Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1442 H Jatuh pada 13 Mei 2021

Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1442 H/2021 M jatuh pada hari Kamis, 13 Mei 2021. Penetapan ini didasarkan pada keputusan sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, di Kantor Kementerian Agama Jalan MH Thamrin No. 6, Jakarta, Selasa (11/5/2021).

“Sidang isbat secara bulat menetapkan 1 Syawal 1442 H jatuh pada hari Kamis, 13 Mei 2021,” ujar Menag dalam konferensi pers yang digelar usai Sidang Isbat 1 Syawal 1442 H.

Menurut Menag, sidang menyepakati keputusan tersebut karena dua hal. “Pertama, kita telah mendengar paparan Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Kemenag yang menyatakan tinggi hilal di seluruh Indonesia di bawah ufuk, yaitu berkisar dari minus 5,6 sampai dengan minus 4,4 derajat,” kata Menag.

Dengan posisi demikian, maka secara astronomis atau hisab, hilal tidak dimungkinkan untuk dilihat. Hal ini selanjutnya terkonfirmasi oleh pernyataan para perukyah yang diturunkan Kemenag.

Pada tahun ini, rukyah dilaksanakan Kemenag pada 88 titik di Indonesia. “Kita mendengar laporan dari sejumlah perukyah hilal bekerja di bawah sumpah, mulai dari provinsi Aceh hingga Papua. Di 88 titik tersebut, tidak ada satu pun perukyah dapat melihat hilal,” ujar Menag yang didampingi Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi, Wakil Ketua Komisi VIII DPR TB Ace Hasan Syadzili, Ketua MUI KH Abdullah Jaidi, dan Dirjen Kemenag Bimas Islam Kamaruddin Amin.

Karena dua alasan tersebut, Sidang Isbat menyepakati untuk mengistikmalkan (menyempurnakan) bulan Ramadan menjadi 30 hari sehingga tanggal 1 Syawal 1442 H jatuh pada hari Kamis, 13 Mei 2021.

“Jadi, Rabu besok umat Islam di Indonesia masih akan menjalani ibadah puasa Ramadan, selanjutnya malam Kamis akan takbiran menyambut Idulfitri,” jelas Menag.

“Karena masih pandemi, saya tidak bosan-bosan untuk mengingatkan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan,” lanjutnya.

Sidang Isbat Awal Syawal 1442 H ini digelar secara daring dan luring dengan menerapkan protokol kesehatan. Hadir secara fisik dalam Sidang Isbat Awal Syawal 1442 H/2021M Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi, Wakil Ketua Komisi VIII TB Ace Hadan Syadzili, Ketua MUI KH Abdullah Jaidi, serta Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kamaruddin Amin. Tampak hadir pula beberapa perwakilan Duta Besar negara sahabat.

Sementara para pimpinan ormas, pakar astronomi, Badan Peradilan Agama, serta para pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama lainnya mengikuti jalannya sidang isbat melalui media konferensi video.

Sebelumnya, pakar astronomi dari Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Kementrian Agama Cecep Nurwendaya menegaskan bahwa tidak ada referensi empirik visibilitas (ketampakan) hilal awal Syawal 1442 H bisa teramati di seluruh wilayah Indonesia pada hari Selasa, 11 Mei 2021.

Hal ini disampaikan Cecep saat memaparkan data posisi hilal menjelang awal bulan Syawal 1442 H/2020 M pada Sidang Isbat Awal Syawal 1442 H, di Jakarta. “Semua wilayah Indonesia memiliki ketinggian hilal negatif antara minus 5,6 sampai dengan minus 4,4 derajat. Hilal terbenam terlebih dahulu dibanding matahari,” terang Cecep.

Humas

Menteri Agama Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Hilal Tak Terlihat, Puasa Digenapkan 30 Hari

Hilal untuk menentukan 1 Syawal 1442 Hijriyah, saat dilakukan pengamatan oleh tim Badan Hisab Rukyat (BHR) kabupaten Tuban di Menara Rukyatul Hilal, desa Banyuurip kecamatan Senori kabupaten Tuban, Jawa Timur, Selasa petang (11/05/2021) tidak melihat hilal.

Pengamatan dimulai pukul 17.25 hingga pukul 17.30 menggunakan alat teropong yang disebut teodolit yang hasil rekamannya muncul di layar komputer. Hingga matahari tenggelam pukul 17.25, tidak ada satu pun perukyat yang melihat hilal.

Dalam sidang isbat yang dipimpin hakim tunggal dari Pengadilan Agama Tuban, Muntasir, menyatakan bahwa tidak ada satu pun perukyat yang melihat hilal.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Sahid, mengatakan dengan tak terlihatnya hilal ini, berarti umat Islam diwajibkan untuk istikmal atau menggenapkan puasanya menjadi 30 hari.

“Hampir bisa dipastikan Idulfitri akan jatuh pada hari Kamis, 13 Mei 2021, kalau belum terlihat berarti Rabu (12/05/2021) masih puasa,” katanya.

Apabila saat dilaksanakannya rukyah, hilal terlihat, maka keesokan harinya masuk tanggal satu (1), namun apabila hilal tidak berhasil dilihat, entah karena tertutup mendung ataupun faktor lainnya, maka dilakukanlah istikmal atau penggenapan hari dalam bulan tersebut menjadi tiga puluh (30) hari.

Rukyatul hilal itu memang sesuai perintah agama dan apa yang telah dilakukan Nabi serta selalu dilaksanakan pada tanggal 29 hijriyah diakhir bulan, khususnya akhir bulan Sya’ban untuk menentukan awal Ramadhan dan akhir Ramadhan untuk menentukan awal Syawal, bagaimanapun kondisi hilal pada waktu itu.

Sementara itu, Ketua Tim BHR kabupaten Tuban, Mashari menjelaskan pada pelaksanaan Rukyatul Hilal awal Syawal 1442 Hijriyah ini, tinggi hilal masih di bawah ufuk, antara minus tiga (-3) derajat sampai dengan minus empat (-4) derajat dibawah ufuk, dan hilal terbenam lebih duluan dibanding Matahari. “Artinya hilal sangat susah atau bisa kita katakan tidak mungkin untuk kita amati karena berada di kondisi istihalah ar-rukyah sehingga kemungkinan besar hari ini puasa kita akan istikmal (digenapkan),” kata ia.

Namun demikian, kita masih harus menunggu sidang isbat dari pemerintah petang nanti. Bukan berarti rukyatul hilal sore ini menjadi tidak bermakna. Karena rukyah selain mempunyai dimensi ilmiah, juga mempunyai dimensi ‘ubudiyyah. “Kita melaksanakan rukyah saja sudah mendapat pahala karena bersifat ta’abbudi, terlepas dari apakah hilal berhasil dilihat atau tidak,” imbuh pria asli Lamongan ini.

Hilal sendiri kemungkinan bisa dilihat atau tidaknya, bisa berada di tiga (3) kondisi ini yakni Imkan ar-rukyah, Qoth’i ar-rukyah dan Istihalah ar-rukyah.

Pertama, Imkan ar-rukyah, pada kondisi ini hilal masih dimungkinkan untuk bisa dilihat.
Kedua, Qoth’i ar-rukyah, kondisi ini hilal sudah jauh melebihi kriteria imkan ar-rukyah sehingga kemungkinan bisa dilihatnya sangat tinggi.
Ketiga, Istihalah ar-rukyah, pada kondisi ini hilal sangat jauh di bawah kriteria imkan ar-rukyah sehingga mustahil untuk bisa dilihat.

Alhamdulillah, pada waktu rukyatul hilal awal Ramadhan 1442 Hijriyah di Menara Desa Banyuurip kemarin hilal berhasil terlihat karena memang sudah pada kondisi imkan ar-rukyah dengan tinggi lebih dari tiga (3) derajat.

Dengan adanya agenda rukyah semacam ini, menjadi wahana untuk edukasi kepada masyarakat tentang ilmu falak, tentang ilmu perbintangan, tentang ayat-ayat kauniyyah Allah SWT.

Proses melihat hilal dihadiri beberapa unsur dari pihak terkait yakni dari MUI kabupaten Tuban (H. Kasduri), Ketua Pengadilan Agama (H. Nur Indah), Polres, Dandim, Kabag Kesra di wakili Kasubag Bina Mental Spiritual (Rahmad Darmawan), Kepala BMKG Kabupaten Tuban (Rofiq), DMI, Ormas NU dan Muhammadiyah, Pimpinan Pondok Pesantren, Jajaran Pemerintah Kecamatan Senori beserta Ormas, Kepala KUA, Penyuluh dan beberapa media.

Rukyat hanya penguat dari metode hisab (perhitungan kalender) dalam menentukan awal Ramadhan dan 1 Syawal. Meski akurat, hasilnya tidak bisa digunakan sebagai penentu utama awal Ramadhan dan 1 Syawal.

“Hasil pengamatan sebagai pertimbangan Kementerian Agama RI dalam sidang isbat,” pungkasnya. (lai/irn)

Editor Laidia Maryati

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Peringati Nuzulul Quran, MAN 1 Tuban Tasyarufkan Bantuan Baznas

Kab. Tuban (MAN 1). MAN 1 Tuban tasyarufkan bantuan Baznas kepada siswa yatim pada acara Peringatan Nuzulul Quran yang digelar di Masjid Tarbiyatul Ulum, Kamis kemarin (6/5/2021).
Acara yang berlangsung dengan khidmat ini dihadiri semua guru dan pegawai, siswa kelas X dan XI yang terjadwal pada pembelajaran luring hari itu dan siswa yang menerima bantuan.

Dari 25 siswa yang mendapat bantuan, 2 siswa secara simbolis mewakili untuk menerima bantuan yang diberikan secara langsung oleh kepala madrasah.
Kepala madrasah berharap bantuan yang ditasyarufkan hari ini senantiasa memberikan manfaat khususnya kepada siswa yatim pada bulan Ramadhan yang penuh berkah ini.

Selain memberikan bantuan, Kepala Madrasah, M. Badar, juga memberikan sambutan dan hikmah peringatan Nuzulul Quran, diantaranya yang pertama adalah untuk mengaplikasikan dan membumikan nilai- nilai Al Quran dalam kehidupan sehari-hari, karena Al Quran adalah petunjuk bagi manusia. Kedua, mengingatkan kepada kita untuk meraih kemuliaan pada malam Lailatul Qadar dengan meningkatkan ibadah di sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, seperti pesan yang disampaikan oleh imam Masjidil Harsm, Syech Abdur Rahman as Sudais untuk tidak meninggalkan sholat berjamaah, banyak membaca Al Quran, dan menjaga keutamaan sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, khususnya di malam- malam ganjil.
“Kami sampaikan terima kepada semua pihak yang telah mendukung acara hingga berlangsung dengan khidmat dan semoga acara ini membawa berkah di bulan Ramadhan dan dapat mengantarkan kita memperoleh predikat nuttaqin,” pungkasnya. (hms)

Editor Laidia Maryati

Peringati Nuzulul Quran, MAN 1 Tuban Tasyarufkan Bantuan Baznas
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Penyuluh Agama Islam Semanding Berbagi Berkah

Bulan Ramadhan merupakan bulan untuk memperbanyak pundi amal kebaikan. Termasuk amal kebaikan yang dianjurkan pada bulan ini ialah silaturrahim dan bersedekah. Kesempatan ini sangat dimanfaatkan oleh Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) kecamatan Semanding Kabupaten Tuban.

Amal kebaikan kali ini direalisasikan dengan bentuk silaturrahim sekaligus bantuan sosial berbagi Al-Qur’an, mukena dan takjil di Masjid As-Shomad, Dusun Klampok, Desa Bejagung Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban. Bantuan yang disalurkan berupa paket Al-Qur’an ukuran jumbo, paket mukena dan kurma.

Acara yang mulia ini dimulai dengan sholat dhuhur berjama’ah, dilanjutkan sambutan dan mauidzoh hasanah. Sambutan diawali oleh Penyuluh Agama Islam Fungsional, Kholidah, ia memperkenalkan diri dan menjelaskan tentang tujuan silaturrahim.

Selanjutnya sambutan dari Penyuluh Agama Islam Fungsional senior, Anwar Syaf, dengan memperkenalkan masing-masing dari anggota FKPAI Semanding yang hadir, sekaligus menjelaskan tentang ungensinya bersyukur dalam bentuk lisan atau perbuatan dengan memperbanyak amal sholih.

Sementara itu, ceramah agama disampaikan oleh Ustadz Bahrie Sathibi dengan membawakan satu hadits tentang pentingnya amal sosial untuk mempererat jalinan kekeluargaan antar masyarakat. Tradisi yang sudah terjalin baik di tengah masyarakat perlu ditingkatkan seperti dalam hadits yang artinya: “Shodaqoh makanan, menebarkan salam, sholat malam saat manusia terlelap tidur maka kalian masuk surga”.

Masing-masing juga mengucapkan terimakasih kepada masyarakat sekitar, dewan ketakmiran masjid, para donatur, fasilitator dan semua pihak yang telah mensupport kegiatan ini sehingga kegiatan ini berjalan dengan baik.

Ikut hadir dalam acara tersebut selain PAIF (Penyuluh Agama Islam Fungsional) Semanding Anwar Syaf dan Kholidah, juga dari PAH (Penyuluh Agama Honorer) Semanding yakni Nur Salim, Fariz Mas’udin, Narto, Fadloli, Bahri Satibi, Muhammad Najib dan seluruh jama’ah masjid As-Somad.

Kegiatan dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan covid-19, belangsung dengan hikmat, penuh kekhusyu’an dan semangat kekeluargaan. (Khol)

Editor Laidia Maryati

Penyuluh Agama Islam Semanding Berbagi Berkah
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Gibas Buluh Kecamatan Widang Kembali Beraksi

Gerakan infaq beras bersama penyuluh atau yang dikenal dengan gibas buluh kembali dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam kecamatan Widang. Kegiatan dilaksanakan di masjid Al Ikhlas desa Tegalrejo, tepatnya dusun Mejeruk Kamis kemarin (06/05/2021)

Bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, kegiatan sosial yang sudah berjalan ke empat kalinya ini dilaksanakan dengan penuh semangat, hal tersebut dibuktikan dengan jumlah perolehan beras dari jamaah yang bertambah setiap bulan.

Menurut keterangan Imam Syarifuddin, selaku divisi pengemasan Gibas Buluh, perolehan beras untuk periode ke empat ini sejumlah 525 kilogram yang dikemas menjadi 105 paket per 5 kilogram.

Pada pelaksanaan bulan Mei ini acara di hadiri oleh Kepala KUA Kecamatan Widang, Forkopimka kecamatan Widang diantaranya perwakilan dari Polsek, Aiptu
HM Untung SH, selaku Kanit Provos Polsek Widang dan dari perwakilan Danramil adalah Serka Agung W, selaku Babinsa Ramil 0811/08 Widang, selain itu juga dihadiri Kepala desa Tegalrejo, Muhajir Sulthoni, serta perangkat desa dan takmir masjid.

Selain itu, yang berbeda dari bulan sebelumnya adalah pada saat pemberian santunan dhuafa. Jika sebelumnya pembagian di pusatkan di masjid, maka untuk bulan Ramadhan ini para penyuluh sepakat bahwa sebagian donasi diberikan dengan cara “nglawang” atau turun langsung ke lokasi warga setempat.

Kepala KUA Kec. Widang Anwar Hidayat, dalam sambutannya menyampaikan tentang asal mula program Gibas yang dipromotori oleh para penyuluh kecamatan Widang. Selain hal itu ia berpesan kepada yang hadir untuk semakin meningkatkan ibadahnya di sepuluh terakhir bulan Ramadhan, karena disitu ada lailatul qodar.

Sementara itu Penyuluh Agama Islam Fungsional, Masruh ZR, juga menyampaikan bahwa kegiatan Gibas Buluh ini akan terus dimaksimalkan dan merata di setiap desa di kecamatan Widang. (Msrh)

Editor Laidia Maryati

Gibas Buluh Kecamatan Widang Kembali Beraksi
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Osis MAN 1 Tuban Berbagi Takjil Jelang Buka Puasa

Kab. Tuban (MAN 1). Organisasi Intra Sekolah MAN 1 Tuban membagikan takjil di bulan Ramadhan, Rabu (5/05/2021). Pembagian takjil jelang waktu berbuka puasa diberikan kepada ratusan pengendara yang lalu lalang di perempatan gedung pertemuan Tri Dharma, sepanjang Jalan Dr. Sutomo, Ronggolawe, dan KH. Agus Salim.
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan sekaligus pembina OSIS, M. Yazid mengatakan, aksi berbagi takjil kepada masyarakat ini merupakan kegiatan rutin yang diagendakan dan wujud aksi sosial yang kerap dilakukan selama Ramadhan.
Yazid menambahkan, aksi bagi-bagi takjil ini mendapat antusias masyarakat yang cukup tinggi. Seketika, ratusan paket takjil yang dibagikan pun habis dalam waktu singkat.

Sejumlah kendaraan sempat berhenti hanya untuk mendapatkan takjil. Salah satu pengendara motor yang menyempatkan waktu untuk berhenti hanya untuk mengambil takjil, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Osis MAN 1 Tuban yang telah membantu masyarakat yang dalam perjalanan untuk berbuka puasa tepat pada waktunya.
Adapun takjil yang dibagikan sebanyak 250 kotak snack, yang masing-masing kotak berisi kurma dan beberapa kue serta air mineral. Selain kotak snack, juga dibagikan brosur PPDB, momen ini diharapakan juga sebagai ajang promosi MAN 1 Tuban sehingga lebih familiar dengan masyarakat.
“Osis MAN 1 Tuban berkomitmen akan terus mengagendakan kegiatan bagi takjil setiap tahun dan melakukan kegiatan sosial lainnya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya. (hms)

Editor Laidia Maryati

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Pokjaluh Tuban Bakti Sosial kepada ITMI dan Muallaf

Di tengah pandemi covid-19 ini, Pokjaluh Kemenag kabupaten Tuban mengadakan bakti sosial, memberikan bantuan sembako dan uang di 2 titik, dengan sasaran yang berbeda pada waktu yang sama yaitu di kecamatan Palang dan Bancar. Kegiatan ini dilaksanakan Selasa kemarin, (04/05/2021). Baksos titik awal pada komunitas Ikatan Tuna Netra Muslim Indonesia (ITMI) kabupaten Tuban yang sekretariatnya ada di Desa Leran Wetan kecamatan Palang seperti yang disampaikan oleh Laila Rosyida selaku koordinator dan Penyuluh Agama Kecamatan Palang dan Bancar. Bakti sosial di mulai pada pukul 08.30 WIB di hadiri Camat, Kepala KUA setempat dan komunitas ITMI sejumlah 75 orang

Camat Palang, Rahmat, dalam sambutanya menyampaikan ucapan terimakasih dan mengapresiasi kepada Pokjaluh kabupaten Tuban, dan penyuluh honorer yang ikut hadir mendampingi kegiatan tersebut.
“Kita patut bersyukur atas nikmat dan rahmat Allah, pada bulan suci yang penuh berkah kita bisa berbagi, membantu sesama dan berharap semoga kita tergolong orang yang mencintai hamba Allah,” ujarnya. Ia melanjutkan banyak hikmah yang bisa dipetik di antaranya menjalin silaturrahmi dan saling menyayangi, berbagi di bulan suci .

Disisi lain Ketua Pokjaluh Kemenag Tuban, Khoirul Muqim, menyampaikan dan berharap output dari kegiatan ini teman teman ITMI akan senantiasa bisa menerima Pokjaluh, sehingga kelak menjadi awal untuk menjalin komunikasi lebih lanjut sebagaimana program yang telah d rencanakan. “Semoga ada tindak lanjut sesuai tupoksi Penyuluh Agama yaitu pembangunan dalam bidang agama,” kata ia. Pengasuh pondok pesantren Al Ma’shumah Jenu ini memberikan motivasi pada comunitas ITMI agar tetap semangat menjalani hidup dan lebih mendekatkan diri pada Allah karena Allah menciptakan sesuatu itu mempunyai keistemewaan. “Kekurangan bukan menjadi sebab untuk lebih maju bahwa di bulan ramadhan ini menginisiasi teman teman untuk menggapai berkah Ramadhan, menjadi hamba muttaqin,” imbuhnya.

Pada titik ke dua Pokjaluh bersama Penyuluh Agama non PNS kecamatan Bancar mengadakan bakti sosial memberikan bantuan sembako dan uang kepada 8 muallaf di kecamaatan Bancar. Pada kesempatan ini Pokjaluh d dampingi oleh Kepala KUA Bancar, Ainul Yaqin, memberikan bantuan ke rumah muallaf di desa Boncong Bogorejo Bancar. Pria asli Palang ini menyampaikan, pendistribusian bantuan ini sengaja didatangkan ke rumah muallaf, biar tahu kondisi lapangan. Delapan muallaf ini memang sangat membutuhkan perhatian baik sisi sosial ekonomi yang memang menprihatinkan. Selain itu Penyuluh Agama non pns juga sudah melakukan pendampingan dalam hal ibadah kepada delapan muallaf tersebut. Pokjaluh berharap bantuan tersebut semoga bisa bermanfaat. (ros)

Editor Laidia Maryati

Pokjaluh Tuban Bakti Sosial kepada ITMI dan Muallaf
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Hadapi Nikah Malem Songo, Kemenag Tuban Genjot Binwin Catin

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban berpacu dengan waktu mengadakan bimbingan perkawinan bagi calon pengantin menghadapi pernikahan malem songo yang kian terasa dekat. Di temui usai memberikan bimbingan perkawinan kepada calon pengantin di kecamatan Soko dan Semanding, Rabu (05/05/2021), Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Sahid, menjelaskan Ramadhan tahun ini ada ratusan pasangan pengantin di Tuban yang akan mengelar pernikahan di malam songo. “Calon pengantin yang akan menikah di malem songo, update terakhir per hari ini sejumlah 301 pasang catin,” jelas ia.

Catin terbanyak berasal dari kecamatan Soko sejumlah 36 pasang. Rincian jumlah catin adalah kecamatan Plumpang (24),
Soko (36), Kerek (11), Bancar (4),
Semanding (30), Parengan (7), Singgahan (6), Widang (20), Tambakboyo (6), Senori (4), Jatirogo (4), Montong (14), Rengel (30), Tuban (22), Grabagan (15), Jenu (21), Kenduruan (6), Bangilan (8), Merakurak (12) dan kecamatan Palang (21).

Menurut pria humoris ini, tradisi melangsungkan akad nikah pada malem songo atau pada malam ke-29 Ramadhan masih menjadi tren bagi sebagian masyarakat di Kabupaten Tuban.
Kata masyarakat Tuban, malem songo itu ya malem songolikur dalam bulan puasa. Diyakini oleh sebagian masyarakat Tuban hari yang istimewa atau baik untuk akad nikah. Dan Istimewanya malem songo itu tidak usah pakai hitung-hitungan, yang harus menghadap kemana pengantinnya dan jam berapa waktu akadnya.
“Intinya malem songo itu hari yg bebas tanpa hitungan, pokoknya dianggap baik semua untuk akad nikah,” paparnya.

Untuk itu pihaknya berpacu dengan waktu melaksanakan giat bimbingan perkawinan di sejumlah daerah. “Ada 4 titik tempat pelaksanaan Binwin yakni kecamatan Plumpang, Rengel, Soko dan Semanding,” kata pria berkacamata ini. Ia menuturkan bahwa kabupaten Tuban memiliki 6 fasilitator yang bersertifikat. Para fasilitator itu adalah Moh. Qosim (Kasubag TU), Moh. Rifqi (Kepala KUA kecamatan Tuban), Achmad Iswoyo (Kepala KUA kecamatan Jenu), Nurpuat (Kepala KUA Plumpang), Fathurrahman (Kepala KUA kecamatan Soko) dan Laidia Maryati (Pranata Humas).

“Mereka semua kita terjunkan di beberapa titik untuk memberikan bimbingan perkawinan kepada para calon pengantin yang akan menikah di malem songo nanti,” ujarnya.

Dasar pelaksanaan kegiatan ini adalah Keputusan Dirjen Bimas Islam No. 379/2018, tentang Petunjuk Teknis Bimbingan Perkawinan Bagi Calon Pengantin. Mashari, Kasi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimais) Kemenag Tuban mengatakan bahwa sudah ada juknis baru terkait bimbingan perkawinan bagi calon pengantin. “Sudah ada dasar terbaru, Keputusan Dirjen Bimas Islam No. 189/2021, tentang Petunjuk Teknis Bimbingan Perkawinan Bagi Calon Pengantin, namun saat ini masih kita bahas di Rakor Kasi Bimais se Jawa Timur di Surabaya,” ucapnya via telepon.
Mashari mengikuti rakor di Surabaya mulai tanggal 4 sampai 6 Mei 2021 di Surabaya.
Ia mengingatkan karena sampai saat ini masih masa pandemi covid-19, maka pada saat pelaksanaan akad nikah nanti semuanya harus tetap mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. “Saya sudah mengingatkan terus menerus kepada para penghulu yang bertugas melaksanakan akad nikah terutama pada saat malem songo nanti,” kata dia.
Harapannya semoga di setiap pelaksanaan akad nikah, baik itu petugas pencatat nikah, kedua calon pengantin, wali, para saksi dan semuanya yang hadir untuk selalu mentaati prokes supaya tetap sehat. (lai/irn)

Editor Laidia Maryati

Kepala Kemenag Tuban saat memberikan bekal kepada catin
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Kakankemenag Tuban; Pungli itu Tidak Benar

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Sahid, di buat gerah oleh salah satu media yang memberitakan bahwa ada pungutan liar (pungli) oleh oknum di KUA kecamatan Widang. “Itu sama sekali tidak benar, sudah kita telusuri, dan KUA bekerja sudah sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur) yang benar,” ujarnya, Ahad (02/05/2021).

Menurutnya saat ini Kementerian Agama Kabupaten Tuban tengah berbenah. Ia selalu mengingatkan kepada seluruh Kepala KUA untuk memegang komitmen yang sama, yaitu meniadakan dan melakukan pengawasan agar tidak melakukan praktek pungutan liar (pungli) di Kantor Urusan Agama (KUA).
Bahkan ia menyebut, jika ditemukan praktek pungutan liar (pungli) di Kantor Urusan Agama (KUA), maka Kementerian Agama akan berikan tindakan tegas.

“Apabila kami mendapat laporan, kami tindak, kami klarifikasi dulu benar tidaknya laporan tersebut, ini harus menjadi perhatian setiap Kepala KUA,” katanya.
Ia menuturkan bahwa dirinya perlu menegaskan komitmen tersebut. Alasannya, pesan itu berkaitan dengan kredibilitas dan nama baik Kemenag.

Sebagaimana diberitakan oleh salah satu media online bahwa ada salah satu warga kecamatan Widang menjadi korban pungli oknum KUA.
Korban bernama Samtono (53) warga Desa Mlangi, kecamatan Widang ini melaporkan ke Polisi atas kasus pungli yang dilakukan oleh oknum KUA di Widang, kabupaten Tuban. Menurutnya laporan tersebut sudah dilayangkan pada tahun 2020 sekitar bulan Juni atau Juli lalu, namun hingga saat ini kasus tersebut belum tuntas.

Dihubungi via telepon, Kepala KUA kecamatan Widang, Anwar Hidayat, menjelaskan tidak ada pungli yang dilakukan oleh KUA dan ia mengaku ini kasus lama yang dikira sudah selesai. “Sekitar bulan Oktober 2019 saudara Samtono mendaftar nikah yang awalnya nikah bedolan (nikah di luar kantor), namun akhirnya urung dan menjadi nikah kantor, dan uang tersebut sudah dikembalikan,” jelas Anwar.

Sementara itu, Kasi Bimais (Bimbingan Masyarakat Islam) Kemenag Tuban, Mashari, menjelaskan prosedur, syarat dan biaya nikah di KUA sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 48 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 47 tahun 2004 tentang Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Kementerian Agama. “Biaya nikah di KUA sebenarnya gratis atau sama sekali tidak dipungut biaya,” ujarnya. Syaratnya adalah prosesi pernikahan yang dilakukan di KUA dan dilakukan saat jam kerja dari hari Senin sampai dengan Jumat.

Namun jika prosesi akad nikah dilakukan di luar jam kerja KUA, biaya nikah yang ditetapkan negara yakni sebesar Rp 600.000 (biaya nikah di rumah). Biaya nikah KUA tersebut masuk ke kas negara sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Kementerian Agama.
Biaya Rp 600.000 juga berlaku untuk pasangan yang menikah di luar kantor KUA seperti penyelenggaraan akad nikah di rumah pribadi, masjid, hingga gedung pertemuan. Sekalipun pelaksanaan pernikahan dilakukan saat jam kerja KUA. Ia pun mengingatkan kepada masyarakat bahwa pembayaran nikah bedolan langsung disetorkan di bank, bukan kepada pegawai ataupun Kepala KUA. (lai)

Editor Laidia Maryati

Kakankemenag Tuban, Sahid
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

BKMT Jatim Peringati Nuzulul Qur’an 1442 H Secara Daring

Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Jawa Timur memperingati Nuzulul Qur’an dengan menyelenggarakan acara dzikir, istighosah dan tausiyah dengan tema “Menjaga Kualitas Ibadah Bulan Ramadhan di Masa Covid-19” Kamis kemarin (29/4/2021) secara daring melalui aplikasi zoom dan disiarkan live streaming YouTube. Hadir dalam giat ini Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Kepala Kemenag Magetan dan seluruh perwakilan pengurus daerah tak terkecuali Pengurus BKMT Kabupaten Tuban.

Ketua BKMT Jatim, Siti Asiyah dalam sambutannya mengucapkan
terimakasih kepada semua pihak, khususnya kepada Kakanwil, bapak Dr. Achmad Zayadi, MPd. “Juga kepada seluruh pengurus semoga momen ini memotivasi kita semua menjadikan Al-Qur’an sebagai landasan hidup dan memiliki kecintaan kepadanya,”ujarnya.

Wanita yang juga seorang dokter ini menjelaskan bahwa BKMT Jatim mempunyai grup membaca Al-Qur’an sebagai bentuk kecintaan terhadap Al-Qur’an. ‘Ketika dibaca ada nilai pahala dan ada nilai hikmah yang ada didalamnya, diantaranya sebagai pengobatan,” jelas ia. Beliau mengingatkan agar menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian dari kehidupan.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Jatim, Achmad Zayadi, memberikan penghargaan atas apa yang sudah dilakukan BKMT Jatim. “Setiap langkah yang dilakukan oleh BKMT menjadi wasilah terkait dengan hikmat kita kepada agama kita,” ujar beliau. Menurutnya Syahru Romadhon mempunyai posisi yang sangat luar biasa dimana didalamnya diturunkan Al-Qur’an. “Akan menjadi modal dan kesempatan kita menjemput 10 hari terakhir,” sambungnya. Belisu berharap bagaimana BKMT bisa memberikan pendampingan terbaik kepada ummat utamanya majlis taklim, pencerahan dari sisi keagamaan dan di kehidupan keagamaan akan mendapatkan solusi, dengan mengaji dan mengkaji Al-Qur’an.

Bertindak sebagai pembaca do’a khotmil Qur’an Ketua BKMT kabupaten Tuban, Umi Kulsum, dan tausiyah oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Magetan, KH. Muttaqin, M.Ag. Beliau menyampaikan ketika Al-Qur’an diturunkan kepada manusia, tugas kita adalah bagaimana mengimplementasikan nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari hari. Menurut beliau ada 3 penekanan implementasi Al-Qur’an dalam surat Al-Qolam ayat 4. “Pertama kepedulian sosial, pengembangan etika sosial dan
kesalehan sosial,” paparnya. Beliau menambahkan ada 4 kelompok orang yang dirindukan oleh Jannah, pertama kelompok yang selalu membaca Al-Qur’an, kelompok yang selalu menjaga lisan, kelompok yang memberikan makan kepada orang yang kelaparan dan kelompok orang yang melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan. (lai/irn)

Editor Laidia Maryati

Kakanwil Kemenag Jatim saat memberikan sambutan
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar