan menjalankan ajaran agamanya secara ekstrem,” imbuhnya.

Adapun tujuan dari kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Pelatihan Fasilitator Moderasi Bergama bagi Pimpinan Angkatan IV yang diikuti oleh Kakankemenag Tuban, di hotel Papilio, tanggal 2 sampai 5 Juni 2021. Acara ini sangat penting untuk membangun relasi sosial antar umat beragama, harmonisasi umat beragama dan menghindari terjadinya gesekan sosial di tengah-tengah masyarakat.

Dalam kegiatan ini turut hadir Kasi Pendidikan Madrasah, Hadi Sarjono, seluruh Ketua KKMI Kecamatan se-kabupaten Tuban dan Koordinator Bidang MIN 1 dan MIN 2 Tuban serta Pranata Humas. (lai/irn)

Editor Laidia Maryati

Kakankemenag Tuban Diseminasi Hasil Pelatihan Fasilitator Moderasi Beragama Angkatan IV
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar