Penutupan PDWK Penyuluh Agama Non-PNS di Tuban

Kegiatan Pelatihan Di Wilayah Kerja (PDWK) Penyuluh Agama Islam Non-PNS di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Tuban berakhir hari ini, Sabtu, (27/2/2021). Acara penutupan yang menandai berakhirnya PDWK pada siang hari ini dihadiri oleh Kasi Bimas Islam, Widyaiswara BDK Surabaya, Kepala MTsN-1, Tim Gugus Covid, Koordinator Kepegawaian, dan sejumlah panitia dari BDK Surabaya maupun Kemenag Tuban.

Kasi Bimas Islam Kemenag Tuban, Mashari, saat memberikan sambutan penutupan mengatakan, kegiatan PDWK bagi Penyuluh Agama Non-PNS ini dilaksanakan selama 6 (enam) hari dari tanggal 22 – 27 Pebruari 2021 dan bertempat di gedung MTsN-1 Tuban. Selama pelaksanaan kegiatan, baik dari unsur peserta, panitia maupun nara sumber telah mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan, bahkan bagi peserta diwajibkan menjalani rapid antigen.

Selanjutnya, ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Balai Diklat Keagamaan (BDK) Surabaya yang telah menjalin kerjasama yang baik dengan Kemenag Tuban. “Kami bersyukur, meski di tengah pandemi covid-19 masih bisa mengadakan kegiatan ini dan alhamdulillah berjalan lancar, aman, sukses, dan semuanya dalam kondisi sehat,” ujarnya.

Sebelum menutup kegiatan ini, Mashari, telah memberikan materi akhir tentang “Nilai-Nilai Dasar SDM Kementerian Agama”. Ia mengingatkan kepada para penyuluh untuk senantiasa menjadi ustwah ditengah-tengah masyarakat, memahami tugas, fungsi serta peranannya. Dan juga hendaknya menjaga nilai persatuan dan kesatuan umat.

Adapun nara sumber dalam kegiatan PDWK ini terdiri dari Widyaiswara BDK Surabaya, Kepala Kemenag Tuban dan Dinas Kesehatan Tuban. (Mshr)

Editor Laidia Maryati

Penutupan PDWK Penyuluh Agama Non-PNS di Tuban
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

MGMP Gelar Pendampingan Penilaian/Asesmen Nasional Madrasah Jenjang MA di MAN 1 Tuban

Kab.Tuban (MAN 1). Guna menghadapi Penilaian/Asesmen Nasional Madrasah dan penyusunan soal HOTS (Higher Order Thinking Skill) untuk Ujian Madrasah pada jenjang MA, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) MA Kabupaten Tuban menggelar pendampingan di MAN 1 Tuban, Kamis kemarin (25/2/2021).
Pendampingan dihadiri oleh pengawas jenjang MA, Ulfah Hayati Mujazanah dan Latifatul Auniyah serta 30 peserta perwakilan dari semua mapel yang berasal dari MAN dan MAS se- Kabupaten Tuban.

Menurut Pengawas Madrasah, Ulfah Hayati Muzayanah, kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan perangkat penilaian dan kemampuan dalam menganalisis soal-soal, khususnya soal ujian madrasah.

Sementara itu Kepala MAN 1 Tuban, M. Badar, saat membuka acara menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada seksi Pendidikan Madrasah (Penma) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban yang telah memfasilitasi MGMP MA dalam menggelar kegiatan tersebut.
Ia berharap melalui pendampingan ini, kordinator semua mapel Ujian Madrasah (UM) mengujikan soal yang telah disesuaikan dengan kemampuan siswa, utamanya soal yang pernah disampaikan kepada peserta didik dan sesuai dengan acuan materi esensial di kelas X, XI dan XII.
Selain itu, soal yang diujikan disusun berdasarkan kisi- kisi soal Ujian Madrasah Tingkat Madrasah Aliyah yang telah diterbitkan oleh Direktur KSKK Pendis Kemeneg RI, sehigga materi sesuai dengan kurukulum yg berlaku.
Mengakhiri sambutannya, ia meminta bapak ibu koordinator MGMP untuk mengikuti arahan pengawas terkait dengan teknis penyusunan naskah Ujian Madrasah sesuai dengan kaidah penyusunan soal HOTS. (hms)

Editor Laidia Maryati

MGMP Gelar Pendampingan Penilaian/Asesmen Nasional Madrasah Jenjang MA di MAN 1 Tuban
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Siswa MTsN 1 Tuban Persiapan Tes Masuk MAN IC dan MAN PK

Kamis kemarin (25/02) Kepala MTsN 1 Tuban dan guru BK mengundang 32 walimurid untuk berembuk persiapan tes masuk ke MAN Insan Cendekia (MAN IC) dan MAN Program Keagamaan (MAN PK).
Untuk tes seleksi ke MAN IC full secara online sehingga bisa dilaksanakan di laboratorium komputer MTsN 1 Tuban yang dibagi menjadi 4 sesi. Dua sesi di hari Sabtu dan dua sesi di hari Minggu. Tetapi tes di MAN PK hanya hari sabtu saja yang secara online, sedangkan hari Minggu harus wawancara ke Jombang.
Disinilah dukungan moril dan materiil sangat dibutuhkan dari walimurid. Tanpa dukungan dari walimurid, pihak MTsN 1 tidak bisa berbuat banyak.
“Dukungan dan do’a bapak/ibu sangat dibutuhkan anak-anak. Saya berharap semua optimis mendukung anak-anak. Semoga tes mereka di hari Sabtu dan Minggu nanti berjalan lancar dan sukses,” ucap Tasmo, Kepala madrasah yang kalem ini.

Pada kesempatan ini guru BK, Ari Nur Faiz, menyampaikan rencana bagaimana proses pemberangkatan ke Jombang untuk tes wawancara 6 siswa yang ke MAN PK. Sejumlah 32 siswa MTsN 1 Tuban ikut mendaftar di dua madrasah tersebut. 6 siswa mendaftar di MAN PK dan 26 mendaftar di MAN IC. Pendaftaran dan seleksi dilaksanakan secara online. Jadwal seleksi hari Sabtu dan Minggu (27-28 Pebruari).

Sejarah berdirinya MAN IC melalui BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi), Prof. Dr. B. J. Habibie menginisiasi dan membentuk STEP (Science and Technology Equity Program) dengan tujuan penyetaraan program ilmu pengetahuan dan teknologi untuk sekolah di lingkungan pesantren.
Pada waktu itu sekolah ini dinamakan SMU Insan Cendekia. Kemudian BPPT melimpahkan managerial SMU Insan Cendekia ke Departemen Agama RI (kala itu). Alih tata kelola ini mengubah nama SMU menjadi MAN Insan Cendekia. MAN IC dan MAN PK merupakan model madrasah unggulan di Indonesia. MAN IC bertujuan mewujudkan sumberdaya manusia (SDM) yang berkualitas tinggi dibidang keimanan dan ketakwaan serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan MAN PK adalah madrasah yang bertujuan pada penguasaan program keagamaan. Kedua madrasah ini diasramakan (boarding school). Madrasah ini sangat diminati karena sudah terbukti keunggulannya, selain itu siswa mendapat beasiswa dari pemerintah. (Susi)

Editor Laidia Maryati

Kepala MTsN 1 Tuban memimpin rapat persiapan Tes Masuk MAN IC dan MAN PK
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Komisi Ukhuwah Islamiyah dan Hubungan Antar Umat Beragama MUI Jatim Gulirkan 9 Program

Usai dilantik tanggal 13 Pebruari 2021 oleh Ketua Umum MUI Jatim, Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah dan Hubungan Antar Umat Beragama Majelis Ulama Indonesia (MUI), Moh Ersyad, Kamis sore (25/02/2021) mengadakan rapat perdana dengan anggota di Kantor MUI Jawa Timur, jalan Dharmahusada Selatan. Rapat berjalan sekitar empat jam dipimpin oleh Sekretaris, Edi Supriyanto.
Moh. Ersyad mengatakan dalam rapat tersebut menghasilkan 9 program yaitu koordinasi dengan ulama, umaro, dan tokoh lintas agama serta lintas ormas dalam mewudjudkan ukhwah islamiyah dan hubungan antar umat beragama, penyusunan pedoman/panduan dalam moderasi beragama dan penyelenggaraan ukhwah islamiyah serta hubungan antar umat beragama sesuai ketentuan peratuan perundang-undangan dan kebijakan MUI Jawa Timur, pencegahan dan penanganan permasalahan ukhwah islamiyah dan hubungan antar umat beragama, MOU kehidupan sosial inter dan antar umat beragama dengan instansi/lembaga dan ormas terkait, menjadi perekat dan penguat terwujudkan ukhwah islamiyah dan hubungan umat beragama, peningkatan kerukunan intern/antar umat beragama melalui pembentukan Desa / Kelurahan Harmoni, pengembangan toleransi umat beragama melalui seni budaya, kajian dan analisis isue-isue yang sedang dan akan terjadi di masyarakat dan sosialisasi kehidupan harmoni, damai dan saling menghormati umat beragama di perguruan tinggi, sekolah, ponpes dan lingkungan masyarakat.

Ia menambahkan, dari 9 program tersebut ada 3 program prioritas.
“Tiga program unggulan tersebut adalah koordinasi dan temu tokoh umat beragama, Mou kehidupan sosial intern dan antar umat beragama dengan instansi terkait dan membentuk desa/kelurahan harmoni di Jawa Timur,” ujar pria jebolan UINSA Surabaya ini.
“Program ini sebagai implementasi dari program Pemerintah yakni Nawa Cita diantaranya terciptanya Jatim Harmoni,” imbuhnya.
Komisi Ukhuwah Islamiyah dan Hubungan Antar Umat Beragama mempunyai visi terwujudnya ukhwah islamiyah serta hubungan antar umat beragama yang damai dan rahmatan lil alamin.

Ada beberapa tantangan yang dihadapi diantaranya perkembangan pandemi covid-19 telah membatasi ruang gerak kegiatan ukhwah Islamiyah. Selain itu terbatasnya pembiayaan untuk organisasi MUI, pemahaman masyarakat terhadap ajaran agama yang masih rendah, masih banyaknya aliran atau organisasi agama yang terlalu fanatis serta penggunaan teknologi digital dan media sosial oleh masyarakat yang terlalu bebas, khususnya anak muda yang sangat berpengaruh terhadap perilaku dan pola pikir.
Kebijakan politik yang berpotensi menimbulkan perbedaan pandangan dan ideology, berpotensi menimbulkan aksi intoleransi juga menjadi tantangan tersendiri. (lai)

Editor Laidia Maryati

Rapat Komisi Ukhuwah Islamiyah dan Kerukunan Umat Beragama MUI Jatim kemarin sore
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Transformasi Digital Pendidikan Keagamaan, Kemenag Rilis EMIS 4.0

Proses transformasi digital pendidikan keagamaan mulai berlangsung di Kementerian Agama. Ini ditandai dengaan perilisan tahap pertama aplikasi Education Management Information System (EMIS) 4.0 oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kemenag, di Serpong, Tangerang Selatan.

“Pengembangan EMIS ini merupakan pekerjaan besar, dan merupakan langkah awal digitalisasi pendidikan di Kementerian Agama,” ungkap Plt Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Rohmat Mulyana, Kamis (25/2/2021).

EMIS merupakan sebuah Platform Sistem Pengelolaan Data Pokok Pendidikan yang dikelola oleh Kemenag. Tahap pertama rilis EMIS 4.0 ini berfokus pada migrasi data kelembagaan Madrasah.

“Dalam EMIS 4.0 ini berbeda dengan versi sebelumnya, para Kepala Madrasah diberikan akses untuk melakukan konfirmasi data kelembagaan. Ini menjadi bagian reformasi madrasah yang sedang dilakukan Kemenag,” tutur Rohmat.

Rohmat menyampaikan, saat ini Kemenag tengah serius melakukan transformasi digital dalam berbagai layanan publik yang dimiliki.

“Transformasi digital ini juga dilakukan terhadap layanan pendidikan keagamaan yang ada di bawah Kemenag,” tukasnya.

Pengembangan EMIS ini, lanjut Rohmat, merupakan bagian dari program Reformasi Madrasah yang didukung oleh Bank Dunia (World Bank). Program bertajuk Madrasah Reform Realizing Education’s Promise dan Madrasah Education Quality Reform (REP-MEQR) ini merupakan kerjasama Kemenag dan Bank Dunia dalam upaya modernisasi tata kelola penyelenggaraan pendidikan dasar dan menengah di Kemenag.

Rohmat berharap, keberadaan EMIS 4.0 mampu menjadi titik pijak untuk melakukan integrasi berbagai aplikasi yang ada di lingkungan Ditjen Pendidikan Islam Kemenag.

“Ada banyak aplikasi, kita berharap ke depannya ini bisa terintegrasi,” pesan Rohmat.

Tak hanya itu, Rohmat juga menyebut bahwa EMIS merupakan gerbang data pendidikan keagamaan Kemenag. Karenanya, ke depan EMIS tidak diperuntukkan khusus bagi satuan pendidikan Islam, tapi juga dapat dimanfaatkan oleh layanan pendidikan keagamaan lainnya.

“Saat ini diawali dengan perbaikan data di madrasah. Kemudian nanti diharapkan akan berlanjut ke pesantren, hingga nanti dapat dimanfaatkan untuk pelayanan pendidikan keagamaan lainnya, seperti data pendidikan keagamaan Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Gerbangnya nanti di EMIS,” tukas Rohmat.

Sementara Project Manager Madrasah Reform yang juga Kasubdit Kelembagaan Abdullah Faqih menyampaikan, dalam tahap pertama ini tim pengembang EMIS 4.0 berfokus pada pengenalan migrasi data kelembagaan madrasah.

“Nanti akan ada rilis selanjutnya, seperti migrasi data siswa, data tenaga pendidik, dan sebagainya sampai aplikasi ini dapat bisa sempurna digunakan pada Grand Launching bulan Mei mendatang,” ujar Faqih.

Keberadaan EMIS 4.0 ini menurut Faqih merupakan upaya Kemenag untuk menghadirkan data pendidikan keagamaan yang valid, terpercaya, dan andal. Pengembangan EMIS 4.0 ini juga diharapkan akan berdampak pada peningkatan kualitas layanan pendidikan.

“Saat ini kita juga menyiapkan pengembangan empat aplikasi lainnya dengan berbasis pada EMIS 4.0. Kita berharap aplikasi ini sudah dapat digunakan pada tahun ajaran mendatang,” ungkap Faqih

Keempat aplikasi tersebut adalah e-RKAM (Rencana Kerja Anggaran Madrasah), EDM (Evaluasi Diri Madrasah), Asessmen Siswa Madrasah, dan Asesmen Guru dan Tenaga Kependidikan.

Humas

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Pendampingan Penyusunan Soal HOTS untuk Ujian Madrasah Jenjang MTs Kabupaten Tuban

Berdasarkan SK Dirjen Pendis No. 781 Tahun 2001 tentang petunjuk teknik penyusunan soal HOTS, maka Kementerian Agama Kabupaten Tuban mengadakan pendampingan penyusunan soal HOTS ini yang dilaksanakan oleh MGMP Kabupaten Tuban di MTsN 1, Rabu (24/02).
Dengan tetap pada disiplin protokol kesehatan, 30 peserta yang berasal dari tiga wilayah yaitu, Tuban utara/MTsN 1 Tuban, Tuban tengah/MTsN 2 Tuban dan Tuban selatan, berkumpul di satu ruangan di MTsN 1 Tuban.
Kegiatan ini dibuka oleh Pengawas Madrasah, Latifatul Auniyah. Dalam sambutannya, Latif mengatakan assesmen di Indonesia diarahkan ke model assesmen HOTS dan contextual assesment, walaupun untuk menentukan kelulusan siswa, kita bisa fleksibel. Kita berkumpul disini sekarang ini dalam rangaka berdiskusi membuat soal HOTS untuk ujian madrasah kelas IX tahun 2021 ini.
“Walaupun namanya HOTS (Higher Order Thinking Skill) namun tidak semua soal harus HOTS. Tetap harus ada soal LOTS, MOTS dan HOTS,” jelasnya.

Pada kesempatan ini juga turut hadir Pengawas Madya Kemenag Tuban, Ulfa Hayati Muzayanah.
“Soal HOTS bukan soal yang sulit namun mengajak siswa untuk menalar pada sebuah materi yang kita berikan,” jabarnya sambil memberi contoh soal HOTS yang bersifat penalaran.
Selanjutnya Ulfa juga menjelaskan tentang materi esensial. Beliau mengatakan, materi esensial adalah materi yang bersifat UgReK (Urgency, Relevancy, Keterpakaian). (Susi)

Editor Laidia Maryati

Ulfa Hayati Muzayanah, Pengawas Kemenag Tuban
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Hari Ini, Ribuan Tokoh Lintas Agama Mulai Divaksinasi Covid-19

Tokoh lintas agama mulai menjalani vaksinasi Covid-19, Selasa (23/2/2021). Kegiatan bertajuk Pekan Vaksinasi Tokoh Lintas Agama ini digelar mulai Selasa-Sabtu (23-27/2/2021), di Basement Masjid Istiqlal, Jakarta.

Kegiatan yang terselenggara atas kerja sama Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan ini menargetkan vaksinasi 10 ribu tokoh agama. Vaksinasi ini akan dilakukan bertahap dalam rentang empat hari ke depan. Berdasarkan data panitia, saat ini sudah ribuan data tokoh agama yang telah tervalidasi untuk diberikan vaksinasi, baik tokoh agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, maupun Khonghucu.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengapresiasi peran aktif para tokoh agama dalam program vaksinasi yang digelar pemerintah. Menurutnya, vaksinasi ini bagian dari wujud sinergitas antarlembaga negara, Kemenag dan Kemenkes, bersama para tokoh agama dalam ikut mengatasi pandemi Covid-19.

“Ini adalah bentuk sinergi dalam menangani wabah Covid-19 yang sudah hampir setahun terjadi di Indonesia. Peran aktif para tokoh agama patut diapresiasi. Semoga ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam terus mendukung program vaksinasi ini secara bersama,” tutur Gus Menteri, sapaan akrab Menag, Selasa (23/2/2021).

Para tokoh lintas agama yang divaksinasi, ujar Gus Menteri, bisa menjadi teladan bagi umat dalam ikut menyukseskan vaksinasi. Menag berharap para tokoh juga dapat memberikan sosialisasi tentang pentingnya dilakukan vaksinasi.

“Karena sejatinya para tokoh agama mempunyai peranan penting di tengah masyarakat dalam melakukan pendekatan persuasif sehingga program vaksinasi ini dapat berjalan lancar. Dan, wabah ini segera berakhir,” tuturnya.

“Ini adalah vaksinasi pertama. Meski sudah divaksin, saya berharap para tokoh agama tetap disiplin dalam protokol kesehatan dan mematuhi 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan interaksi, serta menghindari kerumunan,” lanjutnya.

Sementara, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan kagum dan apresiasi kepara para tokoh agama. “Saya kagum melihat bagaimana semua pemuka agama datang ke Masjid Istiqlal untuk melaksanakan program vaksinasi. Saya merasakan betapa masjid Islam terbesar di Jakarta membuka diri untuk semua tokoh agama besar lainnya untuk hadir bersama-sama melaksanakan program vaksinasi,” kata Menkes.

Humas

Hari Ini, Ribuan Tokoh Lintas Agama Mulai Divaksinasi Covid-19
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Geliat BKMT Jatim di Tengah Pandemi

Dalam rangka menyambut peringatan hari Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1442 H, Badan Kontak Majlis Ta’lim (BKMT) Jawa Timur menggelar webinar Implementasi Hidup Sehat Keluarga Majelis Taklim saat Pandemi Covid-19, Selasa (23/02/2021), yang diikuti oleh perwakilan pengurus BKMT se Jawa Timur, tak terkecuali BKMT Kabupaten Tuban.

Ketua PW BKMT Provinsi Jawa Timur, Dr.dr.Hj. Siti Nur Asiyah, MA, mengatakan walaupun vaksin sudah dilakukan, tapi protokol kesehatan tidak boleh diabaikan. “Imunitas tetap di pertahankan dengan menjaga pola makan, pola tidur, olah raga, menjaga subjective wellbeing dan religiusitas, karena itu semua sangat berkorelasi dengan imunitas,” jelasnya.

Ketua PW BKMT Provinsi Jawa Timur, Dr.dr.Hj. Siti Nur Asiyah, MA

Wanita yang juga Dekan Fakultas Psychologi UINSA Surabaya ini menambahkan webinar ini digelar selain dalam rangka peringatan Isra’ Mi’raj juga untuk memahami kembali pandemi Covid-19. “Memahami cara bersikap dan berperilaku saat pandemi, karena kesehatan adalah modal untuk dapat istiqomah beribadah,” imbuhnya.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Jatim yang juga sebagai Pembina BKMT Jawa Timur, Dr. H. Ahmad Zayadi, M.Pd, sangat mengapresiasi semua giat BKMT termasuk webinar kali ini. Menurutnya BKMT merupakan organisasi masyarakat yang terus menunjukkan kiprahnya di masyarakat.
“BKMT terus bergerak selalu mengingatkan pentingnya menjaga serta memberikan penyadaran kesehatan keluarga dan masyarakat,” ujar pria kalem ini.

Pembina BKMT Jawa Timur, Dr. H. Ahmad Zayadi, M.Pd

Menurutnya memberikan penyadaran terhadap masyarakat di pengaruhi oleh 3 faktor. Pertama, ikhtiar promotif (mempromosikan kesehatan dengan gerakan sehat itu penting), kedua dengan ikhtiar prefentif (usaha pencegahan) dan ketiga dengan ikhtiar kuratif (tugas petugas medis).

Pelaksanaan Webinar dengan tema Implementasi Hidup sehat Keluarga Majelis Taklim saat Pandemi Covid-19 ini menghadirkan narasumber Dokter Dedi Ismiranto,Sp.PD.M.H, direktur RS. Amanda Blitar.
Beliau mengingatkan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan di manapun, di pasar, tempat transportasi umum, ditempat kerja, di rumah, di tempat ibadah, tempat makan maupun di tempat olah raga. Pria kelahiran Bandung ini menjelaskan peran penting keluarga didalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Pengetahuan anggota keluarga tentang bahaya wabah serta kesadaran untuk menerapkan pola-pola pencegahan diyakini dapat membantu menurunkan tingkat kasus Covid-19 yang kian hari terus melonjak,” ujarnya.
Menurutnya, saat ini semua lapisan masyarakat wajib berperilaku hidup sehat dengan menerapkan 7 M, yakni Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga Jarak, Menghindari kerumunan, Mengurangi mobilitas, Makan makanan bergizi dan Memperbanyak doa. (lai)

Narasumber Dokter Dedi Ismiranto,Sp.PD.M.H, Direktur RS. Amanda Blitar.

Editor Laidia Maryati

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Workshop Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Studio di MAN 1 Tuban

Kab. Tuban, (MAN 1). Pencapaian tujuan Pendidikan Nasional tidak dapat terlepas dari peran guru sebagai ujung tombak pelaksanaan proses pendidikan di dalam kelas. Guru dituntut mampu melaksanakan proses pembelajaran yang efektif, efisien dan menyenangkan agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara maksimal melalui kreativitas guru. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, MAN 1 Tuban menggelar workshop media pembelajaran berbasis studio, Kamis kemarin (18/2/2021).
Tujuan dari workshop ini membentuk sikap dan pikiran guru yang lebih terbuka terhadap penggunaan teknologi informatika dalam poses pendidikan, meningkatkan wawasan dan keterampilan guru dalam memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran dan sumber belajar yang sesuai dengan perkembangan jaman dan kebutuhan siswa dalam pembelajaran daring dimasa pandemi saat ini.
Workshop yang dilaksanakan selama dua hari, tanggal 18 dan 19 Februari ini diikuti semua guru, dengan nara sumber DR. Hozairi, S.ST, MT dari ITS dan dibuka oleh Kasi Penma Kantor Kementerian Agama Kab.Tuban.

Menurut kepala MAN 1 Tuban, M. Badar, media pembelajaran berbasis studio adalah media pembelajaran yang memanfaatkan studio sebagai sarana dalam membuat rekaman video pembelajaran yang dilengkapi dengan peralatan yang dibutuhkan dalam membuat media pembelajaran, yang lebih menarik, dan tidak membosankan bagi siswa sesuai dengan perkembangan jaman, sehingga dapat menjadi solusi yang tepat bagi guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. ” Idealnya, para guru MAN 1 Tuban harus mampu menggunakaan media pembelajaran berbasis studio yang sudah disediakan, sehingga pembelajaran secara daring lebih menarik dan menyenangkan bagi siswa,” jelasnya.

Sementara itu Kasi Penma, Hadi Sarjono, ketika membuka acara ini menuturkan, sebagai madrasah yang hebat, MAN 1 Tuban telah menciptakan ide kreatif dalam meningkatkan kompetensi para guru yang dapat menunjang pembelajaran. “Diantaranya dengan memberikan workshop media pembelajaran berbasis studio, sehingga tidak salah jika MAN 1 Tuban mampu mengantarkan siswanya meraih juara I nasional best design dalam ajang MRC di Jakarta kemarin,” tuturnya. (hms)

Editor Laidia Maryati

Workshop Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Studio di MAN 1 Tuban
Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar

Geliat Penyuluh Agama Kemenag Tuban di Era Digital

Geliat Penyuluh Agama Kemenag Tuban di Era Digital

Zaman terus berkembang, keberadaan media sosial dan media online sangat berdampak pada kehidupan sehari-hari terlebih dalam hal komunikasi dan informasi. Untuk mengatasi hal ini Kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam baik PNS ataupun Non PNS Kabupaten Tuban mengadakan acara Pembinaan Pembuatan Konten Dakwah via Media Sosial, Kamis (18/02/2021) di aula Yayasan Al Futuhiyyah, desa Sugihajo kecamatan Tuban. Hadir dalam giat ini Kasubag TU, Kasi Bimas Islam, Pranata Humas, Ketua Pokjaluh dan Penyuluh Agama Islam.

Pembinaan Kasubag TU dalam giat Pembuatan Konten Dakwah via Media Sosial, Kamis (18/02/2021) di aula Yayasan Al Futuhiyyah, desa Sugihajo kecamatan Tuban
Sambutan Kasi Bimas Islam, Mashari

Mewakili Kakankemenag Tuban, Kasubag TU, Moh. Qosim, dalam sambutannya berpesan kepada peserta untuk selalu bijak dalam menggunakan media sosial dan media online dalam kehidupan sehari-hari. Ia menjelaskan media sosial merupakan sebuah media untuk bersosialisasi satu sama lain dan dilakukan secara online yang memungkinkan manusia untuk saling berinteraksi berbagi informasi tanpa dibatasi ruang dan waktu.
“Munculnya media sosial kini dapat menjadi bermanfaat untuk digunakan sebagai alat dalam meningkatkan tali silaturahim, salah satunya melalui dakwah,” ujarnya. Pria asal Gresik ini menambahkan dengan kemudahan yang disediakan internet, penyebaran ajaran Islam melalui dakwah dapat dikemas secara singkat, cepat, luas dan menarik serta efektif.

Sementara itu, Kasi Bimbingan Masyarakat Islam, Mashari, berharap setelah diadakan pelatihan ini ada hasilnya. “Kalau bisa dilombakan tiap kecamatan lebih baik,” ujarnya.
Ia menuturkan Dakwah harus mengena pada tujuan dan sasaran.
“Tiga hal yang harus diperhatikan dalam berdakwah, harus memperhatikan materi, yang disampaikan harus sesuai dengan sumber ajaran agama Islam yang asli, menggunakan metode yang tepat dan pandai menggunakan media online serta memperhatikan etika dalam dunia maya dengan menguasai UU IT,” beber pria asli kota soto itu.
Menurutnya Google hanya sebagai pengayaan sehingga yang diajarkan tidak menyesatkan masyarakat dan tidak membuat gaduh masyarakat.

Digelarnya kegiatan tersebut bertujuan untuk menambah motivasi, meningkatkan kualitas SDM dan penguatan keterampilan bagi Penyuluh Agama Islam dalam melaksanakan penyuluhan, sehingga kedepan para Penyuluh Agama Islam bisa memanfaatkan Ilmu Teknologi dan media sosial lainnya dengan cerdas dan cermat demi kepentingan dakwah Islam. Juga untuk menambah wawasan guna pelaksanaan tugas sebagai Penyuluh Agama Islam di lingkungan tugas masing-masing.

Karena masih pandemi, kegiatan tersebut dilaksanakan selama 4 hari, tanggal 18, 20, 21 dan 22 Februari 2020 dengan peserta 40 orang Penyuluh Agama Islam Non PNS di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban setiap harinya dan tetap mengikuti protokol kesehatan dengan menerapkan 5 M. (lai/irn)

Editor Laidia Maryati

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan komentar