MAN 1 Tuban Gelar Pondok Ramadhan Virtual

Kab.Tuban (MAN 1). Senin, (19/04/2021), MAN 1 Tuban gelar pembukaan Pondok Ramadhan 1442 H secara virtual melalui Google Meet dengan tema “Kokoh Spiritual Mantap Intelektual”.
Koordinator Bidang Keagamaan sekaligus ketua panitia kegiatan Pondok Ramadhan, Moch.Mustain, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT, menambah wawasan keagamaan, dan meningkatkan kreativitas siswa melalui pembelajaran daring dalam menghadapi masa pandemi.
Lebih lanjut Moch. Mustain mengatakan bahwa kegiatan Pondok Ramadhan yang dilaksanakan tanggal 19-24 April ini dibagi menjadi 2 sesi. Sesi 1 dilaksanakan jam 08.30 WIB – 10.30 WIB, dengan peserta kelas XI, sedangkan sesi 2 dilaksanakan jam 10.30 WIB – 12.30 WIB, diikuti peserta didik kelas X, dengan hari dan materi yang sama dengan sesi satu.
“Materi atau tema meeting yang disampaikan dalam kegiatan ini antara lain, Al Qur’an dan Ramadhan, Fiqih Wanita, Moderasi Beragama, Dakwah Virtual, Sirah Nabawiyah, dan Adab Generasi Milenial, yang disampaikan oleh guru pengampu mata pelajaran Agama secara terjadwal,” ujarnya.
Selain mendapatkan wawasan yang berupa materi, dalam kegiatan virtual meeting ini juga diadakan festival pembuatan video pendek dengan tema “Indahnya Bulan Suci Ramadhan”, yang diikuti oleh siswa kelas X dan XI baik secara individu maupun berkelompok.
Menurut Moch. Mustain, festival video pendek diharapkan mampu meningkatkan kreativitas siswa dalam mengaplikasikan pembelajaran daring.

Kepala MAN 1 Tuban, M. Badar, sangat mengapresiasi kegiatan ini , seperti yang disampaikan dalam pembukaan, bahwa Pondok Ramadhan online dengan menggunakan aplikasi Google Meet dapat memotivasi siswa untuk meningkatkan ketrampilan IT sehingga mereka dapat mengikuti dan mendukung proses pembelajaran daring. “Melalui kegiatan Pondok Ramadhan virtual ini siswa diharapkan mampu dan terbiasa memanfaatkan IT dalam pembelajaran,” kata ia. Selain itu, dalam mendukung kegiatan ini M.Badar juga menyampaikan hikmah Ramadhan tentang fadhilah/ keutamaan kalimat thayyibah. Beliau mengingatkan kepada kita bahwa di bulan Ramadhan kita dianjurkan untuk memperbanyak istighfar, bersholawat dan mengingat Allah melalui kalimat-kalimat thayyibah. Selain mendapatkan banyak pahala, lisan kita akan terbiasa berucap yang baik, sehingga diharapkan setelah keluar dari bulan Ramadhan kita akan menjadi pribadi yang lebih baik dalam perkataan maupun perbuatan.
Menutup sambutannya beliau berharap kegiatan Pondok Ramadhan diikuti oleh semua siswa kelas X dan XI dengan tertib sampai dengan acara berakhir, walaupun dilaksanakan secara virtual. (hms)

Editor Laidia Maryati

MAN 1 Tuban Gelar Pondok Ramadhan Virtual
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Dukung Kawasan Industri Halal, BPJPH Tekankan Sistem Ketertelusuran Produk

Kementerian Perindustrian telah mengeluarkan ijin dua Kawasan Industri Halal (KIH). Yakni Kawasan Industri Halal Modern Cikande Industrial Estate di Serang, Banten dan Safe n Lock Halal Industrial Park di Sidoarjo, Jawa Timur. 

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama, Mastuki mendukung pembentukan KIH di berbagai wilayah sembari menekankan perlunya penerapan sistem ketertelusuran halal atau Halal Traceability System. 

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama, Mastuki

Mastuki mengemukakan sistem ketertelusuran terhadap produk halal akan memperkuat rantai nilai halal dan ekosistem halal di Indonesia. Hal itu diungkapkan pada rapat koordinasi yang diinisiasi  Kementerian Perindustrian dengan melibatkan sejumlah Kementerian/Lembaga di Kawasan Industri Suryacipta, Karawang, Jawa Barat.

“Prinsip traceability sejatinya merupakan konsep yang ada dalam jaminan produk halal. Prinsip ini  telah kita terapkan dalam proses sertifikasi halal selama ini. Di dalamnya ada tracing dan tracking yang menjangkau seluruh aspek terkait produk dari hulu hingga hilir, from farm to fork ,” terang Mastuki melalui sambungan virtual dari Jakarta, Senin (19/4/2021).

Mastuki menjelaskan pendekatan ketertelusuran itu sebagai upaya memastikan kehalalan suatu produk. Dalam konteks sebagai sistem, halal traceability harus berfungsi optimal sebagai piranti yang efektif dalam membantu melacak status kehalalan suatu produk dengan cara merekam semua informasi tanpa terkecuali. Sistem ini juga mencakup seluruh tahapan kegiatan produksi, mulai dari hulu yaitu asal usul bahan baku sampai hilir di mana produk siap dikonsumsi.

“Pendekatan traceability ini knowledge oriented. Disiplin ilmu sangat kuat untuk memastikan berjalannya traceability. Salah satu representasinya adalah auditor halal, yang harus menjalankan tugasnya secara knowledge-based, untuk mengetahui suatu bahan apakah halal atau haram,” imbuh Mastuki.

Mastuki yang juga mantan juru bicara Kementerian Agama ini juga mengungkapkan bahwa kriteria penetapan halal yang berlaku di Indonesia menganut penggabungan antara sains dan fiqih.

“Madzhab halal Indonesia merupakan gabungan antara mazhab sains dan mazhab fiqih. Mazhab sains dalam kaitannya dengan aktivitas pemeriksaan dan/atau pengujian produk oleh auditor halal LPH, sedangkan mazhab fiqih berkaitan dengan otoritas ulama dalam penetapan fatwa kehalalan produk yang dilaksanakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI),” terangnya. 

Hadir sebagai narasumber dalam rapat tersebut, di antaranya Direktur Pelayanan Audit Halal LPPOM MUI Muslich, Direktur Perwilayahan Industri Kemenperin Ignatius Warsito, Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Prijono, Direktur Pengembangan Usaha dan Sistem Informasi PT. Bhanda Ghara Reksa Logistics Tri Wahyundo, dan Guru Besar Teknik Industri ITS Iwan Vanany.

Rapat juga dihadiri oleh sejumlah perwakilan Kementerian/Lembaga terkait. Di antaranya Sekretariat Wakil Presiden, Sekretariat Kabinet, Kemenko Perekonomian, Bappenas, KNEKS, Kemenkop UKM,  Kementerian BUMN, Kemendag, BPS, para Pimpinan Pengelola 7 KIH, para Pimpinan BUMN, serta para pejabat Kemenperin.

Humas

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Kakankemenag Beserta Pejabat Silaturahmi di Ketua MUI Kabupaten Tuban

Memasuki pekan kedua Ramadhan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban berkunjung dan silaturahmi ke kediaman Ketua MUI (KH. Abdul Matin Djawahir), yang di dampingi oleh beberapa pejabat Kemenag di antaranya Kasubag Tata Usaha (Moh. Qosim), Kasi PD Pontren (Achmad Badrus Sholeh), Kasi Bimas Islam (Mashari), Kasi Haji (Umi Kulsum), Kasi PAIS (Abdul Karim), Penyelenggara Syariah (Imam Syafi’i), dan Pranata Humas (Laidia Maryati) Senin, (19/04/2021).

Kepala Kantor Kemenag Tuban, Sahid, mengatakan dengan menjaga silaturahmi ke tokoh agama dan masyarakat menjadikan hubungan sangat baik.

“Kalau ulama dan umaro itu dekat dan sering saling silaturahmi, sering bertemu, menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan keumatan, insyaalah keadaan ini akan tetap adem ayem, tentram, dingin, sejuk,” kata Sahid.

Menurut Kankemenag asli dari kota Pudak ini, kegiatan silaturahmi merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada para tokoh masyarakat yang telah membantu salah satu tugas Kankemenag Tuban dalam memberikan penerangan dan penyuluhan keagamaan.

Tokoh Masyarakat atau Kiai, lanjut Sahid merupakan guru bagi kita serta masyarakat dalam memberikan ilmu agama, memberikan ketauladanan dan pencerahan bagi kehidupan beragama di Masyarakat. Selain itu keberadaaan Kiai juga merupakan hal penting, terlebih lagi di era pandemi sekarang ini.

“Tugas Kemenag menjadi mudah dengan keberadaan para kiai, ikut mencerdaskan anak bangsa dan masyarakat dalam menata moral, etika sopan santun, dan edukasi kepada masyarakat di era pandemi,” tambah pria berkacamata ini.

Silaturrahim hari ini dengan menyerahkan bingkisan tanda sayang, selain itu juga menyerahkan bantuan kepada Pesantren Sunan Bejagung Semanding. (lai/irn)

Editor Laidia Maryati

Kakankemenag Tuban beserta Pejabat Silaturahmi di kediaman Ketua MUI Tuban
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Menag Apresiasi Aparat Proaktif Proses Tindakan Penistaan Agama

Dugaan penistaan agama kembali terjadi dan menjadi perbincangan publik pekan ini. Ada dua peristiwa yang muncul, video Jozeph Paul Zhang yang diduga menghina Islam dan Desak Made Darmawati yang diduga melakukan penistaan agama Hindu.

Desak Made sudah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada umat Hindu, meski proses hukum yang berjalan tetap harus dihormati. Sementara itu, aparat juga sudah menindaklanjuti laporan terkait Joseph Paul Zhang.

“Saya mengapresiasi langkah proaktif aparat dalam menindaklanjuti dan mengambil tindakan atas laporan ujaran yang mengandung penistaan dan menimbulkan keresahan,” terang Menag setibanya di Jakarta, Minggu (18/4/2021), usai bertemu beberapa tokoh agama Kalimantan Utara.

“Saya minta masyarakat untuk tetap tenang, mengedepankan kebersamaan dan toleransi di tengah upaya berbagai pihak mengadu dan memecah persatuan dan kesatuan bangsa,” sambungnya.

Menurut Menag, tindakan menistakan agama memang tidak dibenarkan atas alasan apapun. Karenanya, menjadi tugas aparat untuk melakukan tindakan tegas pada setiap bentuk penistaan agama, siapapun pelakunya.

“Saya mendorong aparat untuk menindak setiap pelaku ujaran atau pun perbuatan yang mengarah pada penistaan agama. Tidak hanya terkait kasus Joseph Paul Zhang dan Desak Made, tapi siapapun pelakunya,” tegas Menag.

Ditegaskan Menag, setiap umat beragama memang harus meyakini kebenaran keyakinan agamanya. Namun, hal itu tidak boleh diikuti dengan sikap merendahkan atau menyalah-nyalahkan ajaran atau keyakinan agama lainnya.

“Kedepankan toleransi. Mari yakini kebenaran agama masing-masing dengan tetap menghormati dan menghargai saudara sebangsa yang berbeda keyakinan,” tandasnya.

Humas

Menteri Agama, Yakut Cholil Qoumas
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Jubir Kemenag: Larangan Restoran Buka Siang Hari Berlebihan

Juru Bicara Kementerian Agama Abdul Rochman menilai kebijakan Pemerintah Kota Serang, Banten, yang melarang restoran, rumah makan, warung nasi, dan kafe berjualan di siang hari selama Ramadan sangat berlebihan. Menurut dia, hal ini jelas membatasi akses sosial masyarakat dalam bekerja atau berusaha, apalagi keberadaan rumah makan di siang hari juga dibutuhkan bagi umat yang tidak berkewajiban menjalankan puasa.

“Kebijakan ini tidak sesuai dengan prinsip moderasi dalam mengamalkan ajaran agama secara adil dan seimbang, dan cenderung berlebih-lebihan,” tandas Adung, sapaannya, di Jakarta, Kamis (15/4/2021).

Dia menegaskan larangan berjualan yang tertuang dalam kebijakan tersebut diskriminatif dan melanggar hak asasi manusia terutama bagi orang atau umat yang tidak berkewajiban menjalankan puasa Ramadan, aktivitas pekerjaan jual beli, dan berusaha.

Secara hukum, lanjut Adung, Himbauan Bersama tersebut juga bertentangan dengan peraturan di atasnya. Yaitu, bertentangan dengan UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

“Saya harap ini bisa ditinjau ulang. Semua pihak harus bisa mengedepankan sikap saling menghormati. Bagi mereka yang tidak berpuasa, diharapkan juga bisa menghormati yang sedang menjalankan ibadah puasa. Sebaliknya, mereka yang berpuasa agar bisa menahan diri dan tetap bersabar dalam menjalani ibadah puasanya,” kata Adung, yang juga Staf Khusus Menteri Agama ini.

Seperti diketahui, Pemerintah Kota Serang, Banten, melarang restoran, rumah makan, warung nasi, dan kafe berjualan pada siang hari selama bulan Ramadan. Hal ini tertuang dalam Himbauan Bersama Nomor 451.13/335-Kesra/2021. Kebijakan kontroversial ini menimbulkan protes masyarakat karena dianggap melanggar hak asasi manusia.

Humas

Juru Bicara Kementerian Agama, Abdul Rochman
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Awal Ramadhan, Kemenag Tuban Giat Baksos di Ngimbang Palang

Kementerian Agama Kabupaten Tuban salurkan bantuan ke sejumlah siswa yang kurang mampu di MI Miftahul Huda, dan MI Al Busyro, desa Ngimbang Kecamatan Palang, Rabu (14/04/2021). Bantuan diserahkan oleh Kakankemenag Tuban, didampingi Penyelenggara Zakat Wakaf, Kasi Pendidikan Madrasah dan Pengawas Madrasah setempat.

“Yang pertama tujuan kami silaturahmi, kedua berbagi sedikit dalam kondisi pandemi Covid-19 dimana masih banyak yang mengalami kesulitan ekonomi,” ujar Sahid, Kakankemenag Tuban. Pria humoris ini menekankan dengan banyaknya musibah yang dialami saudara di tanah air seperti gempa bumi di Malang Jawa Timur agar membuat kita makin bersyukur. Bisa menggugah rasa simpati kepada sesama. “Semoga kita selalu diberikan kemudahan,” harapnya.

Dalam kesempatan itu Sahid juga memanggil beberapa siswa dan diuji untuk membaca surat-surat pendek Al-Qur’an tanpa text, dan memberikan beberapa pecahan uang merah kepada siswa, langsung dari dompet beliau. Tentu saja ini disambut suka cita oleh siswa MI tersebut.
Ia berpendapat sebaik-baiknya manusia adalah yang bisa memberikan manfaat untuk orang lain.

Sahid menegaskan, sebagai warga Kementerian Agama harus bangga dengan madrasah, baik menjadi siswa ataupun gurunya. “Banyak orang penting di negeri ini di cetak dari madrasah, seperti Wapres dan Gubernur kita,” imbuhnya. Pria asli Kota Pudak ini berharap semoga siswa MI Miftahul Huda dan MI Al Busyro suatu saat ada yang menjadi pemimpin negeri ini.

Selanjutnya ia berpesan kepada siswa harus terus belajar, membaca Al-Qur’an dan sholawat sebagai modal untuk terjun langsung ke masyarakat kelak.
Setelah lulus dari MI mohon meneruskan ke MTs dan MA.
“Di bulan Ramadhan mari kita jaga, kita pelihara dan kita tingkatkan ibadah kita, tetep berupaya mentransfer ilmu yang dimiliki kepada anak-anak didik kita,” jelasnya. Tetap semangat mengabdikan diri ke masyarakat. “Kemenag dan madrasah adalah sistem yang saling melengkapi,” imbuhnya.

Sementara itu, Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Tuban, Imam Syafi’i, menjelaskan bantuan berasal dari Zakat, Infaq dan Shodaqoh (ZIS) ASN Kemenag Tuban. Bantuan tersebut diwujudkan dalam bentuk sembako dan alat sholat. “Pemberian bantuan dikemas dalam giat Pembukaan Pondok Ramadhan dan Baksos Kementerian Agama yang diberikan kepada siswa yang kurang mampu dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Hadir dalam giat ini, selain Kakankemenag Tuban, juga Kasi Pendidikan Madrasah, Penyelenggara Zakat dan Wakaf beserta staf, Pranata Humas, Koordinator Umum, Pengawas Madrasah dan dari intern kedua madrasah. (lai/irn)

Editor Laidia Maryati

Awal Ramadhan, Kemenag Tuban Giat Baksos di Ngimbang Palang
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Tiga Tim BHR Kemenag Tuban Melihat Hilal.

Tiga orang Tim BHR (Badan Hisab Rukyat) Kemenag Tuban melihat hilal awal Ramadhan 1442 H, Senin petang, (12/03/2021), di bukit Banyuurip Kecamatan Senori. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Sahid mengatakan hilal terlihat pukul 17.47 WIB. “Ada tiga orang Tim BHR yang melihat hilal, mereka adalah, Nurpuat, Kasdikin dan Ali Mahfudz, ketiganya Tim BHR dan juga Kepala KUA,” jelasnya. “Karena terlihat, maka Selasa (13/04/2021) besok mulai puasa Ramadhan,” imbuhnya.

Sahid sempat pesimis setelah sekitar pukul 17.00 terjadi hujan lebat disertai angin kencang.
“Alhamdulillah hujan sempat berhenti dan saat itulah tim BHR melihat hilal dengan mata telanjang,” paparnya.
Hilal terlihat pada ketinggian satu derajat dan tim melihat sekitar 30 detik, dengan masa batas waktu rukyat kurang dari dua menit.

Leading sektor kegiatan ini Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Mashari, menjelaskan ke tiga Perukyat melihat hilal dengan penglihatan biasa tanpa alat selama kurang lebih 30 detik. “Setelahnya dilakukan sumpah oleh Hakim tunggal Mumtasyir, dari PA Tuban didampingi panitera,” ujarnya.

Hujan ini sudah di prediksi oleh BMKG Kabupaten Tuban. Menurut Kepala Stasiun BMKG Kabupaten Tuban, Rofik, ia mengatakan bahwa sesuai perkiraan cuaca, akan diprediksi akan turun hujan menjelang malam dan disertai angin kencang.

Hadir dalam giat ini beberapa unsur dari pihak terkait yakni Ketua MUI, Pengadilan Agama, Kapolres, Dandim, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Pemerintah Kabupaten Tuban (Joko Sarwono) BMKG, DMI, Ormas NU dan Muhammadiyah, Pimpinan Pondok Pesantren, Jajaran Pemerintah Kecamatan Senori beserta Ormas, Kepala KUA, Penyuluh dan beberapa media. (lai/irn)

Editor Laidia Maryati

Hakim dari Pengadilan Agama sedang membacakan keputusan didampingi Kakankemenag Tuban, Kasi Bimas Islam dan Pihak terkait
Para Perukyat sedang menandatangani berita acara
Kepala Stasiun BMKG Kabupaten Tuban bersama Kasi PD Pontren
Sambutan Kakankemenag Tuban
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Kepala MTsN 1 Tuban Melantik Pengurus OSIS dan DKG

Sabtu kemarin (10/04) Kepala MTsN 1 Tuban, Tasmo, melantik pengurus OSIS dan Dewan Kerja Galang (DKG) Gudep 01.097 – 01.098 pangkalan MTsN 1 Tuban Tahun Pelajaran 2020-2021.
Walaupun di masa Pandemi Covid 19 ini, peserta didik melaksanakan pembelajaran secara online/daring dan berbagai kegitan vacum namun reorganisasi kepengurusan OSIS dan DKG harus tetap dilaksanakan sesuai jadwalnya.

Karena PJJ maka pemilihan ketua OSIS dan DKG tahun ini dilaksanakan tidak seperti biasanya yang langsung dipilih oleh semua peserta didik, demikian juga saat pelantikan. Biasanya pelantikan pengurus disaksikan oleh seluruh peserta didik yang ikut berbaris rapih dibelakang barisan pengurus. Baru kali ini pelantikan pengurus OSIS dan DKG tanpa disaksikan oleh peserta didik lain. Sepi, kosong, namun tidak mengurangi kehidmatan pelantikan.

Pada acara ini, Tasmo membacakan janji siswa yang diikuti seluruh pengurus yang dilantik. Beliau berpesan, mereka harus benar-benat mentaati peraturan dan tata tertib madrasah sehingga bisa menjadi contoh bagi peserta didik lain.
“Saya harap kalian bisa menjadi pemimpin bagi teman-teman kalian disini. Bisa menjadi contoh yang baik, tidak menyalahi peraturan dan tata tertib madrasah,” jelasnya ketika menyampaikan amanat.
“Walaupun pada masa kepengurusan kalian ini masih pandemi, kalian masih belajar online, namun kalian harus tetap semangat memajukan madrasah kita tercinta ini,” lanjutnya. (Susi)

Editor Laidia Maryati

Kepala MTsN 1 Tuban Melantik Pengurus OSIS dan DKG
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Bahan Halal Mendesak Disiapkan, BPJPH Berharap Riset dan Inovasi Perguruan Tinggi

Bahan halal merupakan hal mendasar yang sangat dibutuhkan dalam proses produk halal. Karenanya, pemenuhan kebutuhan bahan halal bagi industri merupakan sebuah keniscayaan dalam upaya pengembangan ekosistem halal di Indonesia.

Untuk menjawab tantangan ini, riset yang dilakukan di berbagai perguruan tinggi sangat diperlukan dalam inovasi dan pengembangan bahan halal. Hal itu diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Mastuki, saat menjadi narasumber webinar dengan tema “Titik Kritis Kehalalan Vaksin: Tinjauan Scientific dan Syariat Islam” yang diadakan Halal Research Center Universitas YARSI Jakarta.

Plt Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Mastuki

“Bahan halal merupakan salah satu isu penting di dalam halal value chain. Karenanya riset dan berbagai inovasi di perguruan tinggi perlu diarahkan untuk menjawab tantangan dalam pengembangan hahan halal bagi industri kita,” terang Mastuki, Sabtu (10/4/2021).

Mastuki yang juga Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal menjelaskan, sertifikasi halal yang merupakan core business dalam penyelenggaraan Jaminan Produk Halal (JPH) di Indonesia menganut prinsip ‘traceability’ atau ketertelusuran. Konsep halal dibangun secara holistik dengan mencakup seluruh aspek yang terlibat dalam proses produksi halal dari hulu hingga hilir.

Madzhab Halal Indonesia, lanjut Mastuki, terbangun dari gabungan antara madhzab sains dan madzhab fiqih. “Madzhab sains diterapkan dalam pemeriksaan dan/atau pengujian produk yang dilakukan oleh LPH dengan auditor halal yang profesional. Sedangkan madzhab fiqih berkaitan dengan penetapan fatwa kehalalan produk yang dilaksanakan oleh otoritas ulama yaitu MUI. Dan sebagai administrator dan fasilitator, BPJPH melanjutkan rule yang telah lama diterapkan ini,” imbuhnya.

Dengan menerapkan prinsip ketertelusuran, Mastuki menuturkan, sertifikasi halal menjangkau semua potensi titik kritis proses produksi dari hulu hingga hilir.

“Konsep halal yang holistik ini kita terapkan dengan menjangkau semua potensi titik kritis kehalalan. Mulai dari bahan baku, penggunaan bahan tambahan, proses penyembelihan, proses produksi yang berpotensi terjadi kontaminasi, logistik seperti packaging, transportasi hingga penyajian produk di pasar,” urainya.

Webinar digelar secara virtual menghadirkan sejumlah narasumber. Ketua Yayasan YARSI Jurnalis Uddin, Rektor Universitas YARSI Fasli Jalal, Anggota Komisi Fatwa MUI Endi M Astiwara, Kepala Halal Research Center Universitas YARSI Anna P Roswien, Direktur Pascasarjana Universitas YARSI Tjandra Yoga Aditama, dan Kepala Lembaga Penelitian Universitas YARSI Ahmad Rusdan Utomo.

Humas

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Giat Gerai Sedekah Siti Khodijah Penyuluh Agama Islam Kecamatan Bancar

Penyuluh Agama Islam Kecamatan Bancar melaksanakan kegiatan Jumat berkah yang di beri nama “Gerai Sedekah Siti Khodijah” yaitu kegiatan penggalangan dan pendistribusian baju dan barang bekas yang masih layak pakai yang akan di distribusikan kepada kaum dhuafa’ di wilayah kecamatan Bancar. Kegiatan ini baru di lounching kemarin, Jumat (09 /04/2021) di KUA Bancar. Hadir dalam giat tersebut segenap Forkopimca, Kepala KUA dan Camat Bancar, Sutaji, yang dalam sambutanya mengapresiasi kegiatan Penyuluh Agama.

Dalam sambutanya, Kepala KUA Bancar Ainul Yaqin, menyampaikan dukungan sepenuhnya terhadap kegiatan tersebut, terlebih dalam giat menyambut bulan suci Ramadhan yaitu dengan berbagi sedekah. Ia berharap bisa memaksimalkaan kegiatan tersebut dan bisa menggapai berkah Ramadhan. Kegiatan Jumat berkah Gerai Sedekah Siti Khadijah, pemberian nama tersebut berawal dari kegiatan ini di inisiasi kelompok pengajian majlis ta’lim putri yang menjadi binaan penyuluh Agama. Ketua kegiatan Wiwin, salah satu Penyuluh Agama honorer kecamatan Bancar menjelaskan bahwa kegiatan tersebut akan di laksanakan setiap bulan, dan di harapkan akan bisa terus di laksanakan setiap bulan sebagai bentuk kepedulian dan konstribusi peran serta keberadaan penyuluh agama. (Ross)

Editor Laidia Maryati

Giat Gerai Sedekah Siti Khodijah Penyuluh Agama Islam Kecamatan Bancar
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar